Keutamaan Ramadhan Dan Syarat Syarat Sah Puasa Ramadhan

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Keutamaan Ramadhan Dan Syarat Syarat Sah Puasa Ramadhan

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Keutamaan Ramadhan Dan Syarat Syarat Sah Puasa Ramadhan, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel bimbel masuk ptn, Artikel bimbinganshalat, Artikel ilmu, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, Artikel Wawasan-Islam, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Keutamaan Ramadhan Dan Syarat Syarat Sah Puasa Ramadhan
link : Keutamaan Ramadhan Dan Syarat Syarat Sah Puasa Ramadhan

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Keutamaan Ramadhan Dan Syarat Syarat Sah Puasa Ramadhan

SYARAT SYARATNYA PUASA RAMADHAN 
Bulan Ramadhan merupkan bulan dimana setiap muslim dan muslimah diwajibkan utk berpuasa satu bulan penuh (puasa ramadhan). Apa yg dimaksud puasa Ramadhan ? Secara umum, Pengertian Puasa Ramadhan adalah puasa yg wajib dilaksanakan pada bulan Ramadhan oleh setiap umat Islam diseluruh dunia.  Puasa Ramadhan merupakan puasa yg dilaksanakan pada bulan Ramadhan yg jumlah harinya antara 29 dan 30 hari dalam puasa. 

Sebagaimana diketahui pengertian puasa terbagi atas dua yaitu secara bahasa dan secara istilah. Pengertian puasa berdasarkan bahasa atau istilah ialah menahan diri dari sesuatu. Sedangkan pengertian puasa berdasarkan istilah ialah menahan diri dari segala perbuatan yg membatalkan puasa menyerupai makan, minum, muntah dgn sengaja, kekerabatan suami istri, onani dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Apa sajaq Keutamaan Bulan Ramadhan?. Berikut ini beberapa klarifikasi terkait Keutamaan Bulan Ramadhan. 


1. Bulan Ramadhan merupakan Bulan Diturunkannya Al-Qur’an

Bulan Ramadhan ialah bulan yg mulia. Bulan ini dipilih  sebagai bulan utk berpuasa dan pada bulan ini pula Al-Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yg ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yg di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Alquran sebagai petunjuk bagi insan dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yg hak dan yg bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kau hadir (di negeri kawasan tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah [2] : 185)

Ibnu Katsir rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yg mulia ini mengatakan,”(Dalam ayat ini) Allah ta’ala memuji bulan rahmat –yaitu bulan Ramadhan- dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian alasannya ialah bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi ‘alaihimus salam.” (Tafsirul Qur’anil Adzim, I/501, Darut Thoybah)

2. Pada Bulan Ramadahan Setan-setan Dibelenggu, Pintu-pintu Neraka Ditutup dan Pintu-pintu Surga Dibuka Ketika Ramadhan Tiba

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Apabila Ramadhan tiba, pintu nirwana dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” (HR. Muslim)
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan,”Pintu-pintu nirwana dibuka pada bulan ini alasannya ialah banyaknya amal saleh dikerjakan sekaligus utk memotivasi umat islam utk melaksanakan kebaikan. Pintu-pintu neraka ditutup alasannya ialah sedikitnya maksiat yg dilakukan oleh orang yg beriman. Setan-setan diikat kemudian dibelenggu, tidak dibiarkan lepas menyerupai di bulan selain Ramadhan.” (Majalis Syahri Ramadhan, hal. 4, Wazarotul Suunil Islamiyyah)

Terdapat Malam yg Penuh Kemuliaan dan Keberkahan

Pada bulan Ramadhan terdapat suatu malam yg lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah -yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan- ketika diturunkannya Al Qur’anul Karim.
Allah ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ – وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ – لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kau apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr [97] : 1-3)

Dan Allah ta’ala juga berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yg diberkahi dan bergotong-royong Kami-lah yg memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan [44] : 3)

Ibnu Abbas, Qotadah dan  Mujahid menyampaikan bahwa malam yg diberkahi tersebut ialah malam lailatul qadar. (Lihat Ruhul Ma’ani, 18/423, Syihabuddin Al Alusi)


3. Bulan Ramadhan ialah Salah Satu Waktu Dikabulkannya Doa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila ia memanjatkan do’a maka niscaya dikabulkan.” (HR. Al Bazaar sebagaimana dalam Mujma’ul Zawaid dan Al Haytsami menyampaikan periwayatnya tsiqoh/terpercaya. Lihat Jami’ul Ahadits, Imam Suyuthi)

Apa saja syarat-syarat sah Puasa Ramadhan ? Berikut ini syarat sah puasa ramadhan berdasarkan pedoman Islam, yakni:
1.   Islam
2.   Baligh
3.   Berakal 
4.   Mukim
5.   Sehat. 
6.   Tidak dalam keadaan haidh atau nifas.  

Selain harus memenuhi syarat-syarat Puasa Ramadhan di atas, sahnya puasa ramdahan juga harus rukun puasa. Adapun Rukun Puasa adalah1)  Niat, puasa dianggap tidak sah tanpa disertai dgn niat yg dilakukan di malam hari sebelum terbitnya fajar. Sebagaimana sabda  Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam :  "Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya" HR. Bukhori dan Muslim. 2)   Menahan diri dari hal hal yg bisa membatalkan puasa, menyerupai makan, minum, Melakukan hubungan suami ister, mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Lalu siapa saja yg diperbolehkan berbuka pada bulan Ramadhan? Hal hal yg membolehkan seseorang utk berbuka puasa :
1.   Safar
2.   Sakit. 
3.   Mengandung dan menyusui.
4.   Jompo, atau usia lanjut. 
5.   Kehausan dan kelaparan, yg melampaui batas

Hal hal yg disunnahkan dalam berpuasa :
1.   Sahur walaupun dgn seteguk air, 
2.   Menyegerakan berbuka. 
3.   Berdo'a ketika akan berbuka.
4.  Menahan anggota badan utk tidak melaksanakan hal hal yg bisa mengurangi pahala puasa. 
5.   Berusaha utk mandi janabah atau mandi sehabis haidh atau nifas sebelum fajar, supaya puasanya semenjak pagi sudah dalam keadaan suci, walaupun kalau mandinya dilakukan sehabis fajar tetap puasanya dianggap sah.
6.   Memberi makan pada orang lain utk berbuka puasa, baik kuliner ringan, minuman atau lainnya, walaupun yg lebih utama ialah yg mengenygkan. 
7.   I'tikaf, terutama pada sepuluh hari yg terakhir di bulan Ramadhan.

Hal hal yg dimakruhkan ketika berpuasa :
1.   Puasa wishol (dua hari bersambung tanpa berbuka). 
2.   Melakukan kekerabatan mesra dgn istri yg dikhawatirkan sanggup membatalkan puasa. 
3.   Berlebih lebihan dalam melaksanakan hal yg  mubah, menyerupai mencium amis wangian disiang hari bulan Ramadhan.
4. Mencicipi makanan, alasannya ialah dikhawatirkan bisa tertelan dan bisa tercampur ludah yg kemudian tertelan.
5. Berkumur dan istinsyaq (menghirup air dgn hidung) secara berlebihan, alasannya ialah dikhwatirkan bisa tertelan yg mengakibatkan puasanya menjadi batal.

Hal hal yg bisa membatalkan puasa :
Hal hal yg membatalkan puasa dan mengharuskan utk qodho: 
1.  Makan dan minum dgn sengaja, kalau makan dan minum itu dilakukan tidak dgn sengaja, menyerupai lupa atau dalam paksaan, maka tidak membatalkan puasa, dan tidak mengharuskan utk diqodho. "Barang siapa yg lupa sedangkan ia sedang berpuasa, kemudian ia makan atau minum, maka teruskan puasanya, alasannya ialah ia telah diberi kuliner dan minuman oleh Allah  swt." (HR Jamaah)
2.  Minuman atau obat obatan yg bisa berfungsi menyerupai makanan, menyerupai infus, vitamin, dan lainnya. 
3.   Muntah dgn sengaja, kalau muntah tanpa sengaja maka puasanya tidak batal, dan tidak wajib diqodho. 
4. Haidh dan nifas walaupun sedikit dan terjadi sesaat menjelang terbenamnya matahari.
5.  Istimna', yaitu mengeluarkan air mani dgn sengaja, baik dgn onani, menghayal, atau mencium istrinya.
6.   Memasukkan sesuatu yg bukan kuliner pokok melalui lobang yg bisa hingga pada perut besar, menyerupai gula, garam, mentega, dan lain lain.
7.  Makan, minum dan melaksanakan kekerabatan suami isteri dgn meyakini bahwa matahari sudah terbenam atau fajar belum terbit, ternyata sebaliknya, matahari belum terbenam atau fajar sudah terbit. Dalam keadaan menyerupai ini batallah puasa dan baginya wajib mengqodhonya di kemudian hari.

Yang membatalkan puasa dan mengharuskan qodho dan kaffarah Jima' atau melaksanakan kekerabatan suami isteri di siang hari bulan  Ramadhan, dgn sengaja, walaupun tanpa mengeluarkan air mani, dan kewajiban ini berlaku bagi keduanya, laki laki dan wanita. 

Seperti yg terjadi pada seorang badui yg tiba pada Nabi dan menceritakan bahwa ia telah melaksanakan kekerabatan suami istri, maka kemudian Nabi mewajibkan ia utk membayar kaffarah, yaitu secara berurutan; memerdekakan budak, jika  tidak bisa puasa dua bulan berturut turut, dan kalau tidak bisa memberi makan 60 orang miskin. (HR. Jama'ah dari Abi Hurairah. Lihat : Nailul Author 4/214)


Puasa ramadhan, dilakukan bukan hanya bertujuan utk menahan lapar dn haus, akan tetapi dgn berpuasa ramadhan seseorang yg melaksanakan harus benar -benar bisa menahan dan mengendalikan hawa nafsunya. Serta harus menjalankan ibadah yg menjadi kewajibannya juga, menyerupai shalat, zakat, dzikir, membaca al-qur’an, membantu antar sesama dan berbuat baik kepada sesama apapun itu bentuknya. Dan tujuan utama dari melaksanakan puasa yaitu supaya orang tersebut sanggup menjadi seseorang yg bertaqwa 

Jika puasa ramadham ditujukan menjadi seseorang yg bertaqwa  makah nasihat dan manfaat dari menjalankan puasa ramadhan bagi yg menjalankannya adalah:
1. Melatih diri Untuk menjadi langsung yg Lebih tabah dan sabar
2. Tercapainya derajat ketaqwaan seseorang 
3. Melatih seseorang menjadi lebih menghargai waktu ( lebih disiplin ) 
4. Melatih seseorang menjadi lebih Bersyukur 
5. Menjadikan seseorang Lebih pedulli terhadap sesama 
6. Mempererat silaturahmi
7. Semua hal yg dilakukan ialah ibadah 
8. Membiasakan diri utk berhati – hati dalam berbuat 
9. Melatih diri utk Hidup sederhana
10. Menunjukkan Keseimbangan Hidup
11. Setiap ibadah , mempunyai tujuan 
12. Menjadi langsung yg lebih baik
13. Hikmah puasa dalam bidang kesehatan 


Begitu banyak nasihat dari menjalankan ibadah puasa ramadhan. Jadi, masa iya kita akan menyianyiakan kesempatan emas utk menerima pahala serta menerima badan yg sehat. Tentu tidak bukan? atau adakah yg masih bermalas – malasan utk tidak mengerjakan puasa ramadhan serta kewajiban yg lain? Jika masih ada, berarti anda menginginkan menjadi orang yg rugi.


DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Keutamaan Ramadhan Dan Syarat Syarat Sah Puasa Ramadhan

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Keutamaan Ramadhan Dan Syarat Syarat Sah Puasa Ramadhan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Keutamaan Ramadhan Dan Syarat Syarat Sah Puasa Ramadhan dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2007/01/keutamaan-ramadhan-dan-syarat-syarat.html

0 Response to "Keutamaan Ramadhan Dan Syarat Syarat Sah Puasa Ramadhan"

Posting Komentar