Cerita Rakyat Bali: Manik Angkeran, Asal Mula Selat Bali

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Cerita Rakyat Bali: Manik Angkeran, Asal Mula Selat Bali

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Cerita Rakyat Bali: Manik Angkeran, Asal Mula Selat Bali, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel bimbel masuk ptn, Artikel CeritaRakyat, Artikel Info, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Cerita Rakyat Bali: Manik Angkeran, Asal Mula Selat Bali
link : Cerita Rakyat Bali: Manik Angkeran, Asal Mula Selat Bali

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Cerita Rakyat Bali: Manik Angkeran, Asal Mula Selat Bali

CERITA RAKYAT BALI: MANIK ANGKERAN, ASAL MULA SELAT BALI
Pada jaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yg benama Sidi Mantra yg sangat populer kesaktiannya. Sanghyg Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yg cantik. Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka menerima seorang anak yg mereka namai Manik Angkeran. 

Meskipun Manik Angkeran seorang cowok yg gagah dan arif namun beliau memiliki sifat yg kurang baik, yaitu suka berjudi. Dia sering kalah sehingga beliau terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya, malahan berhutang pada orang lain. Karena tidak sanggup membayar hutang, Manik Angkeran meminta pemberian ayahnya utk berbuat sesuatu. Sidi Mantra berpuasa dan berdoa utk memohon pertolongan dewa-dewa. Tiba-tiba beliau mendengar suara, "Hai, Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yg dijaga seekor naga yg bernarna Naga Besukih. Pergilah ke sana dan mintalah biar beliau mau mernberi sedikit hartanya."

Sidi Mantra pergi ke Gunung Agung dgn mengatasi segala rintangan. Sesampainya di tepi kawah Gunung Agung, beliau duduk bersila. Sambil membunyikan genta beliau membaca mantra dan memanggil nama Naga Besukih. Tidak usang kernudian sang Naga keluar. Setelah mendengar maksud kedatangan Sidi Mantra, Naga Besukih menggeliat dan dari sisiknya keluar emas dan intan. Setelah mengucapkan terima kasih, Sidi Mantra mohon diri. Semua harta benda yg didapatnya diberikan kepada Manik Angkeran dgn cita-cita beliau tidak akan berjudi lagi. Tentu saja tidak lama  kemudian, harta itu habis utk taruhan. Manik Angkeran sekali lagi minta pemberian ayahnya. Tentu saja Sidi Mantra menolak utk membantu anakya.


Manik Angkeran mendengar dari temannya bahwa harta itu didapat dari Gunung Agung. Manik Angkeran tahu utk hingga ke sana beliau harus membaca mantra tetapi beliau tidak pernah berguru mengenai doa dan mantra. Jadi, beliau hanya membawa genta yg dicuri dari ayahnya waktu ayahnya tidur.



Setelah hingga di kawah Gunung Agung, Manik Angkeran membunyikan gentanya. Bukan main takutnya ia waktu ia melihat Naga Besukih. Setelah Naga mendengar maksud kedatangan Manik Angkeran, beliau berkata, "Akan kuberikan harta yg kau minta, tetapi kau harus berjanji utk mengubah kelakuanmu. Jangan berjudi lagi. Ingatlah akan aturan karma."



Manik Angkeran terpesona melihat emas, intan, dan permata di hadapannya. Tiba-tiba ada niat jahat yg timbul dalam hatinya. Karena ingin menerima harta lebih banyak, dgn secepat kilat dipotongnya ekor Naga Besukih dikala Naga beputar kembali ke sarangnya. Manik Angkeran segera melarikan diri dan tidak terkejar oleh Naga. Tetapi alasannya yaitu kesaktian Naga itu, Manik Angkeran terbakar menjadi debu sewaktu jejaknya dijilat sang Naga.



Mendengar kernatian anaknya, kesedihan hati Sidi Mantra tidak terkatakan. Segera beliau mengunjungi Naga Besukih dan memohon biar anaknya dihidupkan kembali. Naga menyggupinya asal ekornya sanggup kembali menyerupai sediakala. Dengan kesaktiannya, Sidi Mantra sanggup memulihkan ekor Naga. Setelah Manik Angkeran dihidupkan, beliau minta maaf dan berjanji akan menjadi orang baik. Sidi Mantra tahu bahwa anaknya sudah bertobat tetapi beliau juga mengerti bahwa mereka tidak lagi sanggup hidup bersama.


"Kamu harus mulai hidup gres tetapi tidak di sini," katanya. Dalam sekejap mata beliau lenyap. Di daerah beliau bangun timbul sebuah sumber air yg makin usang makin besar sehingga menjadi laut. Dengan tongkatnya, Sidi Mantra menciptakan garis yg mernisahkan beliau dgn anaknya. Sekarang daerah itu  menjadi selat Bali yg memisahkan pulau Jawa dgn pulau Bali.






= Baca Juga =



DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Cerita Rakyat Bali: Manik Angkeran, Asal Mula Selat Bali

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Cerita Rakyat Bali: Manik Angkeran, Asal Mula Selat Bali kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Cerita Rakyat Bali: Manik Angkeran, Asal Mula Selat Bali dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2007/01/cerita-rakyat-bali-manik-angkeran-asal.html

0 Response to "Cerita Rakyat Bali: Manik Angkeran, Asal Mula Selat Bali"

Posting Komentar