Tata Cara Memandikan Dan Menshalatkan Jenazah

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Tata Cara Memandikan Dan Menshalatkan Jenazah

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Tata Cara Memandikan Dan Menshalatkan Jenazah, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel bimbel masuk ptn, Artikel bimbinganshalat, Artikel ilmu, Artikel Info, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, Artikel Wawasan-Islam, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Tata Cara Memandikan Dan Menshalatkan Jenazah
link : Tata Cara Memandikan Dan Menshalatkan Jenazah

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Tata Cara Memandikan Dan Menshalatkan Jenazah

Setiap orang niscaya akan mengalami kematian. Mengingat mati harus sering dilakukan semoga setiap diri insan menyadari bahwa dirinya tidaklah hidup abadi selamanya didunia sehingga senantiasa mempersiapkan diri dgn bersedekah shaleh dan segera bertaubat dari kesalahan dan dosa yg telah diperbuat. Kita harus mempersiapkan diri dgn bekal yg baik dan diridhai Allah semoga sanggup menuju alam abadi dgn khusnul khatimah atau simpulan hidup yg sebaik-baiknya. Allah berfirman, yg artinya : “Tiap-tiap yg berjiwa akan mencicipi mati. Dan bergotong-royong pada hari simpulan zaman sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yg memperdayakan.” (QS Ali Imran : 185). 


QS Ali Imran : 102 yg artinya : “Hai orang-orang yg beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kau mati, melainkan kau dalam keadaan muslim.”


A. Tata Cara Memandikan Jenazah
Ada beberapa hal yg harus dipersiapkan sebelum memandikan jenazah, yaitu sebagai berikut.
1. Siapkan daerah yg layak. Ruang daerah memandikan hendaknya terjaga dari penglihatan orang yg kemudian lalang dan merupakan daerah yg memperlihatkan kehormatan bagi jenazah.
2. Siapkan peralatan atau perlengkapannya antara daerah atau bantalan memandikan jenazah, wadah dan air secukupnya, sabun atau pembersih, kapur barus, air mawar atau daun bidara semoga wangi dan tidak bau.
3. Orang yg berhak memandikan yaitu muhrim dari si mayit ibarat orang tua, suami atau isteri, anak, kerabat dekat, atau orang lain yg sejenis.
4. Dalam memandikan mayat hendaknya mendahulukan anggota-anggota wudhu dan anggota tubuh yg sebelah kanan pada waktu mulai menyiramkan air. Memandikan mayat disunahkan tiga kali atau lebih. Ketentuan aurat tetap berlaku pada pemandian jenazah.
5. Syarat-syarat mayat yg harus dimandikan yaitu sebagai berikut.
a. Jenazah itu orang muslim atau muslimat
b. Jenazah itu bukan alasannya mati syahid (mati dalam peperangan membela agama). Hadis rasulullah SAW menyatakan artinya sebagai berikut: “Dari Jabir, bergotong-royong nabi Muhammad SAW telah memerintahkan terhadap orang-orang yg gugur dalam perang Uhud supaya dikuburkan dgn darah mereka, tidak dimandikan dan tidak dishalatkan.” (HR Bukhari)
c. Badan atau anggota badannya masih ada walaupun hanya sebagian yg tertinggal (apabila alasannya kecelakaan atau hilang)

Cara memandikan mayat tersebut yaitu sebagai berikut.
a. Jenazah ditempatkan di daerah yg terlindung dari panas matahari, hujan atau pandangan orang banyak. Jenazah ditempatkan pada daerah yg lebih tinggi ibarat dipan atau balai-balai
b. Memulainya dgn membaca basmalah
c. Jenazah diberi pakaian mandi (pakaian basahan) semoga auratnya tetap tertutup ibarat sarung atau kain dan supaya gampang memandikannya
d. Membersihkan kotoran dan najis yg menempel pada anggota tubuh mayat dgn sopan dan lemah lembut
e. Jenazah diangkat (agak didudukkan), kemudian perutnya diurut supaya kotoran yg mungkin masih ada di perutnya sanggup keluar serta bersihkan mulut, hidung, dan telinganya
f. Kotoran yg ada pada kuku-kuku jari tangan dan kaki dibersihkan, termasuk kotoran yg ada di lisan atau gigi

g. Menyiramkan air ke seluruh tubuh hingga merata dari atas kepala hingga hingga ke kaki. Setelah seluruh tubuh disiram air, kemudian dibersihkan dgn sabun dan disiram kembali hingga bersih
Hadis nabi Muhammad SAW yg artinya : “Dari Ummu Atiyah r.a. nabi SAW tiba kepada kami sewaktu kami memandikan putri beliau, kemudian dia bersabda, mandikanlah ia tiga kali atau lima kali atau lebih, kalau kau pandang lebih baik dari itu, dgn air serta daun bidara dan basuhlah yg terakhir dgn dicampur kapur barus.” (HR Bukhari dan Muslim). (Pada riwayat lain, mulailah dgn bab badannya yg kanan dan anggota wudhu dari mayat tersebut).
h. Setelah diwudukan dan terakhir disiram dgn air yg dicampur kapur barus, daun bidara, wewangian yg lainnya semoga berbau harum. Air utk memandikan mayat hendaknya air biasa yg suci dan menyucikan kecuali dalam keadaan darurat.
i. Dikeringkan dgn kain atau handuk


B. Tata Cara mengafani Jenazah
1. Siapkan perlengkapan utk mengafani yaitu sebagai berikut
a. Kain kafan 3 helai utk pria dan sesuai dgn ukuran panjang badannya. Kain kafan 5 helai utk perempuan dan sesuai ukuran panjang badannya
b. Kapas secukupnya
c. Bubuk cendana
d. Minyak wangi
2. Cara mengafani
1. Kain kafan utk mengafani mayat paling sedikit satu lembar yg sanggup dipergunakan utk menutupi seluruh tubuh jenazah, baik pria ataupun wanita. Akan tetapi, bila bisa disunahkan bagi mayat pria dikafani dgn tiga lapis atau helai kain tanpa baju dan sorban. Masing-masing lapis menutupi seluruh tubuh mayat laki-laki. Sebagian ulama beropini bahwa tiga lapis itu terdiri dari izar (kain utk bantalan mandi) dan dua lapis yg menutupi seluruh tubuhnya
2. Cara memakaikan kain kafan utk mayat tersebut ialah kain kafan itu dihamparkan sehelai-sehelai dan ditaburkan harum-haruman ibarat kapur barus dan sebagainya diatas tiap-tiap lapis itu. Jenazah kemudian diletakkan diatas hamparan kain tersebut. Kedua tangannya diletakkan diatas dadanya dan ajun berada diatas tangan kiri. Hadis nabi Muhammad SAW yg artinya : “Dari Aisyah r.a bahwa Rasulullah SAW dikafani dgn tiga kain putih higienis yg terbuat dari kapas dan tidak ada didalamnya baju maupun sorban.” (HR Bukhari dan Muslim)
3. Adapun utk mayat perempuan disunahkan utk dikafani dgn lima lembar kain kafan, yakni kain basahan (kain alas), baju, tutup kepala, cadar dan kain yg menutupi seluruh tubuhnya. Di antara beberapa helai atau lapisan kain diberi harum-haruman. Cara memakaikannya yaitu mula-mula dihamparkan kain utk membungkus jenazah. Setelah itu, mayat diletakkan diatasnya setelah kain tersebut diberi harum-haruman. Kemudian, mayat dipakaikan kain basahan (kain alas), baju, tutup kepala, dan cadar yg masing-masing diberi harum-haruman. Selanjutnya mayat dibungkus seluruh tubuhnya dgn kain pembungkus. Hadis nabi Muhammad SAW yg artinya : “Dari Laila binti Qanif ia berkata saya yaitu salah seorang yg ikut memandikan Ummu Kulsum binti Rasulullah SAW ketika meninggalnya. Yang mula-mula diberikan oleh Rasulullah kepada kami ialah kain basahan (alas), baju, tutup kepala, cadar dan setelah itu dimasukkan kedalam kain yg lain (yg menutupi seluruh tubuhnya). Selanjutnya Laila berkata, sedang waktu itu Rasulullah SAW ditengah pintu membawa kafannya, dan memperlihatkan kepada kami sehelai-sehelai.” (HR Ahmad dan Abu Daud).
Catatan :
Jika seorang meninggal dunia dalam keadaan sedang ihram, baik ihram haji atau ihram umrah dilarang ditaburi atau diberi wangi-wangian dan tutup kepala
1. Lubang-lubang ibarat lubang hidung dan lubang indera pendengaran disumpal dgn kapas
2. Lapisi bagian-bagian tertentu dgn kapas

C. Menyalatkan Jenazah
Salat mayat ialah salat yg dikerjakan sebanyak empat kali takbir dalam rangka mendoakan orang muslim yg sudah meninggal. Jenazah yg disalatkan ini ialah yg telah dimandikan dan dikafani. Hadis nabi Muhammad SAW
ﻗﺎﻞ ﺮﺳﻮﻞ ﺍﷲ ﺻﻠﻰ ﻋﻠﻳﻪ ﻮﺳﻠﻢ ﺻﻠﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﻣﻮﺗﺎ ﻜﻢ
Artinya : “Rasulullah SAW bersabda salatkanlah olehmu orang-orang yg meninggal!.” (HR Ibnu Majjah)
Adapun mengenai tatacara menyalatkan mayat yaitu sebagai berikut.
1. Posisi kepala mayat berada di sebelah kanan, imam menghadap ke arah kepala mayat bila mayat tersebut pria dan menghadap ke arah perut bagi mayat perempuan. Makmum akan lebih baik bila sanggup diusahakan lebih dari satu saf. Saf bagi makmum perempuan berada di belakang saf laki-laki.
2. Syarat orang yg sanggup melaksanakan salat mayat yaitu menutup aurat, suci dari hadas besar dan hadas kecil, higienis tubuh pakaian dan daerah dari najis, serta menghadap kiblat
3. Jenazah telah dimandikan dan dikafani
4. Letak mayat berada di depan orang yg menyalatkan, kecuali pada salat gaib
5. Rukun salat mayat yaitu sebagai berikut
a. Niat
b. Berdiri bagi yg mampu
c. Takbir empat kali
d. Membaca surah Al Fatihah
e. Membaca salawat nabi
f. Mendoakan jenazah
g. Memberi salam

Tata cara pelaksanaan salat mayat yaitu sebagai berikut
1. Mula-mula seluruh jamaah berdiri dgn berniat melaksanakan salat mayat dgn empat takbir.
Niat tersebut sebagai berikut:
ﺍﺻﻠﻰﻋﻠﻰﻫﺫﺍ ﺍﻠﻣﻳﺖ﴿ﻫﺫﻩﺍﻠﻣﻳﺘﺔ﴾ﺍﺮﺑﻊ ﺘﻜﺑﻳﺮﺖ ﻔﺮﺾ ﻛﻓﺎﻳﺔ ﻤﺄﻤﻮﻤﺎ ﺘﻌﺎﻟﻰ
Artinya : Aku berniat salat atas mayat ini empat takbir fardu kifayah sebagai imam/makmum alasannya Allah SWT
2. Kemudian tahbiratul ihram yg pertama dan setelah takbir pertama itu selanjutnya membaca surat Al Fatihah
3. Takbir yg kedua dan setelah takbir yg kedua membaca salawat atas nabi Muhammad SAW
4. Takbir yg ketiga dan setelah takbir yg ketiga membaca doa jenazah. Bacaan doa bagi mayat yaitu sebagai berikut
ﺍﻟﻟﻫﻡ ﺍﻏﻓﺮﻟﻪ ﺍﺮﺤﻣﻪ ﻋﺎﻓﻪ ﻮﺍﻋﻒ ﻋﻧﻪ ﻮﺍﻜﺮﻡ ﻨﺰﻮﻟﻪ ﻭﺴﻊ ﻤﺪﺨﻠﻪ ﻮﺍﻏﺴﻠﻪ ﺒﺎﻟﻤﺂﺀ ﺍﻠﺜﻠﺞ ﺍﻠﺑﺮﺍﺩ ﻨﻘﻪ ﻤﻥ ﺍﻠﺠﻄﺎﻴﺎ ﻜﻤﺎ ﻴﻧﻘﻰ ﺍﻠﺛﻮﺏ ﺍﻻﺒﻴﺽ ﻤﻥ ﺍﻠﺪﻨﺱ ﺍﺒﺩﻠﻪ ﺩﺍﺮﺍ ﺨﻴﺮﺍ ﻤﻥ ﺩﺍﺮﻩ ﺍﻫﻼ ﺨﻴﺮﺍ ﻤﻥ ﺍﻫﻠﻪ ﻮﺍﻗﻪ ﻓﺘﻨﺔ ﺍﻠﻗﺒﺭ ﻋﺫﺍﺐ ﺍﻠﻨﺎﺮ
Artinya : “Ya Allah, ampunilah ia, kasihanilah ia, sejahterakanlah ia, maafkanlah kesalahannya, hormatilah kedalam tangannya, luaskanlah daerah tinggalnya, bersihkanlah ia dgn air es dan embun, bersihkanlah ia dari dosa sebagai mana kain putih yg dibersihkan dari kotoran, gantilah rumahnya dgn rumahnya yg dulu, dan gantilah keluarganya dgn yg lebih baik daripada keluarganya yg dahulu, dan peliharalah dia dari huru-hara kubur dan siksa api neraka.”

Catatan :
Do’a yg dibaca setelah takbir ketiga dan keempat diadaptasi dgn jenis jenazahnya yaitu :
1. apabila jenazahnya wanita, maka damir () hu diganti dgn kata ha(ﻫﺎ)
2. apabila jenazahnya dua orang, maka setiap damir kata hu() diganti dgn huma (ﻫﻣﺎ)
3. apabilla jenazahnya banyak, maka setiap damir kata hu diganti dgn(ﻫﻢ) atau (ﻫﻦ)
4. Takbir yg keempat, setelah takbir keempat membaca doa sebagai berikut
ﺍﻟﻟﻫﻡ ﺘﺤﺮﻣﻨﺎ ﺃﺟﺮﻩ ﺘﻔﺘﻨﺎ ﺒﻌﺪﻩ ﺍﻏﻔ ﺮﻠﻨﺎ ﻟﻪ
Artinya : Ya Allah, janganlah engkau rugikan kami dari mendapat pahalanya dan janganlah engkau beri kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia (HR Hakim)
5. Membaca salam kekanan dan kekiri
Artinya : Dari Malik bin Hurairah ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak seorang mukmin pun yg meninggal kemudian disalatkan oleh umat Islam yg mencapai jumlah tiga saf, kecuali akan diampuni dosanya.” (HR Lima mahir hadis kecuali Nasai)
6. Memperbanyak saf, bila jumlah jamaah yg menyalatkan mayat itu sedikit, lebih baik mereka dibagi tiga saf. Apabila jamaah salat mayat itu terdiri dari empat orang, lebih baik dijadikan dua saf, masing-masing saf dua orang dan makruh bila dijadikan tiga saf alasannya ada saf yg hanya terdiri dari satu orang

D. Menguburkan Jenazah
Setelah selesai menyalatkan, hal terakhir yg harus dilakukan yaitu menguburkan atau memakamkan jenazah. Tata cara pemakaman atau penguburan tersebut yaitu sebagai berikut.
1. Tanah yg telah ditentukan sebagai kuburan digali dan dibuatkan liang lahat sepanjang tubuh jenazah. Dalamnya tanah dibentuk kira-kira setinggi orang ditambah setengah lengan dan lebarnya kira-kira satu meter, di dasar lubangya dibentuk miring lebih dalam kearah kiblat. Maksudnya yaitu semoga jasad tersebut tidak gampang dibongkar binatang
2. Setelah hingga di daerah pemakaman, mayat dimasukkan kedalam liang lahat dgn posisi miring dan menghadap kiblat. Pada ketika meletakkan jenazah, hendaknya dibacakan lafaz-lafaz sebagai berikut
ﺒﺳﻢﺍﷲﻮﻋﻠﻰﻤﻠﺔﺮﺳﻮﻞﺍﷲ ﻮﺍﻩﺘﺮﻤﺫﻮﺍﺒﻮﺪﺍﻮﺪ
Artinya : “Dengan nama Allah dan atas agama rasulullah.” (HR Turmuzi dan debu daud
3. Tali-tali pengikat kain kafan dilepas, pipi kanan dan ujung kaki ditempelkan pada tanah. Setelah itu mayat ditutup dgn papan kayu atau bambu. Diatasnya ditimbun dgn tanah hingga galian liang kubur itu rata. Tinggikan kubur itu dari tanah biasa sekitar satu jengkal dan diatas kepala diberi tanda kerikil nisan
4. Setelah selesai menguburkan, dianjurkan berdoa, mendoakan dan memohonkan ampunan utk jenazah. Hadis nabi Muhammad SAW berbunyi yg artinya : “Dari Usman menceritakan bahwa nabi Muhammad SAW apabila telah selesai menguburkan jenazah, dia berdiri diatasnya dan bersabda mohonkanlah ampun utk saudaramu dan mintakanlah utknya supaya diberi ketabahan alasannya bergotong-royong kini ia sedang ditanya.” (HR Abu Daud dan Hakim)
Tata krama yg sebaiknya dilakukan ketika akan menguburkan mayat antara lain mengiringi mayat dgn membisu sambil berdoa, tidak turut mengiringi, kecuali juka memungkinkan bagi perempuan, membaca salam ketika masuk pemakaman. Tidak duduk hingga mayat diletakkan, menciptakan lubang kubur yg baik dan dalam, orang yg turun ke dalam kubur bukan orang yg berhadas besar, tidak mengubur pada waktu yg terlarang, tidak meninggikan tanah kuburan terlalu tinggi, tidak duduk diatas kuburan, dan tidak berjalan-jalan diantara kuburan

E. Turut Bela Sungkawa (Takziah)
Sebagai kerabat, teman dekat, keluarga, apalagi sebagai sesama muslim, hendaknya kita membiasakan bertakziah kepada keluarga yg sedang berduka cita. Takziah berdasarkan bahasa artinya menghibur. Takziah berdasarkan istilah ialah mengunjungi keluarga yg meninggal dunia dgn maksud semoga keluarga yg mendapat petaka sanggup terhibur, diberi keteguhan iman, Islam, dan sabar menghadapi petaka serta berdoa utk orang yg meninggal dunia supaya diampuni segala dosa-dosa semasa hidupnya. Bertakziah hukumnya sunah dan merupakan salah satu hak muslim satu dgn yg lain.
Hal-hal yg perlu dilakukan ketika seseorang bertakziah antara lain
1. Memberi derma kepada keluarga yg terkena musibah, baik derma moral maupun materiil utk mengurangi beban kesulitan dan kesedihannya.
2. Jika orang yg mendapat petaka termasuk orang yg bersahabat dgn kita, hendaknya kita menghibur mereka semoga tidak berlarut-larut dalam sedih dan menganjurkan kesabaran alasannya semua insan niscaya akan mengalaminya.
3. Mengikuti salat mayat dan mendoakannya semoga mendapat ampunan dari Allah SWT dari segala dosanya
4. Ikut mengantarkan mayat ke daerah pemakaman utk menyaksikan penguburannya
5. Tidak bicara keras, bercanda, tertawa terbahak-bahak, atau sikap-sikap lain yg tidak terpuji.
Bersabda Rasulullah SAW yg artinya : “Dari Abdullah bin Ja’far r.a ia berkata, ketika tiba gosip atau kabar meninggalnyaJja’far alasannya terbunuh nabi SAW telah bersabda, buatkanlah makam utk keluarga Ja’far alasannya bergotong-royong mereka sedang mengalami kesusahan (kekalutan).” (HR Lima mahir hadis kecuali Nasai)

F. Ziarah Kubur
Ziarah kubur bertujuan mengingat kematian serta hari alam abadi daerah menusia akan mendapat tanggapan yg sesuai amal perbuatannya di dunia. Ziarah kubur sangat dianjurkan. Akan tetapi, apabila ziarah kubur ditujukan utk mendapat berkah, minta doa restu, atau pandangan gres maka hal tersebut tidak dibolehkan (diharamkan)
Ziarah kubur juga mempunyai tata krama sebagaimana petunjuk yg diajarkan Rasulullah yakni sebagai berikut.
1. Pada waktu masuk pintu gerbang pemakaman, hendaknya mengucapkan salam alasannya kuburan sebagai daerah pemakaman mayat insan harus tetap dihormati dan dimuliakan secara wajar. Hal tersebut mempunyai arti bahwa kuburan merupakan daerah kita mengingat alam abadi dan dilarang disia-siakan, tetapi juga dilarang dipuja-puja. Bacaan salam tersebut yaitu sebagai berikut
Rasul Bersabda,yg artinya : “Selamat sejahtera pada mukminin dan muslimin yg ada disini. Kami insya Allah akan menyusul kamu. Kami mohon kepada Allah semoga kami dan kau mendapat keselamatan.” (HR Muslim dan Ahmad)
2. Tidak boleh bernazar dgn niat tertentu yg berkaitan dgn takziah alasannya nazar hanya ditujukan kepada Allah 
3. Tidak boleh mencium atau menyapu dgn tangan utk minta berkah alasannya hal itu menjurus ke arah kemusyrikan
4. Membangun taman-taman atau bangunan di sekitar kuburan hukumnya makruh, baik didalam maupun diluar kuburan
5. Hendaknya memberikan doa-doa kepada Allah yg berisi mohon ampunan, rahmat dan keselamatannya
6. Tidak boleh menduduki kuburan





DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Tata Cara Memandikan Dan Menshalatkan Jenazah

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Tata Cara Memandikan Dan Menshalatkan Jenazah kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Tata Cara Memandikan Dan Menshalatkan Jenazah dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2007/01/tata-cara-memandikan-dan-menshalatkan.html

0 Response to "Tata Cara Memandikan Dan Menshalatkan Jenazah"

Posting Komentar