Prinsip Mencar Ilmu Dan Pembelajaran Di Tk Dan Sd Kelas Bawah

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Prinsip Mencar Ilmu Dan Pembelajaran Di Tk Dan Sd Kelas Bawah

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Prinsip Mencar Ilmu Dan Pembelajaran Di Tk Dan Sd Kelas Bawah, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel bimbel masuk ptn, Artikel ilmu, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Prinsip Mencar Ilmu Dan Pembelajaran Di Tk Dan Sd Kelas Bawah
link : Prinsip Mencar Ilmu Dan Pembelajaran Di Tk Dan Sd Kelas Bawah

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Prinsip Mencar Ilmu Dan Pembelajaran Di Tk Dan Sd Kelas Bawah

 PRINSIP  BELAJAR  DAN PEMBELAJARAN DI Taman Kanak-kanak DAN SD KELAS BAWAH PRINSIP  BELAJAR  DAN PEMBELAJARAN DI Taman Kanak-kanak DAN SD KELAS BAWAH

Prinsip  berguru dan pembelajaran  merupakan  ketentuan  hukum  yg  harus  dijadikan pegangan  di  dalam  pelaksanaan  kegiatan  belajar.  Seorang  ilmuwan berpendapat  bahwa  berguru  anak berbeda  dgn  belajar  orang dewasa  karena  anak  belajar  setiap  saat.  Prinsip  belajar  anak  akan memberikan  implikasi  terhadap  tugas  guru.  Cermati  prinsip-prinsip berguru dan pembelajaran yg sanggup dipakai di TK atau SD Kelas bawah, sebagai berikut.

a) Anak ialah pembelajar aktif
Ketika kita menyampaikan anak aktif, yg perlu kita pahami ialah sifat-sifat  mulitidimensional  dari  aktivitas  anak  tersebut. Pertama ketika  mereka  bergerak,  mereka  mencari  stimulasi  yg  sanggup meningkatkan  keselamatan  anak  utk  belajar. Kedua,  anak menggunakan  seluruh  tubuhnya  sebagai  alat  utk  belajar  dan melibatkan  semua  alat  indranya  seperti  merasakan,  menyentuh, mendengar,  melihat,  mengamati,  suatu  objek  atau  melaksanakan eksplorasi.  Contoh:  ketika  anak  melihat  buah  ia  akan melihat,meraba, mencium, menggigit.  Untuk mencoba rasanya, ia akan  menanyakan  buah  apa,  dan  ia  akan  mendengarkan penjelasan  tentang  nama  buah  tersebut  dari  guru  atau  orang  bau tanah atau orang pintar balig cukup akal lainnya.  Ketiga, anak ialah akseptor yg aktif dalam mencari pengalamannya sendiri. Ketika anak melihat mainan ia  akan  mencoba  sendiri,  mengidentifikasi  terdiri  dari  apa, bagaimana  cara  kerjanya  sampai  ia  menentukan  sendiri  tanpa diajari. Bagaimana berdasarkan pendapat Anda implikasi prinsip-prinsip berguru tersebut terhadap kiprah guru? Guru atau praktisi dalam memfasilitasi  belajar  anak  hendaknya  memberi  kesempatan kepada  anak  dgn  berbagai  rangsangan  maupun  kegiatan-kegiatan  dan  objek-objek,  benda,  benda  yg  dapat  merangsang indra  anak.  Anak  sebaiknya  memperoleh  pengalaman eksklusif (hands on experience). Misalnya anak diajak karyawisata ke kebun utk  mengenal  tanaman.  Guru  harus  mengamati  anak  dgn cermat sehingga sanggup mencari alternatif terbaik utk memenuhi kebutuhan anak.

b) Belajar anak dipengaruhi oleh kematangan
Kematangan  merupakan  suatu  masa  dimana  pertumbuhan  dan perkembangan mencapai titik kulminasi utk melaksanakan kiprah perkembangan  tertentu.  Kematangan  yg  dicapai  oleh  setiap individu  pada  prinsipnya  berbeda.  Implikasinya  terhadap  guru adalah  guru  harus  memahami  bagaimana  kematangan  anak  itu dapat  dicapai,  dan  menetapkan  apa  yg  harus  dilakukan  dalam memfasilitasi kematangan tersebut. Contoh anak yg telah meiliki kematangan  utk  menulis,  ia  akan  mudah  mengekspresikan harapan atau pengalamannya melalui tulisan. Anak yg mempunyai kematangan  utk  membaca,  ia  akan  mudah  belajar  membaca apalagi  kalau  cara  yg  digunakan  sesuai  dgn  karakteristik perkembangan anak. 

c) Belajar anak dipengaruhi oleh lingkungan
Anak memperoleh pengetahuan dan keterampilan tidak hanya dari kematangan,  tetapi  lingkungan pun memberikan  kontribusi  yg sangat  berarti  dan  sangat  mendukung  proses  belajar  anak.  Anak akan berguru dgn baik apabila merasa kondusif dan nyaman secara psikologis dalam lingkungannya.

Lingkungan  tersebut  bukan  hanya lingkungan  fisik,  tetapi  juga lingkungan psikologis”. Agar berguru anak optimal, maka dibutuhkan lingkungan  yg  dapat  menstimulasi  anak  utk  melaksanakan berbagai  aktivitas  sehingga  anak  dapat  menyebarkan pemahaman  barunya  melalui  mengamati  atau  berpartisipasi dgn guru juga belum dewasa lainnya,  atau dgn orang pintar balig cukup akal lainnya.Contoh  anak  akan  mudah  belajar  membaca  apabila disediakan area baca yg telah dilengkapi dgn bahan-bahan yg  memungkinkan  anak  melek  huruf.  Misalnya  tersedia  buku-buku yg  menarik  dan  dapat  menstimulasi  anak  utk  berguru membaca, tersedia kartu kata. Huruf-huruf, Big Book, dan bahan- bahan  lain  yg  merangsang  anak  utk  belajar  membaca. Lingkungan  sosial,  umpamanya,  melihat  orang  lain  membaca, disuruh membaca, dihargai ketika ia bisa, didorong, dimotivasi dan difasilitasi.

Bagaimana implikasinya terhadap kiprah guru? Guru hendaknya mengatur  atau  mengorganisasi  lingkungannya  agar  kebutuhan biologis  dan  fisik  anak  terpenuhi.  Contohnya  di  sekolah  anak memerlukan  toilet  kapan  pun  mereka  membutuhkan,  atau  guru menyediakan ruang istirahat sehingga mereka sanggup istirahat ketika mereka lelah. Lingkungan juga harus menyenangkan utk anak. Ketika  mereka  harus  bermain  di  luar  tidak  membatasi  gerak mereka. 

d) Anak berguru melalui kombinasi pengalaman fisik dan interaksi sosial
Pengalaman fisik ialah pengalaman yg diperoleh anak melalui pengindraan terhadap objek-objek yg ada di lingkungan sekitar anak  melalui  manipulasi  langsung,  mendengar,  melihat,  meraba, merasa,  menyentuh  serta  melakukan  sesuatu  dgn  benda-benda  yg  ada  di  lingkungan  anak.  Dengan  kegiatan  tersebut belum dewasa akan memperoleh pengetahuan wacana benda-benda, bagaimana benda itu bekerja dan anak mencari kekerabatan antara benda  satu  dgn  benda  lain.  Pengetahuan akan  muncul  tidak hanya dari  kegiatan  pasiftetapi  juga  dari  aktivitas  berpikir  anak.  Contoh  ketika  anak  melihat  panci  ia  akan  melihat  panci  itu  apa, bagaimana  menggunakannya,  apa  hubungan  panci  dgn tutupnya dan sebagainya.

Pengalaman sosial anak dgn lingkungan fisik dan objek-objek juga  dipengaruhi  oleh  orang  lain.  Menurut  Vigotsky  ketika  anak bermain  dan  berkata  dgn  kelompok  atau  dgn  guru  dan dgn  orang  dewasa  lainnya,  mereka akan mengembangkan, mengubah,  menafsirkan  ide-idenya.  Contohnya;  anak  berguru bahasa  dari  lingkungannya  apabila  guru  di  sekolah  sering menawarkan kesempatan pada anak utk berkomunikasi dgn guru, dgn anak lainnya, maka anak akan gampang berkomunikasi apalagi  jika  didukung  oleh  lingkungan  sosial  yg  hangat  dan menyenangkan,  misalnya  anak  dihargai  pendapatnya,  direspon pertanyaannya, diberi  penguatan  yg  bermakna baik  penguatan verbal  maupun  dgn  penguatan  non  verbal.  Contoh  pengutan verbal “Dimas  anggun sudah sanggup menuntaskan kiprah dgn baik, mari beri tepuk tangan”.  Sedangkan conto penguatan non verbal dgn gerakan mengacungkan jempol kepada anak yg sudah menuntaskan tugasnya.

Bagaimana  implikasinya  terhadap  guru?  Guru  hendaknya menyediakan  lingkungan  belajar  bagi  anak  yg  dapat  memberi kesempatan pada anak utk berinteraksi melalui lingkungan fisik maupun  lingkungan  sosial  sehingga  anak  akan  menemukan pengetahuannya  sendiri  dan  merefleksikan  dalam  banyak sekali aktivitasnya. Lingkungan ibarat itu harus diciptakan oleh guru dan guru harus selalu memfasilitasi anak dalam belajar.

e) Anak berguru dgn gaya yg berbeda
Pernahkan Anda memperhatikan ketika anak sedang belajar? Anda tentu  akan  melihat  anak  yg  cepat  memahami  sesuatu  alasannya melihat.  Ada  juga  anak  yg  memahami  lebih  cepat  kalau mendengar  atau beliau harus bergerak, menyentuh, memegang dan sebagainya. 

Seorang ilmuwan  berpendapat  bahwa  setiap  anak  memiliki  gaya belajar  berbeda.  Ada  yg  tipe auditif ada  juga  yg  tipe  visual, atau  kinestetik.  Contoh  anak  yg  tipe  visual,  akan  merespon sesuatu  secara  lebih  baik  terhadap  apa  yg  mereka  lihat.  Anak yg  tipe  auditif  akan  merespon  lebih  baik  terhadap  apa  yg mereka  dengar.  Gaya  belajar  anak  yg  kinestetik  adalah  yg selalu harus bergerak dan secara terus menerus menyentuh benda utk mendapat konsep.

Implikasi  dari  prinsip  belajar  tersebut  terhadap  tugas  guru,  guru harus  menyediakan  kegiatan  yg  memungkinkan  anak  sanggup menggunakan  saluran  penginderaan  sesuai  dgn  tipe belajarnya,  sehingga  konsep  atau  keterampilan-keterampilan tertentu sanggup diperoleh anak. Guru perlu merancang kegiatan yg dibutuhkan  anak yg  dapat  memberi  kesempatan  pada  anak utk melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut. 

f)  Anak berguru melalui bermain
Anak  dapatbermain di  rumah,  di  sekolah  dan  dimanapun dgn orang lain, dgn benda-benda dan ide-idenya sendiri. Di sekolah anak sanggup bermain pada setiap area perkembangan. 

Menurut  Spodel  “Bermain  diartikan  sebagai  suatu  fundamental, karena  melalui  bermain  anak  memperoleh  dan  memproses informasi,  belajar  tentang  hal-hal  baru,  dan  melatih  keterampilan yg  sudah  ada.  Melalui  bermain  anak  dapat  memahami menciptakan  dan  memanipulasi  simbol-simbol  dan  melaksanakan percobaan dgn peran-peran sosial. Implikasinya terhadap kiprah guru di sekolah, guru perlu menyediakan benda-benda atau objek-objek  yg  memungkinkan  anak  melakukan  kegiatan  bermain, apakah bermain peran, bermain konstruktif, bermain imajinatif, dan permainan  lainnya.  Selain  itu  guru  juga  perlu  membuat lingkungan  sosial  yg  mendukung  kegiatan  bermain  bagi  anak. Guru juga sanggup memakai lingkungan sekolah sebagai sarana berguru anak yg dirancang secara efektif


DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Prinsip Mencar Ilmu Dan Pembelajaran Di Tk Dan Sd Kelas Bawah

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Prinsip Mencar Ilmu Dan Pembelajaran Di Tk Dan Sd Kelas Bawah kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Prinsip Mencar Ilmu Dan Pembelajaran Di Tk Dan Sd Kelas Bawah dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2007/01/prinsip-mencar-ilmu-dan-pembelajaran-di.html

0 Response to "Prinsip Mencar Ilmu Dan Pembelajaran Di Tk Dan Sd Kelas Bawah"

Posting Komentar