Modul Penguatan Pendidikan Aksara Untuk Guru, Kepala Sekolah Dan Pengawas Sekolah

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Modul Penguatan Pendidikan Aksara Untuk Guru, Kepala Sekolah Dan Pengawas Sekolah

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Modul Penguatan Pendidikan Aksara Untuk Guru, Kepala Sekolah Dan Pengawas Sekolah, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel bimbel masuk ptn, Artikel Info, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Modul Penguatan Pendidikan Aksara Untuk Guru, Kepala Sekolah Dan Pengawas Sekolah
link : Modul Penguatan Pendidikan Aksara Untuk Guru, Kepala Sekolah Dan Pengawas Sekolah

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Modul Penguatan Pendidikan Aksara Untuk Guru, Kepala Sekolah Dan Pengawas Sekolah

 MODUL PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK GURU
Saat ini Admin mengikuti Penguatan Pelatihan Kurikulum 2013 walau hanya utk fasilitator Kurikulum 2013 tahun 2017 tingkat Kabupaten. Di provinsi Banten mulai hari 21 Maret 2017 dilaksanakan Pelatihan Kurikulum 2013 bagi Instruktur tingkat Kabupaten.

Ada tiga Agenda Penting Implementasi Kurikulum 2013 di tahun 2017 yakni Penguatan Pendidikan Karakter, Penguatan Budaya Literasi, dan Pembelajaran Abad 21. Khusus materi Penguatan Pendidikan Karakter bahkan diwajibkan menjadi salah satu agenda acara dalam acara MGMP, MKKS dan MKPS. Hal ini terlihat dari panduan pertolongan dana utk MGMP yg mewajibkan adanya acara / materi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).


Pada Upload kali ini Admin akan mensharekan atau membagikan Modul Penguatan Pendidikan Karakter Untuk Guru, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan komite sekolah sebagai materi diskusi dalam pembinaan Kurikulum 2013. Untuk Materi yg lain yakni Penguatan Budaya Literasi (Klik Disini) dan Pembelajaran Abad 21 (Klik Disini)

 MODUL PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK PENGAWAS SEKOLAH

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) tidak lepas dari agenda Nawa Cita yg menjadi visi Presiden Joko Widodo. Ada 5 nilai yg menjadi fokus PPK, yaitu nasionalis, integritas, mandiri, gotong rotong, dan religius.

Ada lima nilai utama abjad yg saling berkaitan membentuk jejaring nilai yg perlu dikembangkan sebagai prioritas Gerakan PPK. Kelima nilai utama abjad bangsa yg dimaksud ialah sebagai berikut:

1. Religius
Nilai abjad religius mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan yg Maha Esa yg diwujudkan dalam sikap melaksanakan anutan agama dan kepercayaan yg dianut, menghargai perbedaan agama,menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan tenang dgn pemeluk agama lain.
Nilai abjad religius ini mencakup tiga dimensi kekerabatan sekaligus, yaitu kekerabatan individu dgn Tuhan, individu dgn sesama, dan individu dgn alam semesta (lingkungan). Nilai abjad religius ini ditunjukkan dalam sikap menyayangi dan menjaga keutuhan ciptaan. Subnilai religius antara lain cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, teguh pendirian, percaya diri, kerja sama antar pemeluk agama dan kepercayaan, antibuli dan kekerasan,persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, menyayangi lingkungan, melindungi yg kecil dan tersisih.

2. Nasionalis
Nilai abjad nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat yg memberikan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yg tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi,dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.Subnilai nasionalis antara lain apresiasi budaya bangsa sendiri,menjaga kekayaan budaya bangsa,rela berkorban, unggul, danberprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan,taat hukum, disiplin,menghormati keragaman budaya, suku,dan agama.

3. Mandiri
Nilai abjad berdikari merupakan sikap dan sikap tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran,waktu utk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita.Subnilai berdikari antara lain etos kerja (kerja keras), tangguh tahan banting, daya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

4. Gotong Royong
Nilai abjad bahu-membahu mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan pundak membahu menuntaskan persoallan bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan/pertolongan pada orang-orang yg membutuhkan. Subnilai bahu-membahu antara lain menghargai, kerja sama,inklusif, kesepakatan atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolongmenolong,solidaritas, empati, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan.

5. Integritas
Nilai abjad integritas merupakan nilai yg mendasari sikap yg didasarkan pada upaya menimbulkan dirinya sebagai orang yg selalu sanggup mengemban amanah dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan,memiliki kesepakatan dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral (integritas moral).

Karakter integritas mencakup sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif terlibat dalam kehidupan sosial, melalui konsistensi tindakan dan perkataan yg menurut kebenaran. Subnilai integritas antara lain kejujuran, cinta pada kebenaran, setia,komitmen moral, anti korupsi, keadilan, tanggung jawab, keteladanan, dan menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas).

Kelima nilai utama abjad bukanlah nilai yg bangun danberkembang sendiri-sendiri melainkan nilai yg berinteraksi satu sama lain, yg berkembang secara dinamis dan membentuk keutuhan pribadi. Dari nilai utama manapun pendidikan abjad dimulai, individu dan sekolah pertlu menyebarkan nilai-nilai utama lainnya baik secara kontekstual maupun universal. Nilai religius sebagai cerminan dari doktrin dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa diwujudkan secara utuh dalam bentuk ibadah sesuai dgn agama dan keyakinan masing-masing dan dalam bentuk kehidupan antarmanusia sebagai kelompok, masyarakat,maupun bangsa. Dalam kehidupan sebagai masyarakat dan bangsa nilai – nilai religius dimaksud melandasi dan melebur di dalam nilai-nilai utama nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas. Demikian pula jikalau nilai utama nasionalis digunakan sebagai titik awal penanaman nilai-nilai karakter, nilai ini harus dikembangkan menurut nilai-nilai keimanan dan ketakwaan yg tumbuh bersama nilai-nilai lainnya.

Dalam prakteknya kelima nilai tersebut dijabarkan dalam beberapa nilai. Penjabaran dari nasionalis seperti; cinta tanah air, semangat kebangsaan, dan menghargai kebhinekaan. Penjabaran dari nilai integritas seperti; kejujuran, keteladanan, kesantunan, dan cinta pada kebenaran.Penjabaran dari nilai berdikari seperti; kerja keras, disiplin, kreatif, berani, dan pembelajar. klasifikasi dari nilai bahu-membahu seperti; kerjasama, solidaritas, saling menolong dan kekeluargaan. Adapun klasifikasi dari nilai religius seperti; beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, bersih, toleransi, dan cinta lingkungan. Orang tua, guru, masyarakat, dan para pemegang kebijakan tentunya sanggup menyebarkan klasifikasi nilai-nilai lainnya sepanjang relevan dgn lima nilai yg menjadi fokus PPK.

Karena bangsa-bangsa andal dan maju di dunia ini pada umumnya berkarakter kuat, ibarat pekerja keras, disiplin, jujur, berintegritas, mempunyai rasa cinta tanah air yg tinggi. Oleh alasannya ialah itu, bangsa Indonesia, sebagai salah satu bangsa terbesar di dunia perlu juga diperkuat karakternya semoga sanggup menjadi bangsa yg maju, beradab, dan kompetitif di tengah ketatnya persaingan globalisasi dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), serta dalam rangka mempersiapkan generasi emas tahun 2045.

Pendidikan abjad disamping mengacu kepada Nawa Cita yg digulirkan presiden Joko Widodo, juga merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 perihal Sistem Pendidikan Nasional. Pada pasal 3 disebutkan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi menyebarkan kemampuan dan membentuk tabiat serta peradaban bangsa yg bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan utk berkembangnya potensi penerima didik semoga menjadi insan yg beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yg demokratis serta bertanggung jawab.”

Hamid Muhammad dikutip dari laman dikdas.kemdikbud memberikan bahwa PPK mencakup pada tiga hal. Pertama, penguatan kejujuran dan integritas. Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan orang jujur dan berintegritas. Faktanya pada pelaku korupsi justru banyak berasal dari kalangan berpendidikan tinggi. Pendidikan yg tinggi tidak selalu identik dgn kejujuran. Keserakahan menjadi faktor utama terjadinya di kalangan orang pendidikan mempunyai jabatan di lembaga-lembaga pemerintahan. Justru banyak orang yg berpendidikan rendah dan miskin jujur. Walau mereka kondisinya miskin, tapi hatinya kaya, masih mempunyai nurani, mempunyai rasa takut dan aib yg tinggi.

Kedua, penguatan sikap yg berkaitan dgn kinerja. Bangsa Indonesia dikenal kurang menghargai waktu dan kurang disiplin. Hal ini sanggup kita lihat sikap warga masyarakat di jalan raya. Pelaksanaan rapat yg sering terlambat alasannya ialah penerima banyak yg terlambat hadir alias jam karet, terlalu banyak membuang waktu memperdebatkan yg kurang penting sehingga kurang produktif.

Ada pribahasa Inggris yg menyampaikan bahwa waktu ialah uang. Begitu pun dalam anutan agama Islam diingatkan perihal kerugian bagi orang yg menyia-nyiakan waktu. Dalil Al Qur’annya banyak dibaca, tetapi belum benar-benar dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Urusan disiplin justru bangsa Indonesia harus banyak menconto kepada negara Jepang dan Korea selatan yg sangat menghargai waktu dan produktivitasnya tinggi.

Ketiga, penguatan nasionalisme dan rasa kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa harus dikuatkan kembali. Hal ini bertujuan semoga semangat utk menyayangi negeri sendiri semakin tumbuh dan besar lengan berkuasa di tengah derasnya efek budaya ajaib (barat) yg masuk ke Indonesia. Implementasi nilai-nilai religi, kemanusiaan, persatuan dan kesatuan, musyawarah mufakat, dan keadilan perlu ditanamkan, dikembangkan, dan dikokohkan kepada seluruh bangsa Indonesia.

Ditegaskan oleh Hamid Muhammad bahwa abjad merupakan fondasi dalam implementasi K-13 sehingga perlu benar-benar diinternalisasikan dalam pembelajaran. Dan tentunya guru ialah sosok kunci yg dibutuhkan menjadi ujung tombak dalam implementasinya. Selain itu, perlu diciptakan suasana yg aman dalam PPK di sekolah. Hal yg paling utama ialah adanya keteladanan dari Kepala Sekolah, guru dan tenaga kependidikan.

Bagaimana Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di kelas / sekolah ? Berdasarkan modul Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) tidak mengubah kurikulum yg sudah ada, melainkan optimalisasi kurikulum pada satuan pendidikan. Gerakan PPK perlu dilaksanakan di satuan pendidikan melalui aneka macam cara sesuai dgn kerangka kurikulum yaitu alokasi waktu minimal yg ditetapkan dalam Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum, dan acara ekstrakurikuler yg dikelola oleh satuan pendidikan sesuai dgn peminatan dan karakteristik penerima didik, kearifan lokal, daya dukung, dan budi satuan pendidikan masing-masing.

Pelaksanaan Gerakan PPK diubahsuaikan dgn kurikulum pada satuan pendidikan masing-masing dan sanggup dilakukan melalui tiga cara,
yaitu:
1.     Mengintegrasikan pada mata ajaran yg ada di dalam struktur kurikulum dan mata anutan Muatan Lokal (Mulok) melalui acara intrakurikuler dan kokurikuler. Sebagai acara intrakurikuler dan kokurikuler, setiap guru menyusun dokumen perencanaan pembelajaran berupa Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai mata ajarannya masing-masing. Nilai-nilai utama PPK diintegrasikan ke dalam mata anutan sesuai topik utama nilai PPK yg akan dikembangkan/dikuatkan pada sesi pembelajaran tersebut dan sesuai dgn karakteristik mata anutan masing-masing. Misalnya,mata anutan IPA utk Sekolah Menengah Pertama mengintegrasikan nilai nasionalisme dgn mendukung konservasi energi pada materi perihal energi.
2.   Mengimplementasikan PPK melalui acara ekstrakurikuler yg ditetapkan oleh satuan pendidikan. Pada acara ekstrakurikuler,satuan pendidikan melaksanakan penguatan kembali nilai-nilai abjad melalui aneka macam kegiatan. Kegiatan ekskul sanggup dilakukan melalui kerja sama dgn masyarakat dan pihak lain/lembaga yg relevan, ibarat PMI, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perdagangan,museum, rumah budaya, dan lain-lain, sesuai dgn kebutuhan dan kreativitas satuan pendidikan.
3.     Kegiatan penyesuaian melalui budaya sekolah dibentuk dalam proses acara rutin, spontan, pengkondisian, dan keteladanan warga sekolah. Kegiatan-kegiatan dilakukan di luar jam pembelajaran utk memperkuat pembentukan abjad sesuai dgn situasi, kondisi,ketersediaan sarana dan prasarana di setiap satuan pendidikan.


Bagi Anda yg belum mempunyai Modul Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) silahkan klik link download di bawah ini

Modul Pelatihan pada lima link dibawah ini;

Download Modul pembinaan PPK bagi guru modul PPK Untuk guru SD dan SMP, sedangkan Sekolah Menengan Atas (Klik Disini)

Download Modul pembinaan PPK bagi Kepsek (SD dan SMP, sedangkan Sekolah Menengan Atas menyesuaikan) modul ppk Untuk kepsek (Klik Disini)

Download Modul pembinaan PPK bagi Komite modul PPK utk Komite (Klik Disini)

Download Modul pembinaan PPK  modul PPK utk Pengawas Sekolah (Klik Disini)

Download Modul pembinaan PPK Panduan Penilaian PPK panduan evaluasi PPK (KlikDisini)

Untuk Mendownload Modul Gerakan Literasi Sekolah (Klik Disini)

Untuk warta Pembelajaran Abada 21 (Klik Disini)
loading...


= Baca Juga =



DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Modul Penguatan Pendidikan Aksara Untuk Guru, Kepala Sekolah Dan Pengawas Sekolah

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Modul Penguatan Pendidikan Aksara Untuk Guru, Kepala Sekolah Dan Pengawas Sekolah kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Modul Penguatan Pendidikan Aksara Untuk Guru, Kepala Sekolah Dan Pengawas Sekolah dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2007/01/modul-penguatan-pendidikan-aksara-untuk.html

0 Response to "Modul Penguatan Pendidikan Aksara Untuk Guru, Kepala Sekolah Dan Pengawas Sekolah"

Posting Komentar