Sinposis Dan Analisis Unsur Intrinsik Ekstrinsik Kisah Putri Tidur

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Sinposis Dan Analisis Unsur Intrinsik Ekstrinsik Kisah Putri Tidur

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Sinposis Dan Analisis Unsur Intrinsik Ekstrinsik Kisah Putri Tidur, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel bimbel masuk ptn, Artikel CeritaRakyat, Artikel Info, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Sinposis Dan Analisis Unsur Intrinsik Ekstrinsik Kisah Putri Tidur
link : Sinposis Dan Analisis Unsur Intrinsik Ekstrinsik Kisah Putri Tidur

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Sinposis Dan Analisis Unsur Intrinsik Ekstrinsik Kisah Putri Tidur

Sinopsis Cerita  Rakyat : PUTRI TIDUR
Dahulu kala, hiduplah seorang Raja dan Ratu yg tidak mempunyai anak. Hal ini membuat Raja dan Ratu sedih. Suatu hari Ratu berjalan di tepi sungai, tiba-tiba ada seekor ikan kecil mengangkat kepala dan keluar dari air sambil berkata  “Apa yg kau inginkan akan terpenuhi  dan kau akan segera mempunyai putri.”

Ramalan ikan tersebut benar, Ratu melahirkan putri kecil yg cantik. Raja sangat senang dan mengadakan pesta besar-besaran. Ia mengundang sanak keluarga, teman, rakyat, dan juga peri yg ada di kerajaan. Di kerajaan hanya ada dua belas piring emas, sehingga Raja hanya mengundang dua belas peri saja dan peri ketiga belas tidak diundang.


Setelah perjamuan, semua peri menunjukkan hadiah terbaiknya utk putri kecil tersebut. Satu peri menunjukkan kebaikan, peri yg lain memberi kecantikan, kekayaan, dan begitu pula dgn peri yg lain. Setelah peri kesebelas menunjukkan berkah, peri ketiga belas yg tidak menerima usul membalas dendam dan berkata “Putri Raja ketika usianya yg kelima belas akan tertusuk jarum jahit dan meninggal.” Peri kedua belas yg belum menunjukkan berkah maju dan berkata kutukan tersebut akan terjadi, sang Putri tidak akan meninggal tetapi akan tertidur selama seratus tahun.

Berkah yg diberikan semua peri terwujud, sang Putri sangat cantik, baik budi, ramah tamah, bijaksana, hingga semua orang mencintainya. Saat usia sang Putri lima belas tahun, Raja dan Ratu pergi dan sang Putri ditinggal sendiri di istana. Sang Putri menyusuri semua kamar satu persatu hingga ia hingga di sebuah menara tua. Saat membuka pintu, ia melihat seorang perempuan sedang menjahit dan menyulam. Sang Putri mengambil jarum jahit dan mulai ikut  menyulam. Secara tidak sengaja sang Putri tertusuk jarum jahit, dan apa yg diramalkan peri ketiga belas terjadi. Sang Putri jatuh ke tanah dan tertidur pulas,  Raja dan Ratu yg gres pulang juga tertidur, kuda di kandang, anjing di halaman, burung merpati di atas atap, dan lalat di dinding, semua jatuh tertidur.

Tanaman-tanaman liar yg berada di sekitar istana tumbuh dan memagari istana. Setiap tahun bertambah tebal hingga menutupi semua daerah dan tidak kelihatan lagi. Kabar Putri manis yg tertidur terdengar hingga ke pelosok negeri dan membuat anak raja dan pangeran mencoba masuk ke dalam istana itu. Tetapi mereka tidak berhasil  sebab duri dan flora yg terhampar seolah menjerat mereka.

Setelah bertahun-tahun berlalu, orang bau tanah bercerita kepada Pangeran perihal seorang putri raja yg cantik, tebalnya duri yg memagari istana dan betapa indahnya istana yg terselubung dgn duri. Kemudian Pangeran tersebut berkata “Semua dongeng ini tidak akan angker saya, saya akan pergi dan melihat Putri Tidur tersebut.” Meski orang bau tanah tersebut melarang, Pangeran tetap memaksa utk pergi.

Saat ini, seratus tahun telah berlalu. Ketika Pangeran tiba ke semak belukar yg memagari istana, yg di lihat hanyalah flora indah yg sanggup dilalui dgn mudah. Tanaman tersebut menutup kembali sehabis Pangeran melaluinya. Saat Pangeran tiba di istana, dilihatnya anjing sedang tertidur, begitu juga kuda di kandang, dilihatnya burung merpati tertidur dgn kepala di bawah sayapnya, ketika masuk di istana, ia melihat lalat tertidur di dinding, dan tukang masak yg masih memegang rambut anak yg kelihatan meringis dalam tidur.

Ketika masuk ke dalam, semua terasa sunyi, hingga ia tiba di sebuah menara bau tanah dimana Putri Tidur berada. Putri Tidur terlihat begitu manis hingga sang Pangeran tidak sanggup melepaskan matanya dari sang Putri. Sang Pangeran kemudian berlutut dan mencium sang Putri hingga sang Putri membuka mata dan terbangun sambil tersenyum kepada sang Pangeran.

Mereka keluar dari menara dan ketika itu Raja dan Ratu juga telah terbangun termasuk
menterinya. Kuda di sangkar pun terbangun dan meringkik, anjing-anjing melompat dan menggonggong, burung merpati mengeluarkan kepala dari bawah sayapnya dan terbang, lalat berterbangan, dan api di dapur kembali menyala. Akhirnya, Raja dan Ratu mengadakan pesta janji nikah utk sang Putri dan Pangeran yg berakhir dgn kebahagiaan sepanjang hidup mereka.


Unsur Intrinsik Cerita ”  PUTRI TIDUR “

1.Tema

Tema yg sanggup ditemukan dalam dongeng “Putri Tidur” yakni sebagai berikut:

a. Tekad keras seorang pemuda
Tema ini sesuai dgn kutipan berikut: Kemudian seorang Pangeran yg mendengar ceritanya berkata, “Semua dongeng ini tidak akan angker saya. Saya akan pergi dan melihat Putri Tidur tersebut.” Walaupun orang bau tanah yg bercerita tadi telah mencegah Pangeran itu utk pergi, Pangeran tersebut tetap memaksa utk pergi.
b.Kerja keras berbuah kebahagiaan

Tema ini sesuai dgn kutipan berikut: Akhirnya Raja dan Ratu mengadakan pesta janji nikah utk sang Putri dan Pangeran yg berakhir dgn kebahagiaan sepanjang hidup mereka.

2.Alur atau Plot

Peristiwa-peristiwa yg ditampilkan dalam dongeng “Putri Tidur” bersifat sederhana. Cerita tersebut dibagi ke dalam beberapa tahap. Tahap-tahap tersebut yaitu:

a.Tahap awal

Penceritaan dimulai dari kehidupan Raja dan Ratu, dimana mereka tidak mempunyai seorang anak. Contoh kutipannya adalah: Dahulu kala, hiduplah seorang Raja dan Ratu yg tidak mempunyai anak. Masalah ini membuat Raja dan Ratu sangat sedih. Suatu hari, ketika sang Ratu sedang berjalan di tepi sungai, seekor ikan kecil mengangkat kepalanya keluar dari air dan berkata, “Apa yg kau inginkan akan terpenuhi, dan kau akan segera mempunyai seorang putri.” Apa yg ikan kecil ramalkan menjadi kenyataan dan sang Ratu melahirkan seorang gadis kecil yg manis sehingga sang Raja tidak sanggup menahan kegembiraannya.

b.Tahap tengah

Tahap tengah merupakan inti dongeng yg diwarnai dgn aneka macam konflik. Konflik dimulai ketika peri ketiga belas membalas dendam sebab tidak diundang oleh Raja dan berkata bahwa di usia yg kelima belas sang Putri akan tertusuk jarum jahit dan meninggal, tetapi peri kedua belas melunakkan perkataan tersebut, “Putri tidak akan meninggal tetapi akan tertidur selama seratus tahun. Pada ketika usia kelima belas sang Putri tidak sengaja tertusuk jarum jahit, kemudian jatuh ke tanah dan tertidur. Contoh kutipannya adalah: Ketika peri kesebelas selesai menunjukkan berkahnya, peri ketiga belas yg tidak menerima usul membalas dendam. Dia berkata, “Putri Raja dalam usianya yg kelima belas akan tertusuk oleh jarum jahit dan meninggal.” Kemudian peri kedua belas maju ke depan dan berkata bahwa kutukan itu akan terjadi, tetapi ia sanggup memperlunak kutukan itu dan berkata bahwa sang Putri tidak akan meninggal, tetapi hanya tertidur selama seratus tahun.

c.Tahap akhir

Setelah muncul konflik maka akan ada tahap selesai cerita. Klimaks ceritanya sanggup disimpulkan bahwa tekad yg keras akan berbuah kebahagiaan. Contoh kutipannya adalah: Kemudian seorang Pangeran yg mendengar dongeng berkata, “Semua dongeng ini tidak akan angker saya. Saya akan pergi dan melihat Putri Tidur tersebut.” Walaupun orang bau tanah yg bercerita telah mencegah Pangeran tersebut utk pergi, Pangeran tersebut tetap memaksa utk pergi. Sang Pangeran kemudian berlutut dan mencium sang Putri. Saat itu sang Putri membuka mata dan terbangun, tersenyum kepada Pangeran sebab kutukan peri ketiga belas telah patah. Akhirnya Raja dan Ratu mengadakan pesta janji nikah utk sang Putri dan Pangeran yg berakhir dgn kebahagiaaan sepanjang hidup mereka.

Alur yg dipergunakan dalam dongeng “Putri Tidur” yakni alur maju. Alur maju dinilai sesuai utk huruf seorang anak, sebab sanggup memancing rasa keingintahuan  anak utk selalu mengikuti perkembangan ceritanya.

3.Penokohan atau Perwatakan

a.Tokoh utama dan tokoh tambahan
Tokoh utama yakni tokoh yg diutamakan penceritaannya dalam cerita. Tokoh utama dalam dongeng “Putri Tidur” yakni Putri yg mempunyai sifat baik, ramah tamah, dan bijaksana. Contoh kutipannya adalah: Sementara itu, semua berkah yg diberikan oleh peri-peri terwujud, sang Putri menjadi sangat cantik, baik budi, ramah tamah, bijaksana, hingga semua orang mencintainya.

Pangeran yg mempunyai sifat tidak gampang takut dan mempunyai tekad yg keras. Contoh kutipannya adalah: Semua dongeng ini tidak akan angker saya. Saya akan pergi  dan melihat Putri Tidur tersebut. Walaupun orang bau tanah yg bercerita tadi telah mencegah Pangeran utk pergi, Pangeran tersebut tetap memaksa utk pergi.
Tokoh suplemen yakni tokoh yg pemunculannya tidak dipentingkan dalam penceritaan.

Raja dan Ratu yg mempunyai sifat sangat menyaygi putrinya. Contoh kutipannya yakni Raja berharap biar ia sanggup menyelamatkan putri kesaygannya dari bahaya kutukan itu dan memerintahkan semua jarum jahit di istananya di bawa keluar dan dimusnahkan.

Peri kesatu hingga peri kedua belas mempunyai sifat baik hati. Contoh kutipannya adalah: Setelah perjamuan, semua peri menunjukkan hadiah terbaiknya utk putri kecil tersebut. Satu peri menunjukkan kebaikan, peri yg lain memberi kecantikan , kekayaan, dan begitu pula dgn peri yamg lain.

Peri ketiga belas yg mempunyai sifat gampang murka dan pendendam. Contoh kutipannya adalah: Peri ketiga belas yg tidak menerima usul itu menjadi sangat murka dan membalas dendam.

b.Tokoh Protagonis, Antagonis, dan Tritagonis
Tokoh protagonis merupakan tokoh yg banyak disenangi sebab tokoh protagonis mempunyai sifat yg baik-baik. Tokoh protagonis yg terdapat dalam dongeng “Putri Tidur” yakni sang Putri.
Tokoh antagonis yakni lawan dari tokoh protagonis. Tokoh antagonis yg terdapat dalam dongeng “Putri Tidur” yakni peri ketiga belas.
Tokoh tritagonis yakni tokoh penengah diantara pertikaian yg terjadi, biasanya tokoh tritagonis hadir menjelang selesai cerita. Tokoh tritagonis dalam dongeng “ Putri Tidur” yakni sang Pangeran.

4.Latar atau Setting
Latar yakni segala keterangan, petunjuk, pengacuan yg berkaitan dgn waktu, ruang, dan suasana terjadinya suatu peristiwa.
Latar daerah terjadinya dongeng yakni di istana atau kerajaan. Contoh kutipannya: Tepat pada usianya yg kelima belas, Raja dan Ratu kebetulan meninggalkan istana, dan sang Putri ditinggalkan sendiri di istana.
Latar waktu dalam dongeng “Putri Tidur” yakni pagi hari. Contoh kutipannya: Tepat pada usianya yg kelima belas, Raja dan Ratu kebetulan meninggalkan istana, dan sang Putri ditinggalkan sendiri di istana. Sang Putri menjelajah di istana sendirian dan melihat kamar-kamar yg ada pada istana itu, hingga akibatnya ia masuk ke satu menara bau tanah dan melihat seorang perempuan sedang menjahit dan menyulam.

Suasana yg tercipta dalam dongeng “Putri Tidur” adalah
a.Mengharukan, conto kutipannya yakni Sang Pangeran kemudian berlutut dan mencium sang Putri. Saat itulah sang Putri membuka matanya dan terbangun, tersenyum kepada sang Pangeran sebab kutukan sang peri ketiga belas telah patah.

b.Membahagiakan, conto kutipannya yakni Akhirnya Raja dan Ratu mengadakan pesta janji nikah utk sang Putri dan Pangeran yg berakhir dgn kebahagiaan sepanjang hidup mereka.

5.Sudut Pandang
Sudut pandang yg dipergunakan dalam dongeng “Putri Tidur” yakni sudut pandang orang ketiga, dimana penulis yakni seorang yg berada di luar dongeng yg menampilkan tokoh dongeng dgn menyebut nama atau kata ganti seperti: mereka, ia, dia, sang Putri, sang Pangeran, sang Raja, sang Ratu atau sang Peri.

6.Amanat atau Pesan Moral
Cerita ini mengandung pesan moral utk belum dewasa biar dalam kehidupannya belum dewasa sanggup berperilaku:

a.Selalu bersabar dalam segala hal
Contoh kutipannya: Suatu hari, ketika sang Ratu berjalan di tepi sungai, seekor ikan kecil mengangkat kepalanya keluar dari air dan berkata, “Apa yg kau inginkan akan terpenuhi, dan kau akan segera mempunyai seorang putri.” Apa yg ikan kecil tersebut ramalkan segera menjadi kenyataan; dan sang Ratu melahirkan seorang gadis kecil yg sangat manis sehingga sang Raja tidak sanggup menahan kegembiraannya.

b.Jangan gampang murka dan mempunyai sifat pendendam
Contoh kutipannya: Peri ketiga belas yg tidak menerima usul dan menjadi sangat murka itu, tiba dan membalas dendam. Dia berkata, “Putri Raja dalam usianya yg kelima belas akan tertusuk oleh jarum jahit dan meninggal.”

c.Jangan gampang mengalah dan takut sebelum mencoba
Contoh kutipannya: Kemudian seorang pangeran yg mendengar ceritanya berkata, “Semua dongeng ini tidak akan angker saya, Saya akan pergi dan melihat Putri Tidur tersebut.” Walaupun orang bau tanah yg bercerita tadi telah mencegah pangeran itu utk pergi, pangeran tersebut tetap memaksa utk pergi.

d.Saling menyaygi antar keluarga
Contoh kutipannya: Raja berharap biar ia sanggup menyelamatkan putri kesaygannya dari bahaya kutukan itu dan memerintahkan semua jarum jahit di istananya harus di bawa keluar dan dimusnahkan.

e.Jadilah anak yg mempunyai sifat baik budi, ramah tamah, baik, dan bijaksana
Contoh kutipannya: Sementara itu, semua berkah yg diberikan oleh peri-peri tadi terwujud, sang Putri menjadi sangat cantik, baik budi, ramah-tamah dan bijaksana, hingga semua orang mencintainya.

7.Bahasa
Bahasa yg dipergunakan dalam dongeng “Putri Tidur” kurang mencerminkan bahasa anak, sebab didalamnya terdapat beberapa kata yg terlihat sulit dimengerti apabila dongeng ini dibaca oleh anak. Cerita ini sesuai utk anak sekolah dasar kelas atas, sehingga apabila diberikan kepada anak sekolah dasar kelas rendah tentu mereka akan mengalami kesulitan dalam memahami cerita. Isi ceritanya memang utk belum dewasa tetapi tidak mengunakan bahasa anak pada umumnya. Contoh kutipannya: Ketika peri yg kesebelas selesai menunjukkan berkahnya, peri ketiga belas yg tidak menerima usul dan menjadi sangat murka itu, tiba dan membalas dendam. Tetapi mereka tidak pernah sanggup berhasil sebab duri dan flora yg terhampar menjalin dan menjerat mereka. Walaupun orang bau tanah yg bercerita tadi telah mencegah pangeran itu utk pergi, pangeran tersebut tetap memaksa utk pergi.

Unsur Ekstrinsik Cerita ”  PUTRI TIDUR “
Biografi Pengarang: Jacob dan Wilhelm Grimm dikenal sebagai The Brothers Grimm. Jacob Grimm lahir pada tanggal 4 Januari 1785, di Hanau, Jerman, dan meninggal pada tanggal 20 September 1863. Sedangkan Wilhelm Grimm lahir pada tanggal 24 Februari 1786, di Hanau, Jerman, dan meninggal pada tanggal 16 Desember 1859. Brothers Grimm bergelar sarjana Jerman dan penulis. Grimm bersaudara yakni sejarawan rakyat romantis. Mereka mengeluarkan koleksi pertama yaitu Kisah Anak-anak dan Rumah, pada tahun 1812. Cerita ini dikumpulkan dgn merekam dongeng yg diceritakan oleh petani dan masyarakat desa. Wilhelm menempatkan mereka ke dalam bentuk tertulis dan memberi mereka gaya, menyenangkan anak-anak. Selain itu, Grimms bekerja pada cuilan editing yg ada di dongeng rakyat lain dan sastra awal. Antara 1816 dan 1818, mereka menerbitkan dua volume legenda Jerman. Pada waktu yg sama mereka menerbitkan volume studi dalam sejarah sastra awal, Hutan Tua di Jerman.

E.Wacana Akhir
Pembacaan buku sastra anak sangat baik utk perkembangan bahasa anak. Dengan membaca, secara tidak disadari akan menambah kekayaan kosakata yg dimiliki seorang anak. Hal ini tidak terlepas dari kekreatifan penulis. Seorang penulis harus berusaha membuat suatu sastra baik fiksi atau non fiksi yg sesuai dgn kehidupan anak. Penulis juga harus membuat fantasi atau pun ekspresi-ekspresi menarik dalam suatu dongeng utk menghidupkan suasana yg tercipta dalam cerita. Namun, dalam penciptaan fantasi juga harus memperhatikan tujuan, artinya penulis harus mengetahui bahwa dongeng ini ditujukan utk belum dewasa sehingga ia harus memakai bahasa yg sederhana dan gampang di pahami, memakai alur maju sehingga sanggup memancing anak utk mengikuti jalan ceritanya, penokohannya jelas, dan mengandung pesan moral yg sanggup diambil oleh anak.


loading...

= Baca Juga =



DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Sinposis Dan Analisis Unsur Intrinsik Ekstrinsik Kisah Putri Tidur

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Sinposis Dan Analisis Unsur Intrinsik Ekstrinsik Kisah Putri Tidur kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Sinposis Dan Analisis Unsur Intrinsik Ekstrinsik Kisah Putri Tidur dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2007/01/sinposis-dan-analisis-unsur-intrinsik.html

0 Response to "Sinposis Dan Analisis Unsur Intrinsik Ekstrinsik Kisah Putri Tidur"

Posting Komentar