Tata Cara Tasyahud Simpulan / Tahiyat Simpulan Dalam Shalat

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Tata Cara Tasyahud Simpulan / Tahiyat Simpulan Dalam Shalat

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Tata Cara Tasyahud Simpulan / Tahiyat Simpulan Dalam Shalat, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel bimbel masuk ptn, Artikel bimbinganshalat, Artikel ilmu, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, Artikel Wawasan-Islam, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Tata Cara Tasyahud Simpulan / Tahiyat Simpulan Dalam Shalat
link : Tata Cara Tasyahud Simpulan / Tahiyat Simpulan Dalam Shalat

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Tata Cara Tasyahud Simpulan / Tahiyat Simpulan Dalam Shalat



Shalat harus dilakukan secara khusyu. Adapun yg dimaksud Kata khusyu’ terambil dari kata khasya’a  ( خشع ) yg dari segi bahasa berarti membisu dan tenang. Dia yaitu kesan khusus yg terdapat dalam benak seseorang terhadap objek kekhusyu’anya, sehingga yg bersangkutan mengarah sepenuh hati kepadanya sambil mengabaikan selainnya.

Dalam ibadah shalat, khusyu’ yaitu kondisi jiwa yg diliputi rasa takut jangan hingga shalatanya tertolak. Hal itu ditandai dgn mengonsentrasikan jiwanya sambil mengabaikan segala sesuatu yg tidak berkaitan dgn shalat. Kondisi jiwa semacam ini tidak terjangkau hakikatnya oleh pandangan lahiriah manusia, alasannya ia yaitu kekerabatan pribadi antara hamba dan Tuhannya.

Imam ar-Rāzī menulis: apabila seseorang sedang melaksanakan shalat, maka terbuakalah tabir antara dia dgn Tuhan, tapi begitu ia menoleh, tabir itu pun tertutup.

Para ulama fiqih/hukum Islam, tidak memasukan khusyu’ sebagai salah satu rukun atau syarat sah shalat. Mereka menyadari bahwa khusyu’ lebih banyak berkaitan dgn qalbu. Sedang mereka intinya hanya mengarahkan pandangan pada sisi lahiriah manusia.

Mereka berkata “nahnu nahkumu bizh-zahwâhir wallâhu yatawallâ as-sarâir” (kami hanya tetapkan aturan menurut yg tampak, dan Allah menangani hal-hal yg batin). Disinilah ulama fiqih dan tasawuf terkesan berbeda pendapat. Mayoritas ulama fiqih tidak mewajibkan hadirnya kehusyu’an dalam shalat — alasannya kehadirannya yaitu sesuatu yg tidak sanggup dijangkau pandangan lahir — sedangkan ulama tasawuf mewajibkannya.

Mari kita lanjutkan pembahasan perihal tata cara shalat mengenai Duduk tasyahud akhir.  Duduk tasyahud selesai termasuk rukun shalat, sehingga dihentikan ditinggalkan dalam keadaan apapun.

Cara duduk tasyahud selesai ada dua

a. Jika shalat yg dikerjakan hanya mempunyai satu tasyahud, ibarat shalat subuh, shalat witir maka duduk tasyahud selesai dilakukan dgn posisi iftirasy. Tata caranya sama ibarat duduk diantara dua sujud. Ini yaitu pendapat Imam Ahmad menurut hadis Wail bin Hujr, dikala menceritakan cara shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

فلما قعد للتشهد؛ فرش رجله اليسرى، ثم قعد عليها،… ثم عقد أصابعه، وجعل حلقة بالإبهام والوسطى، ثم جعل يدعو بالأخرى.
“Ketika dia duduk tasyahud, dia membentangkan kaki kiri kemudian mendudukinya…, dan dia mengepalkan jari-jarinya, menciptakan bulat antara jempol dgn jari tengah, kemudian dia berdoa.” (HR. Nasai dan dishahihkan Al-Albani)
Kalimat “kemudian dia berdoa” memperlihatkan bahwa itu dilakukan dikala tasyahud akhir. Dan sebagian ulama menjelaskan bahwa itu terjadi dikala shalat subuh.

b. Jika shalat yg dikerjakan hanya mempunyai dua tasyahud, ibarat shalat zuhur, atau shalat wajib 4 rakaat lainnya atau shalat maghrib maka duduk tasyahud selesai dilakukan dgn posisi tawaruk (HR. Bukhari).

Adapun cara duduk tawaruk:
a. Pantat diletakkan di tanah, telapak kaki kanan ditegakkan dan telapak kaki kiri berada di bawah kaki kanan.

Abu Humaid menceritakan cara shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَإِذَا جَلَسَ فِي الرَّكْعَةِ الآخِرَةِ قَدَّمَ رِجْلَهُ اليُسْرَى، وَنَصَبَ الأُخْرَى وَقَعَدَ عَلَى مَقْعَدَتِهِ
“Jika dia duduk di rakaat akhir, dia majukan kaki kiri dan dia tegakkan telapak kaki kanan, dan dia duduk di tanah.” (HR. Bukhari)

b. Pantat diletakkan di tanah, telapak kaki kanan dibentangkan, dan telapak kaki kiri di atas kaki kanan. Cara kedua ini adakala dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. menurut keterangan dalam hadis dari Zubair bin Awam radhiyallahu ‘anhu,

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَعَدَ فِي الصَّلَاةِ، جَعَلَ قَدَمَهُ الْيُسْرَى بَيْنَ فَخِذِهِ وَسَاقِهِ، وَفَرَشَ قَدَمَهُ الْيُمْنَى
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila duduk (tasyahud akhir) dalam shalat, dia posisikan telapak kaki kiri antara paha dan betis kanan, dan dia bentangkan telapak kaki kanan.” (HR. Muslim).

Kedua tangan berada di atas paha, dan posisi siku tidak melebar melebihi paha. Sebagaiman disebutkan dalam hadis dari Wail bin Hujr yg diriwayatkan Abu Daud dan lainnya.

Dianjurkan mengisyaratkan jari telunjuk ajun ke arah kiblat dari awal duduk tasyahud. Karena arahan jari telunjuk tersebut dilakukan mengiringi doa yg dibaca dikala tasyahud.

Dianjurkan mengarahkan pandangan ke arah arahan telunjuk. Berdasarkan keterangan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma dikala menceritakan cara shalat Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَأَشَارَ بِأُصْبُعِهِ الَّتِي تَلِي الْإِبْهَامَ فِي الْقِبْلَةِ، وَرَمَى بِبَصَرِهِ إِلَيْهَا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dgn jari telunjuknya ke arah kiblat, dan dia mengarahkan pandangannya ke arah jarinya.” (HR. Nasai dan dishahihkan Al-Albani)

Cara mengacungkan jari telunjuk, sama dgn mengacungkan jari telunjuk dikala tasyahud awal.

Untuk Bacaan Tasyahud (Tahiyyat) Akhir akan kami paparkan pada halaman ini secara lengkap dalam bahasa arab, goresan pena latin serta terjemahannya. Bagi Anda yg belum hafal bacaannya, silakan sanggup Anda pelajari dan hafalkan disini. Dan berikut yaitu lafadz bacaan selengkapnya:

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَرَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

ATTAHIYYAATUL MUBAAROKAATUSH SHOLAWAATUT TOYYIBAATULILLAAH ASSALAAMU'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WAROHMATULLOOHI WABAROKAATUHU ASSALAAMU'ALAINAA WA 'ALAA 'IBAADIL-LAAHISH-SHOOLIHIINA. ASYHADU ANLAA ILAAHA IL-LALLOOH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLAAH. ALLOOHUMMA SHOLLI 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN. KAMAA SHOL-LAITA 'ALAA SAYYIDINAA IBROOHIIMA WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA IBROOHIIMA WABAARIK 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN KAMAA BAAROKTA 'ALAA SAYYIDINAA IBROOHIIMA WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA IBROOHIIMA FIL 'AALAMIINA INNAKA HAMIIDUN MAJIIDUN


Artinya :
Segala penghormatan yg berkat solat yg baik yaitu utk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yg soleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan saya bersaksi gotong royong Muhammad itu yaitu pesuruh Allah. Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya. Sebagaimana Engkau selawatkan ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim. Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim di dalam alam ini. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.

Berikut ini Video Tata Cara Tasyahud Akhir / Tahiyat Akhir Dalam Shalat





Ingat shalat harus dilakukan secara khusus sebagai mana firman Allah: Sungguh beruntung orang-orang yg beriman. (yaitu) orang-orang yg khusyu' dalam sembahygnya. (QS. Al-Mukminuun ayat 1 dan 2). Ayat ini menjelaskan manfaat dari kekhusyukan sholat itu, akan ada laba yg akan didapatkan oleh orang-orang yg khusyu itu diantaranya:

1. Sholat yg khusyu’ akan mengantarkan kita pada tujuan utama dari sholat yaitu utk mengingat Allah sebagaimana disebutkan dalam surat Thaha ayat 14: Sesungguhnya Aku ini yaitu Allah, tidak ada Tuhan (yg hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat utk mengingat Aku. Dan dgn mengingat Allah maka kita akan mendapat kedamain dan ketenangan dalam hati, “orang-orang yg beriman dan hati mereka manjadi tenteram dgn mengingat Allah. Ingatlah, hanya dgn mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram (QS. Ar-Ra’d ayat 28).”

2. Manusia yaitu makhluk yg gampang stress atau panik dan gelisah dalam menjalani setiap episode kehidupan, dikala ditimpa oleh kesusahan lantaran kesempitan ekonomi atau cobaan yg tiada henti yg tiba menyapa diri maka ia akan galau dan gelisah, dikala diberi fasilitas dan kelapangan rezeki ia akan diselimuti oleh rasa ketakutan dan kecemasan kehilangan apa yg telah dia sanggup lantaran sifat keserakahan telah menggerogotinya. Semua penderitan kehidupan ibarat ini tidak akan dialami oleh orang-orang yg mencapai kesempurnaan sholat ibarat yg disebutkan dalam surat Al-Ma’arij ayat 19-22; Sesungguhnya insan diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. kecuali orang-orang yg mengerjakan shalat.

3. Sholat khusyu’ yaitu sholat yg berkualitas yg akan menawarkan dampak yg besar lengan berkuasa dalam mencegah seseorang terhadap perbuatan yg keji dan mungkar. Bacalah apa yg telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) yaitu lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yg lain). Dan Allah mengetahui apa yg kau kerjakan (QS. Al-Ankabut ayat 45). Satu-satu formulasi utk menghidarkan kita dari perbuatan keji dan mungkar yg dimurkai dan akan diberikan belasan berupa azab neraka oleh Allah bagi orang yg melakukannya yaitu sholat lantaran sholat mempunyai imbas dan kekuatan utk mencegah perbuatan keji dan mungkar itu dan sholat bukan sembarang sholat asal sholat tapi sholat yg mempunyai mutu dan kualitas tinggi yg dalam bahasa al-Qur’an dan agama kita disebut dgn istilah Sholat Khusyu’.


4. Dalam diri orang-orang yg khusyu’ dikala melaksanakan sholat akan menempel sifat sabar dan dikala kedua sifat kekhusyukan sholat dan kesabaran menempel pada diri insan maka hidupnya akan menjadi gampang setiap persoallan yg tiba akan sanggup teratasi sebagaimana pernyataan Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 45; Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yg demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yg khusyu',


DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Tata Cara Tasyahud Simpulan / Tahiyat Simpulan Dalam Shalat

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Tata Cara Tasyahud Simpulan / Tahiyat Simpulan Dalam Shalat kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Tata Cara Tasyahud Simpulan / Tahiyat Simpulan Dalam Shalat dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2007/01/tata-cara-tasyahud-simpulan-tahiyat.html

0 Response to "Tata Cara Tasyahud Simpulan / Tahiyat Simpulan Dalam Shalat"

Posting Komentar