Puasa Syawal

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Puasa Syawal

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Puasa Syawal, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel bimbel masuk ptn, Artikel bimbinganshalat, Artikel ilmu, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, Artikel Wawasan-Islam, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Puasa Syawal
link : Puasa Syawal

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Puasa Syawal

PUASA SYAWAL

Syawal, adalah bulan kesepuluh dalam penanggalan hijriyah dan penanggalan Jawa. Pada tanggal 1Syawal, umat Islam merayakan hari raya Idul Fitri sebagai perayaan sesudah menjalani puasa pada bulan sebelumnya yakni bulan Ramadan. 


Bulan Syawal merupakan bulan kemenangan sesudah sebulan penuh berhasil menahan hawa nafsu. Semua orang bersuka ria menyambut bulan syawal. Sesungguhnya bulan Syawal ini mempunyai banyak keistimewaan tersendiri. Seperti dianjurkan utk melanjutkan puasanya guna menyempurnakan puasa di bulan Ramadhan dgn melaksanakan puasa Syawal selama 6 hari. Selain berpuasa selama 6 hari, keistimewaan lainnya yaitu adanya silaturahmi antar sesama muslim. Silaturahmi ini sanggup menguatkan tali persaudaraan yg sebelumnya sempat terputus.

Jumhurul fuqaha baik dari kalangan Al- Malikiyah, Asy-Syafi'iyah mapun Al-Hanabilah semua setuju menyampaikan bahwa puasa 6 hari di bulan Sawwal itu hukumnya sunnah. Meskipun mereka berbeda pendapat perihal cara melakukannya.

Haruskah dilakukan berturut-turut atau tidak ?
a. Asy-Syafi'iyah dan sebagian Al-Hanabilah
Al-Imam Asy-Syafi'i dan sebagian fuqaha Al-Hanabilah menyampaikan bahwa afdhalnya puasa 6 hari Syawwal itu dilakukan secarar berturut-turut selepas hari raya ? Iedul fithri. Yaitu tanggal 2 hingga tanggal 7 Syawwal. Dengan alasan biar jangan hingga timbul halangan kalau ditunda-tunda.

b. Mazhab Al-Hanabilah
Tetapi kalangan resmi mazhab Al-Hanabilah tidak membedakan apakah harus berturut-turut atau tidak, sama sekali tidak besar lengan berkuasa dari segi keutamaan. Dan mereka menyampaikan bahwa puasa 6 hari syawwal ini hukumnya tidak mustahab kalau yg melakukannya ialah orang yg tidak puasa bulan ramadhan.

c. Mazhab Al-Hanafiyah
Sedangkan kalangan Al-Hanafiyah yg mendukung kesunnahan puasa 6 hari syawwal menyampaikan bahwa lebih utama kalau dilakukan dgn tidak berturut-turut. Mereka menyarankan biar dikerjakan 2 hari dalam satu minggu.

d. mazhab Al-Malikiyah
Adapun kalangan fuqaha Al-Malikiyah justru menyampaikan bahwa puasa itu menjadi makruh kalau dikerjakan bergandgn eksklusif dgn bulan ramadhan. Yaitu kalau eksklusif dikerjakan mulai pada tanggal2 syawwal selepas hari ?Iedul fithri. Bahkan mereka menyampaikan bahwa puasa 6 hari itu juga disunnahkan di luar bulan syawwal, menyerupai 6 hari pada bulan Zulhijjah.

Dari Abi Ayyub Al-Anshari ra bahwa orang yg puasa ramadhan kemudian dilanjutkan dgn puasa 6 hari Syawwal, maka menyerupai orang yg berpuasa setahun (HR. Muslim).


Dari Tsauban ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,? Puasa ramadhan pahalanya menyerupai puasa 10 bulan. Dan puasa 6 hari setelahnya (syawwal) pahalanya sama degan puasa 2 bulan. Dan keudanya itu genap setahun).



DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Puasa Syawal

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Puasa Syawal kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Puasa Syawal dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2007/01/puasa-syawal.html

0 Response to "Puasa Syawal"

Posting Komentar