Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen Beras Aking

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen Beras Aking

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen Beras Aking, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel bimbel masuk ptn, Artikel CeritaRakyat, Artikel Info, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen Beras Aking
link : Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen Beras Aking

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen Beras Aking


Cerpen” Beras Aking” Karya: Ayu Pangestu

INI pilihanku ! Aku harus menjalankan perjuangan beras aking ini!” tekadku tegas dalam hati
Ya , saya tak mungkin menutup usahaku ini , yg sudah berjalan hampir satu tahun. Usaha yg tidak membawa laba banyak , tapi ada pujian di hati. Itu lantaran pengkonsumsi beras akingku ialah masyarakat miskin yg tidak bisa lagi membeli beras yg harganya sudah menggila , sementara cacing di perut terus menuntut atas kelaparannya. Dan usahaku ini ialah solusi utk mereka dan cacing itu.Ya, makan nasi aking ialah sebuah pilihan rakyat miskin utk tetap hidup.
Aku tahu abah tidak suka dgn usahaku ini. Permasalahannya lantaran laba yg saya peroleh kurang dari cukup. Untuk bisa membahagiakan bapak dan ibu saja tidak bisa. Padahal mereka ingin jikalau aku, kelak nanti bisa membiayai mereka pergi haji.
“Bapak menyekolahkan kau jauh-jauh, mahal, dgn perjuangan mati-matian, hingga ngutang, supaya kau bisa sanggup kerja yg mapan,” ujar bapak ketika saya gres saja lulus dan gres satu bulan menjalankan usahaku.
Aku membisu ketika itu. Jujur, saya galau bagaimana menjawabnya. Bapak yg hanya seorang petani garapan dan peternak, selama ini membiayaiku dgn upah hasil menggarap sawah orang dan menjual hasil ternak kambingnya yg jumlahnya mencapai tiga belasan. Kini di sangkar tinggal seekor sapi dan tiga kambing yg masih tersisa. Biayaku kuliah di Jakarta memang berat, walaupun saya kuliah dikampus negeri, tetap saja berat. Titelku yg sebagai sarjana komonikasi pun tidak ada gunanya ketika ini.
Demi mengisi hari-hariku di kampung, saya beranikan diri utk membuka perjuangan beras aking, dari odal tabunganku semasa kuliah, hasil membantu Jhon sobat kuliahku yg membuka perjuangan warung “Pecel Lele.” Jhon ialah satu dari beberapa mahasiswa yg kuliah sambil berwiraswasta. saya kagum dgn dirinya. Dan sebenarnya niatku membuka perjuangan beras akingku ini selain melihat kondisi rakyat miskin yg kelaparan, juga lantaran Jhon yg memotivasiku dalam berwiraswasta.
Aku mulai memburu nasi aking mulai pukul tujuh pagi selepas Dhuha. Mobil pick-up milik abah peninggalan dari kakek, saya gunakan utk melancarkan usahaku. Targetku ialah pedagang makanan yg biasa mangkal di Pasar Rawu, Pasar Lama, Pasar Ciruas, beberapa kantin di kampus –kampus Serang, warung makan, dan ruma makan Padang. Aku bayar meraka tiga ratus rupiah utk satu ember nasi aking yg saya dapatkan.
Senja saya pulang, dan segera merendam nasi aking itu dalam bejana besar, emak sudah menyiapkan sebelum saya datang. Esok paginya, barunasi aking di pisahkan dari lauk-pauknya saperti sambal, sayuran, tempe-tahu, dan tulang-tulang. Setelah bersih, gres ditiriskan dan dijemur, digelar tipis-tipis dinyiru yg diletakkan di para-para bambu rendah.
Aroma busuk masi bau. Setelah nasi aking kering kerontang, dan berwarna kecoklatan, lalat gres beterbangan.
Usahaku berjalan cukup lancar, nasi aking didistribusikan ke kampung-kampung, atau beberapa pasar tradisiponal di Karawang, Banten, Solo, dan Jakarta. Kini, semenjak Jakarta dilanda banjir, orang Jakarta mulai memakan beras aking, hidup mereka berbenturan dgn harga sembako yg makin menggila. Untuk pendistribusian, saya ajak dua perjaka masjid di kampung (Girun dan Sholeh) yg selama ini bekerja serabutan dan banyak menganggur. Ibu dan dua adik kembarku Asih dan Esih yg masih duduk dibangku kelas 2 SMU, ikut serta membantu usahaku.
Aku menjual harga beras akingku berbeda-beda. Untuk beras yg butirannya masih utuh saya jual Rp.1.500 per liter. Butiran yg masih terbelah lima puluh persen saya hargai Rp.1.100 perliter, dan utk yg banyak belahannya saya hargai Rp. 800 perliter.
“Yu, bapak kasihan sama kamu. Hasil perjuangan kau nggak banyakkan?”
“Memang, Pak. Saya naroh di distributor Rp.1.200, dijual Rp.1.500. Bayar nasi aking dua ratus lima puluh rupiah. Ongkos transport, tiga ratus lima puluh rupiah. Bayar asisten, tiga ratus rupiah, belum ongkos cuci, dan lain-lain dua ratus lima puluh rupiah. Ya.. untungnya dua ratus lah, itu dari perliternya. Tapi niat saya nolong, Pak.”
“Baik sih niat kamu, tapi ya mau hingga kapan terus-terusan perjuangan beras aking. Itu tidak mencukupi apa-apa. Kelak kau kan juga harus menabung utk masa depanmuu.”
“Ya bersabarlah pak, mudah-mudahan ada jalan terangnya. Masalah rezeki, Wahyu tidak pernah takut, yg penting ikhtiar dan do’a sudah maksimal.”
Bapak lebih menentukan membisu utk menanggapi ucapanku.
“Ya, nanti jikalau usahanya mentok, Wahyu coba ngelamar kerjalah, Pak.” Ucapku utk menenangkan hati bapak sementara.
Pagi ini, utk pertama kalinya kau mencicipi beras aking. Ibu yg memasaknya.
“Mudah kok Yu masaknya. Nasi cukup direndam hingga mekar. Ditiriskan, terus dikukus.”
Ya memang mudah, nasi itu lezat dimakan ketika masih hangat di tambah lagi dgn sambal dan ikan sain layur.
Setelah makan, saya pamit kepada ayah dan emak utk ke Jakarta. Hari ini saya mau melaksanakan penagihan utangku kepada, Engko Chan yg selama ini menjual beras aking ku di toko sembakonya. Engko Chan ialah satu-satunya distributor yg paling sering berhutang, sementara jikalau yg lain, biasanya pembayaran eksklusif dilakukan di muka ketika beras-beras aking ku diantar. Hari ini saya perintahkan Girun utk memburu nasi aking.
Tapi, sesuatu terjadi diluar dugaanku. Belum sempat saya hingga ke toko Engko Chan, petaka menimpa ku. Mobil butut bau tanah milik abahku raib ketika hampir sebentar saya ke toilet umum di sebuah pasar. Saat itu mobilku parkir. Mungkin lantaran ramainya pasar, dan orang tidak ada yg ngeh, jadi kendaraan beroda empat itu hilang dgn mudahnya.
Bingung menyergap. Entahlah abah akan senang lantaran kendaraan beroda empat bututnya hilang dan saya mencari daerah kerja ditempat lain, atau abah murka lantaran mobilnya hilang? “Tapi jikalau bukan aku, bagaimana nasib orang miskin disana, siapa yg menjamin mereka besok bisa makan? Girun dan Soleh.” Gumam batinku gundah.

UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK CERPEN BERAS AKING


Pengertian Cerpen
Cerpen (cerita pendek) ialah salah satu jenis karya sastra yg dijelaskan dalam bentuk goresan pena dan berwujud dongeng atau kisah secara singkat, ringkas dan jelas. Cerpen yg biasa disebut juga dgn prosa fiksi, mempunyai isi pengisahan yg hanya terfokus pada satu permasalahan atau konflik. Singkatnya, alur dongeng pendek hanya berpusat pada satu konflik.
Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

Unsur intrinsik cerpen terdiri dari tema, tokoh atau penokohan, alur cerita, latar, gaya bahasa, sudut pandang dan amanat. Berikut penjelasannya:

a. Tema
Tema ialah ruh atau nyawa dari setiap karya cerpen itu sendiri. Tema inilah yg akan menentukan konflik dan menjadi inspirasi dasar pengembangan dari seluruh isi dongeng pendek. Tema mempunyai sifat umum dan general. Seperti conto; Pendidikan, romansa, persahabatan dan lain-lain.

b. Tokoh dan Penokohan
Tokoh dan penokohan ialah dua hal yg berbeda dalam penulisan cerpen. Tokoh merupakan pemain atau orang-orang yg terlibat di dalam dongeng tersebut. Sedangkan penokohan ialah penentuan tabiat atau sifat tokoh yg ada di dalam cerita.
Ada 3 jenis tokoh yg ditampilkan di dalam cerpen, diantaranya:
Antagonis: Tokoh yg biasanya berperan sebagai tokoh jahat. Tokoh ini akan terlibat konflik  dgn sang tokoh utama di dalam cerita. Tokoh antagonis mempunyai tabiat yg negatif seperti: sombong, angkuh, jahat dan lain-lain.
Protagonis: Tokoh ini ialah tokoh yg membintangi cerpen tersebut (tokoh utama) tokoh ini biasanya berprilaku baik.
Tritagonis: Tokoh ini merupakan tokoh pembantu protagonis dan yg nantinya akan menjadi penengah konflik antara antagonis dan protagonis. Tokoh ini biasanya mempunyai sifat penolong dan bijaksana.
Penokohan tabiat dari 3 tokoh diatas akan disampaikan oleh penulis dgn 2 cara diantaranya:
Analitik, yaitu proses penyampaian tabiat tokoh dgn cara disampaikan eksklusif oleh penulis.
Dramatik, yaitu penokohan yg tersirat. Biasanya disampaikan melalui tingkah laris si tokoh dalam cerita.

c. Alur (Plot)
Alur ialah urutan jalan dongeng dalam cerpen yg di sampaikan oleh penulis. Dalam memberikan cerita, ada tahapan-tahapan alur yg disampaikan oleh sang penulis. Diataranya:
Tahap perkenalan.
Tahap penanjakan.
Tahap klimaks.
Anti klimaks
Tahap penyelesaian.
Tahap-tahap alur tersebut harus ada dalam sebuah cerita. Tujuannya ialah semoga dongeng itu tak membingungkan sang pembaca. Ada 2 jenis alur yg biasanya dipakai oleh para penulis, yaitu:
Alur maju: Alur ini menceritakan jalan dongeng yg urut dari awal perkenalan tokoh, situasi kemudian memunculkan problem hingga puncak problem dan terakhir penyelesaian masalah. Makara intinya, pada alur maju ditemukan jalan dongeng yg urut seseuai dgn tahapan-tahapannya.
Alur mundur: Di alur ini, penulis menceritakan jalan dongeng secara tidak urut. Bisa saja penulis menceritakan konflik terlebih dahulu, kemudian kemudian menengok kembali kejadian yg menjadi lantaran konflik itu terjadi.

d. Latar
Latar mengacu pada suasana, waktu dan daerah terjadinya dongeng tersebut. Latar akan memperlihatkan kesan positif pada suatu dongeng pendek. Ada 3 jenis latar dalam sebuah cerpen yakni latar waktu, daerah dan suasana.

e. Sudut Pandang
Sudut pandang ialah taktik yg dipakai oleh pengarang cerpen utk memberikan ceritanya. Entah itu sebagai orang pertama, kedua, ketiga. Bahkan ada beberapa penulis yg memakai sudut pandang orang yg berada di luar cerita.

f. Gaya bahasa
Gaya bahasa ialah ciri khas sang penulis dalam memberikan tulisanya kepada publik. Entah itu penggunaan diksinya, majas dan pemilihan kalimat yg sempurna di dalam cerpennya.

g. Amanat
Amanat (Moral value) ialah pesan moral yg bisa kita ambil dari dongeng tersebut. Di dalam sebuah cerpen, moral biasanya tidak disebutkan secara tertulis melainkan tersirat dan akan bergantung pada pemahaman pembaca akan dongeng tersebut.

Unsur Ekstrinsik Cerpen
Unsur ekstrinsik ialah unsur-unsur cerpen yg berada diluar karya sastra. Akan tetapi, secara tidak eksklusif unsur ini mensugesti proses pembuatan suatu cerpen. Unsur ekstrinsik cerpen antara lain:
Latar belakang penciptaan: Latar belakang ini berkaitan dgn tujuan karya sastra cerpen itu dibuat.
Latar belakang sejarah pengarang: Unsur ini berkaitan dgn kondisi sosial sang penulis.
Kondisi masyarakat: Hal-hal yg berkaitan dgn kondisi masyarakat ketika cerpen atau karya sastra itu dibuat.
Unsur psikologis: Unsur ini berkaitan dgn psikologis sang penulis.


Analisis Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen Beras Aking




Analisis Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen Beras Aking

A.     Analisis Unsur Intrinsik Cerpen Beras Aking
1   Tema Cerpen Beras Aking
Tema yg dipakai dalam Cerpen Beras Aking ialah Sosial dan Pendidikan .

Kalimat yg pertanda tema social :
“…..pengkonsumisi beras akingku ialah masyarakat miskin yg tidak bisa lagi membeli beras yg harganya sudah menggila,sementara cacing-cacing diperut terus menuntut atas kelaparannya.”

Kalimat yg menjukan tema pendidikan :
“Bapak yg hanya seorang petani garapan dan peternak , selama ini membiayaiku hanya dgn upahhasil menggarap sawah orang dan menjual ternak ternak kambingnya yg jumlahnya mencapai belasan.”
2   Alur (plot) Cerpen Beras Aking
Alur/ Plot yg terdapat pada cerita Beras aking menggunakan alur Maju, lantaran dongeng ini memang menceritakan kehidupan yg terjadi.

Terdapat potongan kalimat yg memperlihatkan bahwa dongeng ini memakai alur maju ialah kata “esok paginya “, yaitu terdapat pada kalimat:”Esok paginya,baru nasi-nasi aking dipisahkan dari lauk-pauknya…..”
Pada kalimat diatas terdapat kata “esok paginya “ , kata tersebut memperlihatkan waktu yg akan terjadi besok.

3   Penokohan (perwatakan, karakterisasi) Cerpen Beras Aking
Tokoh utama : Wahyu
Alasan : Karena tokoh “ Wahyu “ yg menceritakan/ menggambarkan kisah wacana kehidupan orang – orang desanya . Tokoh “ Wahyu “ juga sering muncul didalam dongeng tersebut.

Penokohan :
1) Wahyu
·         Perdulli
·         Suka menolong
Terdapat pada kalimat :“Ya.. Untungnya dua ratus lah, itu dari perliternya. Tapi niat saya nolong pak.”
·         Tegas
Terdapat pada kalimat :“Ini pilihanku! Aku harus tetap menjalankan perjuangan beras aking ini!”
·         Pekerja keras
Terdapat pada kalimat: “Demi mengigi hari hariku di kampung saya beranikan diri utk membuka perjuangan beras aking, dgn modal dari tabunganku semasa kuliah.”
·         Sabar dan Pesimis
Terdapat pada kalimat:”ya bersabarlah pak ,mudah-mudahan ada jalan terangnya.masalah rejeki wahyu tidak pernah takut ,yg penting kihtiar dan doa sudah maksimal.”

2) Abah
·         Pekerja keras
Terpadat pada kalimat :”Bapak menyekolahkan kau jauh-jauh , mahal , dgn perjuangan mati-matian,sampai ngutang-ngutang supaya kau bisa sanggup kerja yg mapan,”ujar bapak ketika saya gres lulus dan gres satu bulan menjalankan usahaku.
3)  Emak
·         Suka menolong
Terdapat pada kalimat :”……pertama kali saya mencicipi beras aking.Ibu yg memasaknya.”Mudah kaok yu masaknya. Nasi cukup direndam hingga mekar.Ditiriskan terus dikukus”

4) Engko Chan
·         Suka berhutang
Terdapat pada kalimat :”Engko Chan ialah satu-satunya distributor yg sering berhutang.”

5) John
·         Suka membantu
Terdapat pada kalimat : “….modal tabunganku semasa kuliah,hasil membantu John, sobat kuliahku yg membuka perjuangan warung “pecel lele”.”

4 Latar (setting) Cerpen Beras Aking
a.  Latar cerita
Setting/ Latar dongeng ialah daerah atau waktu terjadinya cerita.
Setting/ Latar dibagi menjadi 3:
1.   Setting Waktu
·         Pagi
Tedapat pada kalimat :
”Aku mulai memburu nasi-nasi aking mulai pukul tujuh pagi selepas duha.”
“Pagi ini, utk pertama kalinya saya mencicipi nasi aking.”
·         Senja
Terdapat pada kalimat :
“Senja saya pulang,dan segera merendam nasi-nasi aking itu dalam bejana besar,emak sudah menyiapkannya sebelum saya datang.”
2.   Setting Tempat
·         Rumah Wahyu
Terdapat pada kalimat :
“Pagi ini, utk pertama kalinya saya mencicipi nasi aking.Ibu yg memasaknya.”
·         Pasar
Terdapat pada kalimat :
“Mobil butut ,tua ,milik abahku raib ketika mampir sebentar ke toilet umum disebuah pasar.”

3.   Setting Suasana
·         Hening
Terdapat pada kalimat :
“Aku membisu ketika itu.Jujur saya galau bagaimana menjawabnya….”
·         Bingung
Terdapat pada kalimat:
“Bingung menyergap.Entahlah apakah abah akan senang lantaran kendaraan beroda empat butunya hilang dan saya mencari kerja di daerah lain,atau abah murka lantaran mobilnya hilang.”

b.  Latar Suasana
Setting / latar sosial ialah lukisan status yg pertanda hakikat seorang atau beberapa orang tokoh di dalam masyarakat yg ada di sekelilingnya .
Terdapat pada kalimat :
“pengkonsumsi beras akingku ialah masyarakat miskin yg tidak bisa lagi membeli beras yg harganya sudah menggila , sementara cacing di perut terus menuntut atas kelaparannya. Dan usahaku ini ialah solusi utk mereka dan cacing itu.Ya, makan nasi aking ialah sebuah pilihan rakyat miskin utk tetap hidup.

5   Sudut pandang Cerpen Beras Aking
Cerpen ini mempunyai sudut pandang bahwa “orang pertama pelaku utama”

6    Amanat Cerpen Beras Aking
Amanat yg terkandung dalam cerpen Beras Aking adalah :
1) Keterbatasan ekonomi tidaklah menjadi penghambat seseorang utk menjadi sarjana
2) Kita harus berpikir panjang sebelum mengambil keputusan semoga tidak menyesal di kemudian hari.
3) Kita harus mendengarkan nasehat orang bau tanah semoga tidak terjadi hal-hal yg tidak di inginkan

7 Gaya Bahasa Cerpen Beras Aking
Penggunaan bahasa yg dipakai oleh pengarang dalam cerita Beras Aking menggunakan bahasa Komunikatif sehingga gampang dipahami oleh pembaca. Pembaca bisa menangkap isi dan maksud yg ditulis oleh pengarang lantaran bahasanya tidak sulit, sehingga pembaca tidak perlu mencari arti kalimat tersebut.

B     Analisis Unsur Ekstrinsik Cerpen Beras Aking
Cerpen beras aking ditulis oleh Ayu Pangestu. Dalam  cerpen ini terkandung nilai-nilai  yg disisipkan  oleh  pengarang.  Nilai-nilai itu antara lain :
a) Nilai Sosial, yaitu hal-hal yg berkaitan dgn norma –norma dalam kehidupan masyarakat( misalnya, saling memberi, menolong, dan empati )
Terdapat pada kalimat :
“Pengkonsumsi beras akingku ialah masyarakat miskin yg tidak bisa lagi membeli beras yg harganya sudah menggila”
“Usahaku ini ialah solusi utk mereka dan cacing-cacing itu.Ya , makan nasi aking ialah sebuah pilihan rakyat-rakyat miskin utk tetap hidup.”
“Ya… untungnya dua ratus lah,itu dari perliternya.Tapi niat saya nolong, Pak.”

b) Nilai Agama, yaitu nilai-nilai dalam dongeng yg berkaitan dgn hukum atau fatwa yg bersumber dari agama tertentu.
Terdapat pada kalimat:
“…kelak nanti bisa membiayai mereka pergi haji”
“….mulai pukul tujuh pagi selepas Dhuha”
“…wahyu tidak pernah takut,yg penting ikhtiar dan doa sudah maksimal



= Baca Juga =



DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen Beras Aking

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen Beras Aking kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen Beras Aking dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2007/01/unsur-intrinsik-dan-ekstrinsik-cerpen.html

0 Response to "Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen Beras Aking"

Posting Komentar