Syarat Dan Rukun Khutbah

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Syarat Dan Rukun Khutbah

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Syarat Dan Rukun Khutbah, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel bimbel masuk ptn, Artikel bimbinganshalat, Artikel ilmu, Artikel Info, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, Artikel Wawasan-Islam, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Syarat Dan Rukun Khutbah
link : Syarat Dan Rukun Khutbah

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Syarat Dan Rukun Khutbah

Sebagai umat Islam, kita berkewajiban utk menyiarkan dan berdakwah atau mengajak seluruh umat insan semoga beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta gemar beramar ma’ruf nahi munkar.


A. Khutbah

Khutbah merupakan aktivitas berdakwah atau mengajak orang lain utk meningkatkan kualitas takwa dan memberi nasihat yg isinya merupakan fatwa agama. Khutbah yg sering dilakukan dan dikenal luas dikalangan umat Islam yaitu khutbah Jumat dan khutbah dua hari raya yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Orang yg memperlihatkan bahan khutbah disebut khatib.


1. Syarat-syarat utk menjadi khatib diantaranya sebagai berikut.
1. Khatib harus pria dewasa
2. Khatib harus mengetahui wacana fatwa Islam semoga khutbah yg disampaikan tidak membingungkan atau menyesatkan jamaahnya
3. Khatib harus mengetahui wacana syarat, rukun dan sunah khutbah Jumat
4. Khatib harus bisa dan fasih berbicara di depan umum
5. Khatib harus bisa membaca ayat-ayat Al Qur’an dgn baik dan benar
2. Syarat Khutbah Jumat 
Setiap mengerjakan salat Jumat niscaya disertai dgn khutbah yg dilaksanakan sebelum salat dan sehabis masuk waktu zuhur. Tidak sah salat Jumat apabila tidak didahului oleh khutbah. Dalam khutbah salat Jumat ini khotib mengingatkan jemaah semoga lebih meningkatkan iktikad dan takwa kepada Allah SWT serta menganjurkan atau mendorong jamaah semoga beribadah dan bersedekah shaleh.

Dasar khutbah Jum’at yaitu firman Allah,

Artinya: “Hai orang-orang beriman, apabila diseru utk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kau kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yg demikian itu lebih baik bagimu bila kau mengetahui.” (QS. Al-Jumuah [62]: 9)
Khutbah Jumat mempunyai syarat-syarat antara lain sebagai berikut.
a. Khutbah harus dilaksanakan dalam bangunan yg digunakan utk salat Jumat
b. Khutbah disampaikan khotib dgn berdiri (jika mampu) dan terlebih dahulu memberi salam
c. Khutbah dibawakan agak cepat namun teratur dan tertib. Salah satu bentuk pelaksanaan khutbah yg tertib yaitu mengikuti sabagai conto hadis berikut ini yg artinya: “Rasulullah SAW berkhutbah dgn berdiri dan ia duduk diantara dua khutbah.” (HR Jamaah kecuali Bukhari dan Turmuzi)
d. Setelah khutbah selesai segera dilaksanakan salat Jumat
e. Rukun khutbah dibaca dgn bahasa Arab, sedangkan bahan khutbahnya sanggup memakai bahasa setempat.
f. Khutbah dilaksanakan sehabis tergelincir matahari (masuk waktu zuhur) dan dilaksanakan sebelum salat Jumat.
g. Khutbah disampaikan dgn bunyi yg lantang dan tegas, namun tanpa bunyi yg kasar. Hadis menyebutkan sebagai berikut. Yang artinya : “Bila Rasulullah SAW berkhutbah kedua matanya memerah, suaranya tegas dan semangatnya tinggi bagai seorang panglima yg memperingatkan kedatangan musuh yg menyergap di kala pagi atau sore.” (HR Muslim dan Ibnu Majjah)

3. Rukun Khutbah Jumat
Rukun khutbah harus dilakukan dgn tertib. Apabila rukun khutbah tidak dilaksanakan dgn tertib, salat Jumat tersebut akan menjadi tidak sah. Adapun rukun khutbah tersebut yaitu sebagai berikut.
1. Membaca hamdalah
2. Membaca shalawat atas nabi
3. Membaca syahadatain yaitu syahadat tauhid dan syahadat rasul
4. Berwasiat atau memperlihatkan nasehat wacana ketakwaan dan memberikan fatwa Islam wacana aqidah, Syariah atau muamalah
5. Membaca ayat Al Qur’an dalam salah satu khutbah dan lebih baik pada khutbah yg pertama
6. Mendoakan kaum muslim dan muslimat.
4. Sunah Khutbah Jumat
Ketika memberikan khutbah Jumat, ada hal-hal yg termasuk ke dalam sunah-sunah khutbah Jumat. Sunah salat Jumat yaitu sebagai berikut.
1. Khutbah disampaikan diatas mimbar atau di daerah yg sedikit lebih tinggi dari jamaah salat Jumat
2. Khotib memberikan khutbah dgn bunyi yg jelas, terang, fasih, berurutan, sistematis, gampang dipahami dan tidak terlalu panjang atau terlalu pendek
3. Khotib harus menghadap arah jamaah
4. Khotib memberi salam pada awal khutbah
5. Khotib hendaklah duduk sebentar di dingklik mimbar sehabis mengucapkan salam pada waktu azan disuarakan
6. Khatib membaca surat Al Ikhlas saat duduk diantara dua khutbah
7. Khotib menertibkan rukun khutbah, terutama salawat nabi Muhammad SAW dan wasiat takwa terhadap jamaah
Adapun mengenai panjang pendeknya khutbah, hadits menyatakan sebagai berikut. yg artinya : “Rasulullah SAW memanjangkan salat dan memendekkan khutbahnya.” (HR Nasai)
5. Fungsi khutbah Jumat
Khutbah sebetulnya memilki berbagai fungsi, baik bagi muslim secara individu maupun secara sosial kemasyarakatan yakni antara lain sebagai berikut.
1. Memberi pengajaran kepada jamaah mengenai bacaan dalam rukun khutbah, terutama bagi jamaah yg kurang memahami bahasa Arab
2. Mendorong jamaah utk meningkatkan ketakwaan kepada Allah
3. Mengajak jamaah utk selalu berjuang menggiatkan dan membudayakan syariat Islam dalam masyarakat.
4. Mengajak jamaah utk selalu berusaha meningkatkan amar ma’ruf dan nahi munkar
5. Menyampaikan informasi mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan hal-hal yg bersifat konkret kepada jamaah
6. Merupakan kesempurnaan salat Jumat sebab salat Jumat hanya dua rakaat
7. Mengingatkan kaum muslim semoga lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah
8. Mengingatkan kaum muslim semoga lebih meningkatkan amal shaleh dan lebih memperhatikan yg kurang bisa utk menegakkan keadilan dan kesejahteraan dalam masyarakat
9. Mengingatkan kaum muslim semoga lebih meningkatkan akhlakul karimah dalam kehidupan pribadi, masyarakat, berbangsa dan bernegara
10. Mengingatkan kaum muslim semoga lebih meningkatkan kemauan utk menuntut ilmu pengetahuan dan wawasan keagamaan
11. Mengingatkan kaum muslim semoga meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan membantu sesama muslim
12. Mengingatkan kaum muslim semoga rajin dan ulet bekerja utk mengejar kemajuan dalam mencapai kehidupan dunia dan darul abadi yg sempurna
13. Mengingatkan kaum muslim mengenai fatwa Islam, baik perintah maupun larangan yg terdapat didalamnya.

B. Dakwah
Secara bahasa (etimologi) dakwah berarti mengajak, menyeru atau memanggil. Adapun secara istilah (terminologi), dakwah bermakna menyeru seseorang atau masyarakat utk mengikuti jalan yg sudah ditentukan oleh Islam menurut Al Qur’an dan hadis utk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Firman Allah SWT.

Artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan tuhanmu dgn pesan yang tersirat dan fatwa yg baik dan bantahlah mereka dgn cara yg baik.” (QS An Nahl [16]: 125) 

Rasulullah SAW merupakan conto sosok yg telah melakukan segenap kiprah dakwah secara maksimal sehingga mencapai hasil yg maksimal. Melalui dakwah Rasulullah itulah ajaran-ajaran Allah yg keseluruhannya yaitu utk kebahagian umat insan di dunia dan darul abadi sanggup tersiar dan diterima serta diamalkan oleh umat insan di seluruh dunia.

Rasulullah suka berbincang-bincang atau berdialog dgn para sahabat dalam situasi dan kondisi apapun. Kesempatan-kesempatan semacam itu selalu dimanfaatkan utk memberikan ajaran-ajaran yg diterimanya dari Allah. Cara berdakwah Rasulullah melalui obrolan ini terbukti tidak saja bisa memberi pemahaman yg baik kepada sahabat wacana Islam, bahkan juga mengubah sikap mereka ke arah yg lebih baik. Lebih dari itu, melalui cara obrolan Rasulullah juga telah berhasil membina sejumlah sahabat menjadi ulama dan pemuka Islam berkualitas tinggi.

Pada awalnya Rasulullah berdakwah kepada masyarakat disekeliling ia yg dikenal dgn sebutan generasi sahabat. Selanjutnya generasi meneruskan dakwah Rasulullah tersebut kepada generasi berikutnya yg disebut generasi tabi’in. Generasi tabi’in juga meneruskan kepada generasi berikutnya yaitu tabiit tabiin. Demikianlah seterusnya sehingga dakwah Rasulullah SAW hingga kepada generasi umat Islam seluruh dunia yg hidup kini ini. Generasi modern ini pun tentu saja akan meneruskan dakwah Rasulullah kepada generasi yg akan hidup di zaman mendatang. Setiap orang mempunyai tanggung jawab utk memberikan ayat-ayat atau fatwa Islam kepada saudaranya yg lain sebagaimana hadis nabi Muhammad SAW yg menyatakan sebagai berikut.

ﺒﻠﻐﻮﺍ ﻋﻨﻲ ﻭﻟﻮ ﺃﻴﺔ ( ﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎ ﺭﻯ ﻤﺳﻟﻢ)
Artinya : “Sampaikanlah dari ku walaupun satu ayat.” (HR Bukhari)
Ada hal-hal yg harus disiapkan dan diperhatikan sebelum seseorang menjalankan tanggung jawab utk memberikan fatwa Islam, yaitu sebagai berikut.
1. Bersikap lemah lembut, tidak berhati bernafsu dan tidak merusak.
2. Menggunakan nalar dan selalu dalam koridor mengingat Allah SWT
3. Menggunakan bahasa yg gampang dimengerti
4. Mengutamakan musyawarah dan berdiskusi utk memperoleh janji bersama
5. Materi dakwah yg disampaikan harus mempunyai dasar aturan yg besar lengan berkuasa dan terang sumbernya (Al Qur’an dan hadis) dan disertai dgn hikmahnya
6. Tidak meminta upah atas dakwah yg dilakukannya
7. Menyampaikan dgn nrimo dan sabar, harus sesuai waktu, pada orang dan daerah yg tepat
8. Tidak menghasut orang lain utk bermusuhan, merusak, berselisih dan mencari-cari kesalahan umat atau agama lain
9. Melakukan dakwah dan bersedekah shaleh
10. Tidak menjelek-jelekkan atau membeda-bedakan orang lain sebab inti yg harus disampaikan dalam berdakwah yaitu wacana tauhid dan fatwa Islam yg sesuai dgn tuntunan Rasulullah

C. Perbedaan Berkhutbah dan Berdakwah
Dari hal-hal yg telah dijabarkan pada klarifikasi teerdahulu, sanggup kita analisa bahwa antara berdakwah dan berkhutbah terlihat mempunyai persamaan. Akan tetapi, tentu saja antara keduanya sanggup dibedakan sebab mempunyai tata cara yg berbeda. Perbedaan tersebut sanggup kita ihtisarkan sebagai berikut.
Dakwah Khutbah
1. Dapat dilaksanakan kapan saja
2. Tidak ada rukun dan syaratnya
3. Tidak ada mimbar daerah khusus pada pelaksanaannya
4. Waktu tidak dibatasi dan siapapun boleh berdakwah
5. Dapat dilakukan dgn cara kreatif dan inovatif menyerupai seminar, lokakarya, pembinaan atau sarasehan 1. Dilaksanakan secara rutin sebagaimana hari Jumat atau hari raya Idul Fitri dan Idul Adha
2. Ada rukun dan syaratnya
3. Ada mimbar khusus utk memberikan khutbah
4. Waktunya terbatas dan membutuhkan pengetahuan luas.
5. Dilakukan secara khusus dan ada tata tertibnya
Adapun perbedaan antara pelaksanaan khutbah idul fitri dan idul adha dgn khutbah Jumat yaitu bahwa khutbah pada Idain dilaksanakan pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, umumnya dilaksanakan dilapangan luas dan diawali dgn salat dua rakaat yaitu salat sunah Idul Fitri dan Idul Adha, sedangkan khutbah Jumat dilakukan sebelum pelaksanaan salat dimulai.

D. Cara Berlatih Menyusun Teks Khutbah atau Dakwah
Menyusun teks utk berdakwah atau khutbah Jumat memerlukan adaptasi atau latihan semoga sanggup berubah menjadi semakin baik. Bahkan, latihan-latihan semacam ini semakin diminati banyak orang dan telah banyak diberikan dalam suatu fatwa yg kini disebut public-speaking. Beberapa hal yg perlu dipersiapkan saat akan menyusun suatu teks atau naskah dakwah yaitu sebagai berikut.
1. Membuat teks atau naskah setidaknya mempunyai unsur-unsur sebagai berikut
a. Memberikan salam bagi para jamaah
b. Mengucapkan hamdalah atau puji-puji kepada Allah
c. Awali dgn memberikan ayat-ayat Al Qur’an serta membaca ta’awuz dan basmalah
d. Teks atau naskah bahan khutbah setidaknya memenuhi beberapa unsur yaitu: kalimat pembuka, bahan inti, kesimpulan dan penutup
2. Mengucapkan dua kalimat sahadat
3. Berwasiat (meningkatkan takwa)


DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Syarat Dan Rukun Khutbah

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Syarat Dan Rukun Khutbah kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Syarat Dan Rukun Khutbah dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2007/01/syarat-dan-rukun-khutbah.html

0 Response to "Syarat Dan Rukun Khutbah"

Posting Komentar