Hadist Shahih Perihal Puasa Ramadhan

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Hadist Shahih Perihal Puasa Ramadhan

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Hadist Shahih Perihal Puasa Ramadhan, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel bimbel masuk ptn, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, Artikel Wawasan-Islam, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Hadist Shahih Perihal Puasa Ramadhan
link : Hadist Shahih Perihal Puasa Ramadhan

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Hadist Shahih Perihal Puasa Ramadhan

Pengertian puasa terbagi atas dua yaitu secara bahasa dan secara istilah. Pengertian puasa berdasarkan bahasa ialah menahan diri dari sesuatu. Ramadan (/ˌræməˈdɑːn/; Arab: رمضان‎ Ramaḍān,: [ramaˈdˤaːn]; juga diromanisasikan sebagai Ramazan, Ramadhan, atau Ramathan) ialah bulan kesembilan dalam kalender Islam, dan dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia dgn puasa (saum) dan memperingati wahyu pertama yg turun kepada Nabi Muhammad berdasarkan menurut keyakinan umat Muslim. Perayaan tahunan ini dihormati sebagai salah satu dari rukun Islam. Bulan bulan rahmat akan berlangsung selama 29–30 hari berdasarkan pengamatan hilal, berdasarkan beberapa hukum yg tertulis dalam hadits.

Sedangkan pengertian puasa berdasarkan istilah ialah menahan diri dari segala perbuatan yg membatalkan puasa menyerupai makan, minum, muntah dgn sengaja, kekerabatan suami istri, onani dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Sedangkan Pengertian Puasa Ramadhan adalah puasa yg wajib dilaksanakan pada bulan Ramadhan oleh setiap umat Islam diseluruh dunia.  Puasa Ramadhan merupakan puasa wajib bagi umat Islam yg dilaksanakan pada bulan Ramadhan yg jumlah harinya antara 29 dan 30 hari dalam puasa. 

Puasa Ramadhan ternyata mempunyai manfaat yg besar, alasannya ialah secara ilmiah berpuasa ternyata mempunyai banyak manfaat, di antaranya:
1. Saat berpuasa, sekitar 600 miliar sel dalam tubuh menghimpun diri biar sanggup bertahan hidup. Dengan berhimpunnya 600 miliar sel, daya tahan tubuh seseorang akan semakin tangguh.
2. Memberikan kesempatan pada alat-alat pencernaan yg pada hari-hari tidak berpuasa bekerja ekstra keras.
3. Membebaskan tubuh dari racun, kotoran dan ampas (seperti tinja, urin, CO2, dan keringat) yg berarti membatasi suplai masakan yg masuk ke dalam tubuh, penumpukan racun dan kotoran sanggup dicegah, dgn begitu akan mengurangi risiko penumpukan bakteri, virus menyerupai kuman yg merupakan racun di dalam tubuh, sehingga menghentikan masakan utk bakteri–virus dan sel kanker–sehingga tidak bisa hidup dalam tubuh manusia.   
4. Adanya peningkatan sel darah putih yg sangat penting bagi kekebalan tubuh terhadap banyak sekali infeksi.
5. Meningkatkan daya serap masakan yg semula hanya menyerap gizi sebesar 35% dari semua gizi yg dikandung dalam masakan menjadi hampir mencapai 85%.     
6. Bermanfaat pada proses pengobatan pasien obesitas yg sering menjadi pemicu penyakit-penyakit menyerupai jantung, hipertensi, dan gangguan kardiovaskuler. 
7. Mampu memperbaiki fungsi-fungsi hormon dalam tubuh, termasuk hormon yg berkaitan dgn reproduksi. 
8. Cadangan energi yg tersimpan dalam tubuh (dalam sel kulit dan berbentuk lemak) dikeluarkan sehingga melegakan pernafasan organ tubuh serta sel-sel penyimpannya yg menimbulkan kulit segar dan lembut. Kulit yg semula kendur akan berganti makin kencang dan tidak simpel berkerut. 
9. Mengobati stroke, hipertensi, hipotensi, diabetes melitus, pengerasan pembuluh darah. 
10. Mencegah serangan kanker hati, kanker lambung, hepatitis, pendarahan otak; gangguan ginjal, radang tenggorokan, radang hidung, amandel, dan radang kandung kemih.
11. Anda berguru menjadi orang yg lebih sabar dan tenang
12. Puasa Bisa mengurangi berat badan.
13. Puasa sebagai terapi nutrisi yg natural.
14. Hidup lebih baik dgn berpuasa
15. Berpuasa akan mengistirahatkan sistem pencernaan kita

Terkait Kewajiban Puasa Ramdahan bagi Umat Islam berikut ini hadist shahih ihwal Puasa Ramdahan.

“Barang siapa melaksanakan puasa Ramadhan semata-mata alasannya ialah keimanan dan mencari ganjaran, pasti diampuni dosa-dosanya yg telah lalu. (HR Bukhori dan Muslim)

“Sholat lima waktu, ibadah jum’at hingga jum’at berikutnya, ibadah Ramadhan hingga Ramadhan berikutnya ialah penghapus dosa-dosa yg terjadi  diantara waktu-waktu itu asalkan dosa-dosa besar dihindari.” (HR Muslim).

"Setiap amal yg dilakukan anak adam ialah utknya, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya bahkan hingga tujuh ratus kali lipat, - Allah Ta'ala berfirman: “ kecuali puasa, sebetulnya puasa ialah utk-Ku dan Aku yg pribadi membalasnya. (Dalam puasa, anak Adam) meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku.” Orang yg berpuasa mendapat dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dgn Tuhannya. Sungguh, anyir lisan orang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi." (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Sahl bin Sa’d RA bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: Sesungguhnya di nirwana ada satu pintu yg disebut Ar-Royyan. Itulah pintu yg pada hari simpulan zaman dikhususkan bagi orang-orang yg puasa. Tak ada satupun orang lain masuk dari pintu itu. Ketika itu berkumandang seruan: “Mana orang-orang yg puasa?” Maka mereka pun berdiri (utk masuk dari pintu itu). Tak ada satupun orang lain yg menyertai mereka. Apabila mereka sudah masuk, pintu itu ditutup. Makara tak ada satupun orang lain yg masuk dari pintu itu. (HR Bukhori dan Muslim). 

“Barang siapa yg melaksanakan qiyam Romadon dgn penuh kepercayaan dan perhitungan, maka diampuni dosanya yg telah lalu” (Muttafaqun ‘aliahi) 

“Sebaik-baiknya sedekah yaitu sedekah di bulan Ramadhan’ (HR Al-Baihaqi, Alkhotib dan At-Turmudzi)

“Barangsiapa yg memberi ifthor (santapan berbuka puasa) kepada orang-orang yg berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yg berpuasa itu, tanpa me ngurangi pahala orang yg berpuasa tersebut” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah). 

“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam  ketika memasuki sepuluh hari terakhir menghidupkan malam harinya, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya” (HR Bukhari dan Muslim). 

“Dari Abu Hurairah menceritakan, bahwa Nabi SAW sangat menganjurkan qiyam Ramadhan dgn tidak mewajibkannya. Kemudian Nabi SAW bersabda:”Siapa saja yg mendirikan shalat di malam Ramadhan penuh dgn keimanan dan impian maka ia diampuni dosa-dosa yg telah lampau “(Muttafaq ‘alaihi, lafazh imam Muslim dalam shahihnya: 6/40)

"Carilah Lailatul Qadar pada (bilangan) ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan." (HR. Al-Bukhari, Muslim dan lainnya).

"Barangsiapa melaksanakan shalat malam pada ketika Lailatul Qadar alasannya ialah kepercayaan dan mengharap pahala Allah, pasti diampuni dosa-dosanya yg telah lalu. " (Hadits Muttafaq 'Alaih)

Hadis khusus utk perempuan yg akan mengerjakan Tarwaih di mesjid: "Jika salah seorang diantara kalian (para wanita) ingin mendatangi masjid maka janganlah menyentuh wangi wangian"   HR. Muslim. "Wanita manapun yg menggunakan wangi wangian, kemudian pergi ke masjid, maka shalatnya tidak diterima hingga ia mandi". HR. Ibnu Majah.


Barangsiapa berbuka puasa sehari tanpa ruksha (alasan yg dibenarkan) atau sakit, maka tidak akan sanggup ditebus dgn berpuasa semur hidup meskipun dia melakukannya (HR Al bukhari dan muslim)

Makanlah waktu sahur, sebetulnya makan waktu sahur mengakibatkan berkah (HR. Mustafa' alaih)

Barang siapa tidak  sanggup meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (waktu berpuasa) maka Alloh tidak membutuhkan lapar dan hausnya (HR. Al bukhari)

Rasululloh Saw menaiki mimbar utk berkhotbah. Menginjak anak tangga pertama beliau  mengucapkan Aamin begitu pula pada anak tangga kedua dan ketiga.  seusai shalat para sobat kemudian bertanya mengapa rasululloh mengucapkan Aamin, Beliau kemudian menjawab malaikat jibril tiba dan berkata "kecewa dan merugi orang yg bila namamu disebut dia tidak mengucapkan shalawat atasmu" kemudian akau berucap Aamin, kemudian malaikat berkata lagi "kecewa dan merugi yg berkesempatan hidup bersama orang tuanya tetapi dia tidak bisa hingga masuk surga" kemudian saya menjawab Aamin, kemudian katanya lagi, "kecewa dan merugi orang yg berkesempatan hidup di bulan ramadhan tetapi tidak terampuni dosa-dosanya" kemudian saya mengucapkan Aamin (HR Ahmad)

Dari Abi Said al-Khudri RA. Berkata,? Dulu kami beperang bersama Rasulullah SAW di bulan Ramadhan. Diantara kami ada yg tetap berpuasa dan ada yg berbuka.? Mereka memandang bahwa siapa yg besar lengan berkuasa utk tetap berpuasa, maka lebih baik. (HR Muslim)

Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Siapa lupa ketika puasa kemudian dia makan atau minum, maka teruskan saja puasanya. Karena sebetulnya Allah telah memberinya makan dan minum. (HR. Jamaah)

Dari Abu Bakar (Tabi'in) ia menyampaikan bahwa Marwan Ra mengutus dirinya menemui Ummu Salamah Ra utk bertanya ihwal seseorang yg di waktu pagi dalam keadaan junub, apakah ia boleh shaum? Ummu Salamah menjawab: Rasulullah SAW pernah di waktu pagi dalam keadaan junub sesudah berjima? bukan berihtilam, kemudian dia tidak berbuka (tetap melanjutkan shaumnya) dan juga tidak mengqodonya? (HR. Muslim 2/780).


Abu Hurairah Radiallahuanhu, "Ketika kami duduk bersama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam telah tiba seorang lelaki kepada Baginda kemudian berkata : "Binasalah aku!" Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda : "Kenapa dgn engkau?" Lelaki itu menjawab : "Aku telah bekerjasama suami istri (jima) sedang saya berpuasa (Ramadan)." Lalu Nabi bersabda : "Adakah engkau berdaya memerdekakan seorang hamba?" Lelaki itu menjawab : "Tidak". Lalu bersabda Nabi: "Adakah engkau berupaya menunaikan puasa dua bulan berturut2 ? Lelaki itu menjawab : "Tidak." Bersabda Nabi : "Adakah engkau berdaya memberi makan enam puluh orang miskin?" Lelaki itu menjawab : "Tidak." (Abu Hurairah) berkata : "Ketika kami duduk telah dibawakan kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dgn serumpun tamar. "Lalu Baginda bersabda: Ambil (tamar) ini dan sedekahkan ...." (Hadis riwayat Al-Bukhari).


Selain yg dijelaskan di atas, adapula Hikmah Puasa Ramadhan, diantaranya:

1. Meningkatkan ketaqwaan
Sebagaimana firman Allah dalam Alquran, “Hai orang-orang yg beriman diwajibkan atas kau berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kau biar kau bertaqwa” (QS. Al-Baqarah: 183).

2. Meningkatkan rasa syukur atas segala nikmat Allah
Wahai orang-orang kaya, bersedekahlah kepada orang-orang fakir pada bulan Ramadhan mulia ini, memberilah menyerupai pemberian orang yg tidak takut miskin. Berdermalah dgn harta dan kebaikan kepada saudara-saudaramu yg membutuhkan, jadilah orang yg mensyukuri nikmat Allah. Rasulullah SAW telah bersabda: “Allah sungguh ridha pada hamba yg memakan masakan kemudian memuji-Nya atas makan itu atau meminum minuman kemudian memuji-Nya atas minuman itu” (HR. Muslim).

3. Orang yg berpuasa menyibukkan hatinya dgn pikir dan zikir.

Karena bila menuruti hawa nafsunya maka akan membuatnya lalai bahkan mengeraskan hati. Karena itu Rasulullah SAW mengarahkan utk meringankan makan dan minum. Sabda Rasulullah : "Tidak ada wadah yg diisi penuh oleh anak Adam yg lebih jelek daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu suapan yg sanggup menegakkan punggunya, kalau dia tidak mampu, maka 1/3 utk makanannya, 1/3 utk minumnya dan 1/3 utk nafasnya" (HR. Ibnu Majah).


DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Hadist Shahih Perihal Puasa Ramadhan

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Hadist Shahih Perihal Puasa Ramadhan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Hadist Shahih Perihal Puasa Ramadhan dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2007/01/hadist-shahih-perihal-puasa-ramadhan.html

0 Response to "Hadist Shahih Perihal Puasa Ramadhan"

Posting Komentar