Hindari Masak Mie Dengan Plastiknya

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Hindari Masak Mie Dengan Plastiknya

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Hindari Masak Mie Dengan Plastiknya, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel bimbel masuk ptn, Artikel Info, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Hindari Masak Mie Dengan Plastiknya
link : Hindari Masak Mie Dengan Plastiknya

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Hindari Masak Mie Dengan Plastiknya

HINDARI MASAK MIE DENGAN PLASTIKNYA
Plastik bukan hanya digunakan utk pengolahan gorengan.  Ternyata plastik  juga digunakan penjual mi instan. Di warung-warung, banyak penjual yg nekat melaksanakan hal tersebut. Dampak yg ditimbulkan juga sama ancaman menyerupai menggoreng jajanan dgn plastik.

Sebenarnya, mencampur bungkus plastik dgn mi instan dikala memasak bertujuan praktis. Tidak banyak membuang waktu. Misalnya, ada empat orang yg ingin membeli mi instan. Ada yg memesan mi goreng, ada pula yg memesan mi rebus. Nah, penjual akan lebih gampang memakai cara itu. Cara penyajian pun cepat.

Jawa Pos melihat pribadi pembuatan mi menyerupai itu di daerah Karang Menjangan, Surabaya. Awalnya, penjual mi mengeluarkan bumbu dari dalam bungkus. Bumbu tersebut kemudian dibubuhkan ke atas piring. Saat air mulai mendidih, bungkus mi yg sudah terbuka belahan atasnya tidak dicopot. Saat ditiriskan, masih terlihat bungkus plastik warna putih yg menempel. Setelah menyaring airnya, mi beserta pembungkusnya itu dihidangkan di atas piring.



Sebelum mengaduk rata, sang penjual memungut plastik yg sudah mengerut itu. Setengah kepanasan, tangannya mengambil bungkus tersebut, kemudian memasukkannya ke tempat sampah. Baru kemudian, mi diaduk kembali.



Sony, salah seorang mahasiswa perguruan tinggi tinggi negeri di daerah Surabaya Timur, mengaku kerap menemui penjual model begitu. Warungnya memang selalu ramai didatangi pembeli. ''Makanan utama yg dijual ya memang mi instan itu,'' ucap mahasiswa tingkat final tersebut.



Umumnya, pembeli sudah tahu dgn teknik memasak bercampur bungkus mi itu. Namun, rata-rata cuek. Mereka menganggap tidak masalah. ''Toh, rasanya tidak berubah. Biar adil saja pas dibagi, biar nggak nyampur sama mi pembeli lain,'' ucap dia.



Di warung itu, ada pula pembeli yg meminta bungkus mi tidak ikut dimasak. Biasanya, mereka rela menunggu hingga penjual tersebut meladeni pembeli lain. Penjual pun tidak pernah tersinggung semisal ada pembeli yg meminta bungkus mi tidak dicampur. Toh, pembeli juga tidak pernah protes.



Di sekitar kampusnya, Sony pernah menjumpai dua warung yg penjualnya pernah mencampur bungkus mi instan ke dalam panci. Selama ini, ia tidak pernah mendengar kabar aneh-aneh. ''Sayggak pernah tahu ada anak yg sakit gara-gara makan mi campur bungkus,'' katanya.



Tanpa disadari, memasak materi makanan dgn materi plastik berpotensi mengakibatkan masalah. Namun, dampaknya memang tidak bisa pribadi dirasakan. Orang tidak pribadi meninggal seketika. Sebab, kandungan berbahaya pada plastik bisa bertahan usang dalam tubuh.



Setelah beberapa waktu, sakitnya gres terasa. Penyakit yg tiba begitu disadari termasuk berbahaya. Semakin lama, sel-sel badan berubah mengganas. Lalu, timbul kanker. ''Plastik mi meskipun tipis tidak akan elok utk tubuh,'' ujar andal gizi Andriyanto

-Hati-hati mengonsumsi gorengan. Apalagi itu yaitu gorengan yg diolah dgn adonan plastic. Gorengan yg dimasak bersama plastik biasanya terasa lebih renyah. Jangan heran apabila penyuka gorengan pun menyerupai ''ketagihan''. Namun, jangan lupa ada imbas negatif jikalau ada mengonsumsinya.


Dokter seorang andal penyakit dalam Prof dr Hans Tandra SpPD menyatakan, plastik yg terkena panas akan leleh. Saat makanan digoreng, lelehan itu akan melekat di gorengan. Jika gorengan tersebut dikonsumsi, gangguan awal yg akan terjadi yaitu iritasi di pencernaan.

 ''Lambung dan ususnya mengalami radang,'' ujarnya.


Apabila peradangan itu tidak segera dituntaskan, bisa memicu kanker di organ pencernaan. Antara lain, kanker usus dan lambung. Kanker tersebut muncul sebab makanan yg dikonsumsi mengandung materi kimia plastik. Zat berbahaya itu masuk, kemudian sulit dicerna oleh organ pencernaan. Akibatnya, zat tersebut malah menumpuk dan memicu tumbunya sel-sel jahat di lambung atau usus.



Selain itu, setiap metabolisme makanan akan melewati hati. Adanya materi kimia yg masuk dalam badan sebab gorengan plastik sanggup memicu kerusakan liver. Padahal, hati merupakan tempat detoks atau proses pengeluaran racun. Jika hati sudah bermasalah, fungsinya sebagai penangkal toksin pun terganggu.



Menurut Hans, problem lain yg timbul sebab mengonsumsi gorengan berplastik yaitu gangguan ginjal. Dalam jangka panjang, hal tersebut bisa mengakibatkan gagal ginjal. Penyandang gagal ginjal harus melaksanakan basuh darah seumur hidup.


''Kriuk-kriuk gorengan sebab plastik itu memang bikin ketagihan, tapi bahaya. Perlu penguasaan diri semoga tidak tergoda,'' ucap dokter National Hospital tersebut,


Hans mengungkapkan, bekerjsama tidak problem mengonsumsi makanan yg digoreng. Tetapi, yg mengonsumsi sebaiknya seleksi dalam menentukan gorengan yg tidak mengandung plastik. Selain itu, jumlahnya dibatasi. Sebab, setiap olahan gorengan intinya sudah kurang baik. Minyak yg dipanaskan semula baik menjadi minyak jenuh atau minyak trans. Hal tersebut memicu penyumbatan pembuluh darah. Akibatnya, bisa terjadi penyakit jantung koroner atau stroke.



Menurut dia, minyak yg sekali pakai pun jikalau dipanaskan bakal menjadi minyak trans. Selanjutnya, ada yg menyatakan minyak selain sawit tidak masalah. Misalnya, minyak bunga matahari,olive oil, dan dari materi jagung. ''Sama-sama kalau panas terjadi hidriogenasi, menjelma minyak jahat,'' ungkapnya.



Supaya konsumsi gorengan tidak terlalu berdampak, Hans menyarankan utk mengurangi jumlahnya dan mengimbangi dgn makan sayur dan buah. Termasuk olahraga teratur.



Kalau yg dikonsumsi gorengan menyerupai ayam atau yg lain, kulitnya yg kriuk bisa disingkirkan. Daging dalamnya bisa dimakan. Sebab, belahan luar yg krispi itu paling terpapar dgn ancaman proses penggorengan.






= Baca Juga =



DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Hindari Masak Mie Dengan Plastiknya

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Hindari Masak Mie Dengan Plastiknya kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Hindari Masak Mie Dengan Plastiknya dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2007/01/hindari-masak-mie-dengan-plastiknya.html

0 Response to "Hindari Masak Mie Dengan Plastiknya"

Posting Komentar