Tata Cara Dan Bacaan Salam Dalam Shalat

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Tata Cara Dan Bacaan Salam Dalam Shalat

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Tata Cara Dan Bacaan Salam Dalam Shalat, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel bimbel masuk ptn, Artikel bimbinganshalat, Artikel ilmu, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, Artikel Wawasan-Islam, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Tata Cara Dan Bacaan Salam Dalam Shalat
link : Tata Cara Dan Bacaan Salam Dalam Shalat

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Tata Cara Dan Bacaan Salam Dalam Shalat



Pengertian Shalat Shalat secara bahasa berarti berdo’a. dgn kata lain, shalat secara bahasa memiliki arti mengagungkan. Sedangkan pengertian shalat berdasarkan syara’ ialah ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan tertentu, yg dimulai dgn takbiratul ihram dan diakhiri dgn salam. Ucapan di sini ialah bacaan-bacaan al-Qur’an, takbir, tasbih, dan do’a. Sedang yg dimaksud dgn perbuatan ialah gerakan-gerakan dalam shalat misalnya berdiri, ruku’, sujud, duduk, dan gerakan-gerakan lain yg dilakukan dalam shalat.   Sedangkan berdasarkan Hasbi ash-Shiddieqy shalat yaitu beberapa ucapan dan perbuatan yg dimulai dgn takbir, disudahi dgn salam, yg dgnnya kita beribadah kepada Allah, berdasarkan syarat-syarat yg telah ditentukan.

Adapun yg menjadi shalat wajib bagi seorang muslim ialah shalat lima waktu yg dikerjakan sebanyak lima kali sehari dalam waktu-waktu tertentu. Kecuali berhalangan oleh sebab-sebab tertentu yg dibenarkan oleh agama, selebihnya Shalat Wajib dihentikan ditinggalkan oleh Muslim yg telah pubertas. Shalat Wajib terdiri atas; Shalat Subuh(2 raka’at), Shalat Dzuhur (4 raka’at), Shalat Ashar (4 raka’at), Shalat Maghrib (3 raka’at), dan Shalat ‘Isya (4 raka’at).

Rukun-rukun shalat terdiri dari 13 rukun yg wajib anda ketahui :
·          Berdiri bagi yg mampu
·          Takbiiratul-Ihraam,
·          Membaca Al-Fatihah pada setiap rakaatnya,
·          Ruku’,
·          I’tidal sesudah ruku’,
·          Sujud dgn anggota tubuh yg tujuh sebanyak dua kali dgn tuma’ninah,
·          Duduk di antara dua sujud,
·          Thuma’ninah (Tenang) dalam semua amalan,
·          Tertib rukun-rukunnya,
·          Tasyahhud Akhir,
·          Duduk utk Tahiyyat Akhir,
·          Shalawat utk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
·          Salam dua kali.

Selanjutnya mari kita bahas perihal tata cara salam dalam shalat. Salam ialah epilog shalat. Dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

“Pembuka shalat ialah bersuci, yg mengharamkan dari kasus di luar shalat ialah ucapan takbir dan yg menghalalkan kembali ialah ucapan salam.” (HR. Tirmidzi no. 238 dan Ibnu Majah no. 276. Abu ‘Isa menyampaikan bahwa hadits ini hasan. Syaikh Al Albani menyampaikan bahwa hadits ini shahih).

Cara salam ialah dgn memalingkan wajah ke kanan hingga orang di belakang melihat pipi, begitu pula salam ke kiri hingga orang di belakang melihat pipi. Disebutkan dalam hadits,

عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كُنْتُ أَرَى رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ حَتَّى أَرَى بَيَاضَ خَدِّهِ

Dari ‘Amir bin Sa’ad dari bapaknya, ia berkata, “Aku pernah melihat Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri hingga saya melihat pipinya yg putih.” (HR. Muslim no. 582).

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَدِّهِ « السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ »

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri hingga terlihat pipinya yg putih, kemudian dia mengucapkan, ‘Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah, assalamu ‘alaikum wa rahmatullah’ ” (HR. Abu Daud no. 996 dan Tirmidzi no. 295. Al Hafizh Abu Thohir menyampaikan bahwa hadits ini shahih)

Salam yg termasuk cuilan dari rukun ialah salam pertama, sedangkan salam kedua tidaklah wajib.

Adapun ucapan salam ialah tanpa kalimat ‘wa baraakatuh’. Tambahan tersebut tak ada dasarnya. Riwayat yg menyebutkan suplemen tersebut ialah riwayat ygsyadz, yaitu menyelisihi riwayat yg lebih kuat. Kaprikornus yg lebih tepat ucapan salam ialah ‘assalamu ‘alaikum wa rahmatullah’.

Adapun kalau hanya mengucapkan ‘assalamu ‘alaikum’ saja tanpa menyebut wa rahmatullah, menyerupai itu sudah dianggap sah. Namun yg lebih tepat ialah ‘assalamu ‘alaikum wa rahmatullah’.

Tentang shalat yg kita lakukan Hadits berikut ini sebagai renungan, sikapilah dirimu dgn jujur, biar bisa melihat posisi kita masing-masing. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya seseorang selesai (dari shalat) dan tidaklah ditulis (pahala) baginya, kecuali sepersepuluh shalatnya, sepersembilannya, seperdelapannya, sepertujuhnya, seperenamnya, seperlimanya, seperempatnya, sepertiganya, setengahnya.” (HR. Abu Daud)

Diriwayatkan oleh Abu Dawud, bahwa Hasan bin ‘Athiyah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya ada dua orang berada dalam satu shalat, akan tetapi perbedaan keutamaan (pahala) antara keduanya bagaikan langit dan bumi”.

Wahai orang yg shalat, sebenarnya shalat ialah kobaran api pertempuran bersama setan, pertempuran was-was dan bisikan-bisikan, lantaran kita bangkit pada daerah yg agung, paling dekatnya kedudukan (dgn Allah) dan paling dibenci setan. Kemudian setan menghiasi di depan pandanganmu dgn kesenangan, menyampaikan keindahan dan godaan. Dia juga mengingatkan yg engkau lupakan, sehingga dia merasa bahagia ketika shalatmu rusak, sebagaimana baju yg usang, rusak, tidak mendapat pahala dan tidak pula mendapat keutamaaan.

Wahai orang yg shalat, barangsiapa yg menempuh metode Nabi dan meniti jalan Nabi dalam shalatnya, pasti dia sanggup memperoleh kekhusyu’aan. Untuk bisa meraih khusyu’ ada beberapa hal yg bisa membantunya. Yaitu orang yg akan shalat, hendaknya segera menuju masjid dgn hening dan tidak tergesa-gesa, ia telah membersihkan pakaiannya, mensucikan badannya, mengkosongkan hatinya dari kesibukan dunia, semerbak harum badannya, meluruskan barisan dan menutup celah dalam barisan, dan ia tidak mengangkat kepalanya ke langit dikala shalat, lantaran hal ini terlarang dan bisa menghilangkan kekhusyuaannya.

Termasuk yg juga bisa menolong utk khusyu’ dalam shalat, yaitu tidak mengganggu orang lain dgn bacaan al-Qur’an, tidak shalat dgn pakaian atau baju yg ada gambarnya, tulisannya, ataupun baju berwarna-warni yg bisa mengganggunya, dan mengganggu orang lain. Begitu juga suara-suara yg berasal dari handphone yg mengganggu kaum Muslimin, sehingga merusak kekhusyu’an. Oleh lantaran itu janganlah membawa bunyi musik yg berdendang di dalam rumah-rumah Allah tercampur dgn kalam Allah. kita meminta kepada Allah salamah dan ‘afiyah dari dosa dan kesalahan



DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Tata Cara Dan Bacaan Salam Dalam Shalat

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Tata Cara Dan Bacaan Salam Dalam Shalat kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Tata Cara Dan Bacaan Salam Dalam Shalat dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2007/01/tata-cara-dan-bacaan-salam-dalam-shalat.html

0 Response to "Tata Cara Dan Bacaan Salam Dalam Shalat"

Posting Komentar