Cerpen : Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Cerpen : Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Cerpen : Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel bimbel masuk ptn, Artikel Info, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Cerpen : Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari
link : Cerpen : Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Cerpen : Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari

Cerpen yakni cerita pendek, jenis karya sastra yg memaparkan kisah ataupun dongeng ihwal insan beserta seluk beluknya lewat goresan pena pendek. Atau definisi cerpen yg lainnya yaitu merupakan karangan fiktif yg isinya sebagian kehidupan seseorang atau juga kehidupan yg diceritakan secara ringkas yg berfokus pada suatu tokoh saja.

Adapaun Unsur intrinsik cerpen
A. Tema
Gagasan pokok yg mendasari dari sebuah cerita. Tema-tema pada umumnya yg terdapat dalam sebuah dongeng biasanya sanggup eksklusif terlihat terperinci di dalam dongeng (tersurat) dan tidak langsung, dimana si pembaca harus bisa menyimpulkan sendiri (tersirat).
B. Alur (Plot)
Jalan dari dongeng sebuah karya sastra. Secara garis besarnya urutan tahapan alur dalam sebuah dongeng antara antara lain: perkenalan > mucul konflik atau permasalahan > peningkatan konflik – puncak konflik atau titik puncak > penurunan konflik > penyelesaian.
C. Setting atau latar
Kalau setting sangat berkaitan dgn tempat, waktu, dan suasana dalam sebuah dongeng tersebut.
D. Tokoh Atau Pelaku
Yaitu pelaku pada sebuah cerita. Setiap tokoh biasanya memiliki tabiat , sikap, sifat dan juga kondisi fisik yg disebut dgn perwatakan atau karakter. Dalam dongeng terdapat tokoh protagonis (tokoh utama dalam sebuah cerita), antagonis (lawan dari tokoh utama atau protagonis) dan tokoh figuran  (tokoh pendukung utk cerita).
E. Penokohan (perwatakan)
Pemberian sifat pada tokoh atau pelaku cerita. Sifat yg telah diberikan akan tercermin pada pikiran, ucapan, serta pandangan tokoh terhadap sesuatu. Metode penokohan ada 2 (dua) macam diantaranya:
Metode analitik yakni metode penokohan yg memaparkan ataupun menyebutkan sifat tokoh secara langsung, contohnya seperti: penakut, sombong, pemalu, pemarah, keras kepala, dll.
Metode dramatik yakni suatu metode penokohan secara tidak eksklusif memaparkan atau menggambarkan sifat tokoh melalui: Penggambaran fisik (Misalnya berpakaian, postur tubuh, bentuk rambut, warna kulit, dll), penggambaran melalui percakapan yg dilakukan oleh tokoh lain, Teknik reaksi tokoh lain (berupa pandangan, pendapat, sikap, dsb).
F. Sudut Pandang (Point of View)
Adalah visi pengarang dalam memandang suatu bencana di dalam cerita. Ada beberapa macam sudut pandang, diantaranya yaitu sudut pandang orang pertama (gaya bahasa dgn sudut pandang  “aku”), sudut pandang peninjau (orang ke-3), dan sudut pandang campuran. Sudut pandang sama juga dgn kata ganti orang. Secara umum, sudut pandang atau kata ganti orang dibagi menjadi 3 macam, yaitu:
1. Kata ganti orang pertama (orang yg berbicara):
Tunggal, yaitu ditandai oleh kata “aku , saya” dll.
Jamak, yaitu ditandai oleh “kata kami dan kita”.
2. Kata ganti orang kedua (orang yg dibicarakan)
Tunggal, yaitu ditandai oleh kata “kamu, engkau, saudara, ada, bapak,” dll.
Jamak, yaitu ditandai oleh kata “kalian”.
3. Kata ganti orang ketiga (orang yg dibicarakan)
Tunggal, yaitu ditandai oleh kata “Ia, dia, beliau,” dll.
Jamak, taitu ditandai oleh kata “mereka”.
G. Amanat atau pesan
Yaitu amanat yg ingin disampaikan oleh pengarang melalui karyanya kepada pembaca atau pendengar. Pesan bisa berupa harapan, nasehat, dan sebagainya.

Berikut ini conto Cerita Pendek Atau Cerpen
SENYUM KARYAMIN
karya Ahmad Tohari

Si paruh udang kembali melintas cepat dgn bunyi mencecet. Karyamin tak lagi membencinya alasannya sadar, burung yg demikian sibuk niscaya sedang mencari makan buat anak-anaknya dalam sarang entah di mana. Karyamin membaygkan bawah umur si paruh udang sedang meringkuk lemah dalam sarang yg dibangun dalam tanah di sebuah tebing yg terlindung. Angin kembali bertiup. Daun-daun jati beterbangan dan beberapa di antaranya jatuh ke permukaan sungai. Daun-daun itu selalu saja bergerak menentang arus alasannya dorongan angin.
  "Jadi, kau sungguh tak mau makan, Min?" tanya Saidah dikala melihat Karyamin bangkit.
  "Tidak. Kalau kau tak tahan melihat saya lapar, saya pun tak tega melihat lenganmu habis alasannya utang-utangku dan kawan-kawan."
  "Iya Min, iya, tetapi . . . . "
  Saidah memutus kata-katanya sendiri alasannya Karyamin sudah berjalan menjauh.
  Tetapi  Saidah  masih  sempat  melihat  Karyamin  menolehkan  kepalanya  sambil tersenyum, sambil menelan ludah berulang-ulang. Ada yg mengganjal di tenggorokan yg tak berhasil didorongnya ke dalam. Diperhatikannya Karyamin yg berjalan melalui lorong liar sepanjang tepi sungai. Kawan-kawan Karyamin menyeru-nyeru dgn segala macam seloroh cabul. Tetapi Karyamin hanya sekali berhenti dan menoleh sambil melempar senyum.
  Sebelum naik meninggalkan pelataran sungai, mata Karyamin menangkap sesuatu yg bergerak pada sebuah ranting yg menggantung di atas air. Oh, si paruh udang. Punggung biru mengkilap, dadanya putih bersih, dan paruhnya merah saga. Tiba - tiba burung  itu  menukik  menyambar  ikan  kepala  timah  sehingga  air berkecipak. Dengan mangsa diparuhnya, burung  itu melesat melintas para pencari batu, naik menghindari rumpun gelangan dan lenyap di balik gerumbul pandan. Ada rasa iri di hati Karyamin terhadap si paruh udang. Tetapi dia hanya bisa tersenyum sambil melihat dua keranjangnya yg kosong.
  Sesungguhnya Karyamin tidak tahu betul mengapa dia harus pulang. Di rumahnya tak ada sesuatu buat mengusir bunyi keruyuk dari lambungnya. Istrinya juga tak perlu dikhawatirkan. Oh ya, Karyamin ingat bahwa istrinya memang layak dijadikan alasan buat pulang. Semalaman tadi istrinya sulit tidur karena abses di puncak pantatnya. "Oleh alasannya itu, apa salahnya kalau saya pulang buat menemani istriku yg meriang."
  Karyamin mencoba berjalan lebih cepat meskipun kadang secara tiba-tiba banyak kunang-kunang menyerbu ke dalam rongga matanya. Setelah melintasi titian Karyamin melihat sebutir buah jambu yg masak. Dia ingin memungutnya, tetapi urung alasannya pada buah itu terlihat bekas gigitan kampret.
  Dilihatnya juga buah salak berceceran di tanah di sekitar pohonnya. Karyamin memungut sebuah, digigit, kemudian dilemparkannya jauh-jauh. Lidahnya seakan terkena air tuba oleh rasa buah salak yg masih mentah. Dan Karyamin terus berjalan. Telinganya mendenging dikala Karyamin harus menempuh sebuah tanjakan. Tetapi tak mengapa, alasannya dibalik tanjakan itulah rumahnya.
  Sebelum habis mendaki tanjakan, Karyamin mendadak berhenti. Dia melihat dua buah sepeda jengki diparkir di halaman rumahnya. Denging dalam telinganya terdengar semakin nyaring. Kunang-kunang di matanya pun semakin banyak. Maka Karyamin sungguh-sungguh berhenti, dan termangu. Dibaygkannya isterinya yg sedang sakit harus menghadapi dua penagih bank harian. Padahal Karyamin tahu, istrinya tidak bisa membayar kewajibannya hari ini, hari esok, hari lusa, dan entah hingga kapan, ibarat entah kapan datangnya tengkulak yg telah setengah bulan membawa batunya.
  Masih dgn seribu kunang-kunang di matanya, Karyamin mulai berpikir apa perlunya dia pulang. Dia merasa niscaya tak bisa menolong keadaan, atau setidaknya menolong istrinya yg sedang menghadapi dua penagih bank harian. Maka pelan-pelan Karyamin membalikkan badan, siap kembali turun. Namun di bawah sana Karyamin melihat seorang lelaki dgn baju batik motif tertentu dan berlengan panjang. Kopiahnya yg mulai botak kemerahan meyakinkan Karyamin bahwa lelaki itu yakni Pak Pamong.
  “Nah, alhasil kau ketemu juga, Min. Kucari kau di rumah, tak ada. Di pangkalan batu, tak ada. Kamu mau menghindar, ya?”
  “Menghindar?”
  “Ya. Kamu memang  mbeling , Min. Di gerumbul ini hanya kau yg belum berpartisipasi. Hanya kau yg belum setor uang dana Afrika, dana utk menolong orang-orang yg kelaparan di sana. Nah, kini hari terakhir. Aku tak mau lebih usang kaupersulit.”
  Karyamin mendengar bunyi napas sendiri. Samar-samar, Karyamin juga mendengar detak jantung sendiri. Tetapi Karyamin tidak melihat bibir sendiri yg mulai menyungging senyum. Senyum yg sangat baik utk mewakili kesadaran yg mendalam akan diri sendiri serta situasi yg harus dihadapinya. Saygnya, Pak Pamong malah menjadi murka oleh senyum Karyamin.
  “Kamu menghina aku, Min?”
  ”Tidak, Pak. Sungguh tidak.”
  Kalau tidak, mengapa kau tersenyum-senyum? Hayo cepat, mana uang iuranmu?”
  Kali ini Karyamin tidak hanya tersenyum, melainkan tertawa keras-keras. Demikian keras sehingga mengundang seribu lebah masuk ke telinganya, seribu kunang masuk ke matanya. Lambungnya yg kempong berguncang-guncang dan merapuhkan keseimbangan seluruh tubuhnya. Ketika melihat tubuh Karyamin jatuh terguling ke lembah Pak Pamong berusaha menahannya. Sayg, gagal.
Sumber: Kumpulan Cerpen Senyum Karyamin , 1989
TUGAS
Tuliskan   1.Tema Cerpen di atas?
2. Latar Cerpen tersebut
3. Nama-nama tokoh dalam Cerpen tersebut
4. Watak dari tokoh-tokoh dalam Cerpen tersebut

5. Analisis cara yg dipakai Pengarang utk menggambarkan tokoh tersebut
loading...


= Baca Juga =



DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Cerpen : Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Cerpen : Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Cerpen : Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2007/01/cerpen-senyum-karyamin-karya-ahmad.html

0 Response to "Cerpen : Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari"

Posting Komentar