Pengertian Bangsa, Negara Dan Nasionalisme

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Pengertian Bangsa, Negara Dan Nasionalisme

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Pengertian Bangsa, Negara Dan Nasionalisme, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel bimbel masuk ptn, Artikel ilmu, Artikel Info, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Pengertian Bangsa, Negara Dan Nasionalisme
link : Pengertian Bangsa, Negara Dan Nasionalisme

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Pengertian Bangsa, Negara Dan Nasionalisme

Istilah bangsa, negara, rakyat, warganegara, masyarakat dan suku bangsa/etnis gotong royong sudah lazim menjadi pembicaraan dan ihwal sehari-hari namun belum memperoleh definisi yg baku. Para pakar memperlihatkan definisi sesuai dgn sudut pandang masing-masing, sehingga secara konseptual para pakar memperlihatkan definisi yg sangat bermacam-macam dan berbeda-beda. Contoh : Perbedaan orang Melayu dgn suku Jawa dan bangsa Indonesia; Perbedaan orang Cina di RRC dgn sebagian penduduk orisinil Kalimantan Barat dan orang Cina perantauan; Perbedaan orang India, orang Arab, orang Pakistan di negara asalnya dgn warga negara Indonesia keturunan India, Arab dan Pakistan tersebut. Konsep bangsa dan suku bangsa menjadi bahasan yg menarik lantaran utk mengekspresikan sesuatu yg penting berkaitan dgn relasi antara insan dgn manusia, insan dgn negaranya dan insan dgn upaya kelangsungan hidupnya.

Istilah bangsa sanggup dipandang sebagai pendatang gres dalam planet bumi dan sejarah manusia, yg dihasilkan dari persilangan/asimilasi manusia, kepentingan dan semangat kolonialisme. Upaya utk memapankan kriteria objektif terhadap istilah bangsa, pada umumnya dipakai parameter kesamaan wilayah tempat tinggal, rasa kesukuan, bahasa, sejarah, budaya, ciri fisik, loyalitas terhadap negara dan sebagainya. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdikbud mendefinisikan bangsa sebagai berikut : (1) Bangsa yaitu orang-orang yg bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, sejarah dan berpemerintahan sendiri. (2) Bangsa yaitu kumpulan insan yg terikat oleh kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi. 


Perkembangan konsep bangsa sanggup dipahami melalui penelusuran “makna bangsa” berikut ini :
1) Istilah bangsa merujuk pada kelompok penduduk orisinil dibanding kelompok orang gila (bangsa = penduduk asli)


2) Istilah bangsa merujuk pada kelompok elit keagamaan dan elit sosial politik yg mewakili anggotanya dalam perdebatan kepentingan agama, mazhab atau aliran, budaya dan sosial melawan kelompok lainnya (bangsa = masyarakat)


3) Istilah bangsa tidak hanya merujuk pada kelompok elit tetapi juga melibatkan masyarakat secara keseluruhan (bangsa = rakyat)


4) Istilah bangsa merujuk pada seluruh penduduk suatu negara yg sudah merdeka dan berdaulat (bangsa = warganegara)


5) Istilah bangsa merujuk pada keberagaman suku bangsa yg mengikat diri dalam negara yg merdeka dan berdaulat (bangsa = suku bangsa)


Dengan memahami konsep terbentuknya bangsa secara utuh akan dihasilkan kesamaan kepentingan nasional, dalam arti bisa menumbuhkan nasionalitas (rasa kebangsaan) dan nasionalisme (gerakan ideologis dan jiwa kebangsaan) yg kokoh. Nasionalitas dan nasionalisme intinya merujuk pada tiga hal pokok yaitu :


1) Nasionalisme sebagai unifikasi/penyatuan nasional yg merujuk pada proses pembentukan bangsa dan negara yg merdeka.


2) Nasionalisme sebagai budaya bangsa yg merujuk pada proses membangun kesadaran dan solidaritas nasional dihadapkan pada dampak internasional dan nasionalisme bangsa lain


3) Nasionalisme merujuk pada negara bangsa yg merujuk pada fenomena ideologis yg dimunculkan dan dikembangkan utk meraih identitas nasional dalam segenap aspek kehidupan bangsa yg berbeda dgn nasionalisme negara lain.


Perspektif nasionalisme pada dikala ini sudah menjadi otoritas dan karakteristik setiap negara dalam memasuki kancah pergaulan internasional, relasi antar bangsa dan usaha mewujudkan harapan dan tujuan nasionalnya. Dalam tata dunia yg bersifat global, setiap bangsa mempunyai homogenistas kepentingan yg didasarkan pada kesamaan asal undangan bangsa, sejarah bersama, berhak atas wilayah nasional dan menyatakan kemerdekaan. Dalam tata pergaulan antar bangsa, praktek nasionalisme mempunyai dua kecenderungan, yaitu : (1) Nasionalisme yg bersifat polisentris yaitu setiap bangsa saling menghormati dan berhubungan utk memperkaya peradapan dan memperjuangkan kepentingan nasional masing-masing. (2) Nasionalisme etnosentris yaitu suatu bangsa yg menganggap dirinya paling superior/berkuasa dan cenderung mendominasi/menjajah bangsa lain.


Eksistensi bangsa Indonesia sebagai bangsa yg menegara/merdeka tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar ’45, yaitu :” kemerdekaan yaitu hak segala bangsa dan oleh alasannya yaitu itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan lantaran tidak sesuai dgn perikemanusiaan dan perikeadilan”. Dalam melakukan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, bangsa Indonesia telah bersepakat bahwa negara Indonesia yaitu Negara Kesatuan yg berbentuk Republik (NKRI) dan berkedaulatan rakyat yg dilakukan sepenuhnya oleh MPR. Oleh lantaran itu, utk menjamin eksistensi bangsa dan negara Indonesia dgn segenap kepentingannya, maka setiap warganegara diwajibkan ikut serta dalam bela negara, yg diwujudkan melalui kesatuan sikap, tekad dan upaya mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan negara, persatuan dan kesatuan bangsa, keutuhan wilayah nasional serta NKRI yg berdasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.


Negara sebagai bab yg tak terpisahkan dari pembahasan bangsa, rakyat, masyarakat dan penduduk, intinya yaitu kelanjutan dari keinginan insan utk menyempurnakan kebutuhan dan tuntutan hidupnya. Secara naluri dan kodrati, insan yaitu “zoon politicon” atau makhluk yg selalu hidup bermasyarakat, yg mempunyai dorongan dan motif menyebarkan diri seluas-luasnya. Dalam hal ini motif yg setiap orang mencakup : (1) motif aktualisasi diri, (2) motif harga diri, (3) motif memenuhi kebutuhan pokok, (4) motif rasa kondusif dan (5) motif sosial. Dengan semakin luasnya pergaulan antar insan maka kebutuhan terhadap banyak sekali bentuk organisasi juga semakin luas. Organisasi Negara intinya yaitu pemekaran atau ekspansi jenjang organisasi dibawahnya menyerupai RT, RW, desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi sedang dalam konsep yg lebih luas negara merupakan bab wilayah regional dan dunia.Kebutuhan unit organisasi dari tingkat terrendah (RT) hingga pada organisasi dunia intinya dilatar belakangi oleh kesamaan persepsi, pengakuan, harapan dan kepentingan antar manusia. Berdasar kesamaan di atas maka insan membentuk organisasi yg mencerminkan perasaan sebangsa, setanah air (negara), seperjuangan, senasib dan sepenanggungan.


Pemahaman terhadap konsep negara, menyerupai halnya konsep bangsa mempunyai definisi yg berbeda-beda. Berikut ini dikutipkan beberapa definisi negara dari para pakar sebagai berikut :


1) Thomas Hobbes : Negara yaitu suatu badan yg dibangun oleh orang banyak, yg masing-masing berjanji akan menggunakannya sebagai alat utk menjaga keamanan dan derma bagi setiap anggotany
2) J.J. Rousseau : Negara yaitu perserikatan rakyat utk bersama-sama melindungi dan mempertahankan hak pribadi masing-masing dan harta benda anggotanya semoga tetap hidup dalam kondisi yg merdeka
3) Bellefroid : Negara yaitu komplotan aturan utk menempati wilayah tertentu, yg dilengkapi kekuasaan tertinggi utk mewujudkan kemakmuran rakyatnya
4) Karl Marx : Negara yaitu alat kekuasaan bagi insan utk menindas kelompok insan lainnya 


Berdasar beberapa pengertian di atas sanggup ditarik selesai bahwa : 


(1) Negara yaitu organisasi bangsa yg terbentuk dari sekelompok atau beberapa kelompok insan yg secara bersama mendiami wilayah tertentu di bawah satu pemerintahan yg mengurus tata tertib dan keselamatan bangsa tersebut
(2) Negara yaitu perserikatan insan utk melakukan pemerintahan melalui aturan dgn kekuasaan yg mengikat dan sanggup memaksa masyarakat yg mendiami wilayah tertentu utk membedakan dgn kondisi masyarakat lainnya
(3) Negara yaitu kesatuan wilayah, Pemerintahan dan warga negara (penduduk, rakyat) yg memperoleh legalisasi dari negara-negara lain.


Bangsa Indonesia terdiri dari banyak sekali suku yg mempunyai dan memakai bahasa kawasan dan dialek, menganut banyak sekali macam agama, terikat beraneka macam adab istiadat dan kebiasaan, mempunyai wilayah yg berbentuk negara kepulauan serta terletak pada posisi silang di antara dua benua yaitu Asia dan Australia dan samudra besar yaitu Pasifik dan Hindia. Kondisi dan lokasi tersebut merupakan asset bangsa yg tak ternilai harganya meskipun di dalamnya terdapat sumber mara ancaman dan ancaman, terutama jikalau dimanfaatkan oleh fihak-fihak tertentu yg memaksakan kehendaknya. Kondisi wilayah yg berbentuk negara kepulauan atau nusantara yg terletak pada posisi silang dunia juga membawa konsekuensi logis yaitu merupakan sentra lalu-lintas kekuatan dan dampak gila yg terbuka lebar, setiap dikala dari segala penjuru, baik yg menguntungkan maupun merugikan kepentingan bangsa Indonesia.

Nama Indonesia dipakai pertama kali oleh Adolf Bastian (1884) dgn merujuk asal kata Indos (kesamaan penduduk dan budaya) dan Nesos (kepulauan). Nama Indonesia kemudian diperjuangkan oleh para ilmuwan barat dan cowok Indonesia yg sedang berguru di Belanda utk mewujudkan persatuan dan kesatuan penduduk dan budaya yg tersebar di kepulauan ini serta hak politik yg baru. Sebelum lahirnya nama Indonesia, nama negara yg pernah dipakai yaitu nama kerajaan menyerupai Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit, nama kraton menyerupai Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, Kasunanan Cirebon dan nama rakyat dan negara jajahan (kolonial). Sedang dari segi kewilayahan negara Indonesia juga disebut sebagai Nusantara, yg mengandung arti sebagai satu kesatuan utuh wilayah dalam mana terdapat pulau-pulau dan formasi pulau-pulau yg dihubungkan, didekatkan dan dipersatukan oleh laut. Selain sebutan tersebut, bangsa Indonesia juga menyebut negaranya dgn Tanah Air, Ibu Pertiwi, Tanah Tumpah Darah dan sebagainya.

= Baca Juga =



DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Pengertian Bangsa, Negara Dan Nasionalisme

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Pengertian Bangsa, Negara Dan Nasionalisme kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Pengertian Bangsa, Negara Dan Nasionalisme dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2007/01/pengertian-bangsa-negara-dan.html

0 Response to "Pengertian Bangsa, Negara Dan Nasionalisme"

Posting Komentar