Contoh Judul Dan Laporan Ptk Pkn Tingkat Smp/Mts Kelas 9/Ix

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Contoh Judul Dan Laporan Ptk Pkn Tingkat Smp/Mts Kelas 9/Ix

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Contoh Judul Dan Laporan Ptk Pkn Tingkat Smp/Mts Kelas 9/Ix, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel PTK PKn SMP, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Contoh Judul Dan Laporan Ptk Pkn Tingkat Smp/Mts Kelas 9/Ix
link : Contoh Judul Dan Laporan Ptk Pkn Tingkat Smp/Mts Kelas 9/Ix

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Contoh Judul Dan Laporan Ptk Pkn Tingkat Smp/Mts Kelas 9/Ix

Ilmuguru.org - Dalam kesempatan kali ini IG (lmuguru) akan mencoba memperlihatkan sedikit sebaran bahan wacana Contoh Judul dan Laporan Penelitian Tingkat SMP/MTs Kelas 9/IX.

Besar keinginan kami dgn adanya sebaran Contoh File PTK Tingkat SMP/MTs Kelas 9/IX bisa memberi manfaat utk anda yg ingin segera menyusun laporan PTK tersebut.

 akan mencoba memperlihatkan sedikit sebaran bahan wacana Contoh Judul dan Laporan Penelitia Contoh Judul dan Laporan PTK PKn Tingkat SMP/MTs Kelas 9/IX


Download Contoh Judul dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Tingkat SMP/MTs Kelas 9/IX Mapel PKn




Berikut ini kami sajikan utk anda biar bisa mengundul conto Judul dan Laporan PTK PKn Tingkat SMP/MTs Kelas 9/IX

01. PELAKSANAAN PRAKTIK BELAJAR KEWARGANEGARAAN MATA PELAJARAN PPKn KELAS IX di Sekolah Menengah Pertama NEGERI 3 CILACAP
Download | Khakimatul Royani

SARI
Royani, Khakimatul,2016, Pelaksanaan Praktik Belajar Kewarganegaraan Mata Pelajaran PPKn di Sekolah Menengah Pertama negeri 3 Cilacap, Skripsi, Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing Drs. Slamet Sumarto, M.Pd dan Drs. Tijan, M.Si. 171 halaman.

Kata Kunci : Pembelajaran, Model Pembelajaran, Praktik berguru Kewarganegaraan, PPKn

Pendidikan kewarganegaraan yaitu mata pemikiran yg mempunyai tujuan penting dalam membentuk warga negara yg cerdas, terampil dan berkarakter serta memahami hak dan kewajibannya. Untuk mencapai tujuan tersebut maka diharapkan suatu pembelajaran yg mengusung nilai-nilai dan pengalaman berguru yaitu model pembelajaran praktik berguru kewarganegaraan sebab pembelajaran aktif ini memperlihatkan kesempatan kepada penerima didik utk mendapat pengalaman eksklusif (nyata). Dari latar belakang tersebut, maka dalam penelitian ini penulis merumuskan permasalahan yaitu (1) Bagaimana pelaksanaan praktik berguru kewarganegaraan dalam pembelajaran PPKn kelas IX di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Cilacap? (2) Bagaimana kendala praktik berguru kewarganegaraan dalam pembelajaran PPKn kelas IX di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Cilacap Metode penelitian ini yaitu metode kualitatif. Fokus penelitian yaitu (1) Pelaksanaan praktik berguru kewarganegaraan dalam pembelajaran PPKn kelas IX di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Cilacap (2) Hambatan dalam pelaksanaan praktik berguru kewarganegaraan kelas IX di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Cilacap. Teknik pengumpulan data memakai teknik observasi langsung, wawancara dan kajian dokumen. Sumber data diperoleh dari informan (kepala sekolah, guru dan penerima didik), acara pembelajaran praktik berguru kewarganegaraan serta dokumen sekolah. Penguji validitas data dalam penelitian ini memakai teknik triangulasi sumber data. Teknik analisis data dgn reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian mengambarkan bahwa (1) Pelaksanaan praktik berguru kewarganegaraan mata pemikiran PPKn kelas IX di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Cilacap selama empat kali pertemuan pada jam pemikiran dan di luar jam pemikiran dgn tahapan yaitu mengidentifikasi masalah, merumuskan problem sebagai fokus kajian kelas, pembentukan kelompok, pengumpulan gosip melalui koran, internet dan pemeriksaan ke forum Kepolisian Resort Cilacap, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cilacap, Pengadilan Negeri Cilacap dan Lembaga Pemasyarakatan Cilacap, pengembangan dan penyajian portofolio dan refleksi pembelajaran. Penilaian yg dilakukan yaitu penilaian praktik dan penilaian produk. (2) kendala yg ditemukan yaitu penyusunan RPP dan perizinan tempat serta pelaksanaan kegiatan membutuhkan waktu yg relatif lama. management pembelajaran yg dilakukan guru masih kurang sehingga proses penilaian di lapangan belum sanggup didampingi sepenuhnya,

Saran biar memasukkan perncanaan kedalam silabus dan RPP secara jelas. Memberikan kiprah individu utk mengatasi penerima didik yg pasif serta meningkatkan fasilitas, sarana dan prasarana sekolah.

02. PENGEMBANGAN KREATIVITAS MENGAJAR GURU DALAM MEMOTIVASI SISWA PADA PEMBELAJARAN PKn (Studi Kasus di Kelas VIII dan IX Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Cilacap)
Download | Desi Fatma Ratih

SARI
Ratih, Desi Fatma. 2009. Pengembangan Kreativitas Mengajar Guru Dalam Memotivasi Siswa Pada Pembelajaran PKn (Studi Kasus di Kelas VIII dan IX Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Cilacap). Skripsi. Jurusan Politik dan Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dra. S Sri Redjeki, M.Pd. Pembimbing II Moh. Aris Munandar, S.Sos, M.M. 81 hal.

Kata Kunci: Pengembangan Kreativitas Mengajar, Memotivasi Siswa.

Guru merupakan faktor eksternal sebagai penunjang motivasi berguru siswa di kelas. Dalam hal ini yg dimaksud yaitu kreativitas mengajar guru dalam proses berguru mengajar. Guna menumbuhkan motivasi dan minat berguru para siswa maka guru dituntut lebih kreatif dalam mengajar biar pemikiran PKn sanggup diminati dan dipahami maknanya sebab pemikiran PKn merupakan salah satu modal dalam membangun bangsa kita pada kehidupan masa sekarang dan yg akan datang. Sementara utk memperlihatkan pengayaan terhadap dirinya guru juga dituntut kreatif menyebarkan kemampuan mengajar dan menyebarkan pedagogik dalam proses pembelajaran.

Permasalahan yg dibahas dalam skripsi ini yaitu (1) Bagaimana pengembangan kreativitas mengajar guru dalam memotivasi siswa kelas VIII dan IX pada pembelajaran PKn di Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Cilacap (2) Kelemahan dalam pengembangan kreativitas mengajar guru dalam memotivasi siswa kelas VIII dan IX pada pembelajaran PKn di Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Cilacap. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Mengetahui pengembangan kreativitas mengajar guru dalam memotivasi siswa kelas VIII dan IX pada pembelajaran PKn di Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Cilacap (2) Mengetahui kelemahan dalam pengembangan kreativitas mengajar guru dalam memotivasi siswa kelas VIII dan IX pada pembelajaran PKn di Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Cilacap.

Metode penelitian yg dipakai dalam skripsi ini yaitu deskriptif kualitatif yaitu penelitian yg memaparkan aneka macam data yg diperoleh dari hasil pengamatan dan wawancara, sedangkan metode pengumpulan data yg dipakai dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data dalam penelitian ini memakai metode interaksi dgn tahap-tahap mengumpulkan data, reduksi data, analisis dan penyajian data, verifikasi data.

Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pengembangan kreativitas mengajar guru dalam memotivasi siswa pada pembelajaran PKn yaitu guru PKn kelas VIII dan IX di Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Cilacap dalam menyebarkan kreatifitas mengajarnya belum maksimal. Tetapi hal ini sudah memperlihatkan nilai positif bagi siswa, mereka akan lebih termotivasi berguru sebab guru benar-benar membantu siswanya utk berguru maksimal, disamping itu guru PKn kelas VIII dan IX selalu berusaha membuat kegiatan berguru dikelas menjadi nyaman dan aman sehingga proses berguru menyenangkan. Hal ini sanggup dilihat dari proses berguru mengajar guru PKn kelas VIII dan IX sudah memakai beberapa metode mengajar menyerupai diskusi, tanya jawab, ceramah, penugasan dan permainan serta mengadakan variasi dgn memakai dua metode atau lebih dikala mengajar, menyerupai permainan di variasikan dgn ceramah dan tanya jawab. Penggunaan media dalam pembelajaran menyerupai OHP dan LCD utk menarik minat berguru siswa pun sudah dipakai dan dalam mengajar tidak terpancang pada satu buku saja tetapi mencari dari sumber berguru lain menyerupai membaca buku-buku, koran atau literatur lain yg bekerjasama dgn bahan ajaran, dan melihat internet. Untuk menyebarkan kreativitas para guru sekolah sudah memperlihatkan pembinaan menyerupai pembinaan komputer dan bahasa Inggris. Selain mengikuti pembinaan yg diadakan sekolah, guru PKn kelas VIII dan IX juga mengikuti penataran, simposium, dan aktif dalam kegiatan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran).

Kelemahan dalam pengembangan kreativitas mengajar guru dalam memotivasi siswa kelas VIII dan IX pada pembelajaran PKn yaitu salah satunya guru tidak mendapat derma dana atau subsidi dari sekolah utk mengikuti pelatihan-pelatihan, menyerupai seminar, lokakarya walaupun dari pihak sekolah juga sudah memperlihatkan pembinaan sendiri tetapi dgn mengikuti kegiatan menyerupai tersebut diharapkan sanggup menambah pengalaman guru, masih terbatas atau belum terpenuhi sepenuhnya sarana dan prasarana yg dibutuhkan utk menunjang pembelajaran yg bervariasi, serta pengadaan sumber berguru menyerupai keterbatasan buku-buku pemikiran yg masih terbatas jumlahnya. Kelemahan lainnya dalam penggunaan metode pembelajaran.

Berdasarkan hasil penelitian, saran yg penulis sampaikan berkaitan dgn hasil penelitian ini yaitu bagi guru lebih menyebarkan lagi kreativitasnya dalam mengajar, memakai metode dan media yg lebih bervariasi lagi dalam setiap kegiatan pembelajaran sesuai dgn pokok bahasan yg diajarkan supaya siswa tidak bosan dan termotivasi belajar. Guru hendaknya mengikuti pembinaan dan kegiatan sesuai dgn bidang studinya masing-masing dan aktif dalam kegiatan MGMP sebagai sarana peningkatan mutu guru. Guru lebih berani dalam berinovasi utk mencari dan mencoba menerapkan metode pembelajaran non konvensional biar KBM menarik. Kemudian bagi pihak sekolah hendaknya sanggup mencukupi kebutuhan berguru siswa menyerupai membuat suasana sekolah yg nyaman dan kondusif, menyediakan sumber-sumber berguru yg dibutuhkan guru atau siswa biar tujuan sanggup tercapai secara maksimal serta menambah sarana utk mendukung proses berguru mengajar guru dan mengadakan pembinaan guru.

03. PENERAPAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS QUIPPER SCHOOL DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKn DI Sekolah Menengah Pertama N 2 KUDUS
Download | Wifki Ananta

SARI
Ananta, Wifki. 2016. Penerapan Media Interaktif Berbasis Quipper School dalam Membentuk Kemandirian Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKN Di Sekolah Menengah Pertama N 2 Kudus. Skripsi. Jurusan Politik dan Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Prof. Dr. Maman Rachman, M.Sc., Pembimbing II Puji Lestari, S.Pd, M.Si. Halaman: 99

Kata Kunci: Media Interaktif, Quipper School, Kemandirian Belajar, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Penelitian ini bertujuan utk: (1) mengetahui perencanaan pembuatan media pembelajaran interaktif Quipper School di Sekolah Menengah Pertama N 2 Kudus. (2) mengetahui pelaksanaan penerapan media pembelajaran Quipper School yg sanggup membentuk kemandirian berguru siswa. (3) mengetahui keberhasilan penerapan media pembelajaran interaktif Quipper School dalam membentuk kemandirian berguru siswa pada mata pemikiran PPKn di Sekolah Menengah Pertama N 2 Kudus. Penelitian ini merupakan penelitian yg memakai metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di Sekolah Menengah Pertama N 2 Kudus. Nara sumber dalam penelitian ini yaitu guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan siswa Sekolah Menengah Pertama N 2 Kudus. Teknik pengumpulan data yg dipakai yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yg dipakai yaitu analisis deskriptif dan analisis verifikatif kualitatif yg dilakukan secara bersama-sama. Analisis data dimulai dgn pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Proses analisis data dilakukan semenjak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan sehabis di lapangan.

Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) perencanaan media interaktif Quipper School dilakukan dgn menyiapkan perangkat pembelajaran secara sistematis oleh guru PPKn. (2) penerapan media interaktif Quipper School berupa embel-embel berguru dan mengadakan penilaian bersifat online oleh guru dan siswa. (3) penerapan media interaktif Quipper School bisa membentuk kemandirian berguru siswa menjadi lebih tinggi. Hal tersebut ditunjukkan dgn terpenuhinya delapan kriteria kegiatan berguru berdikari dan meningkatnya motif berguru siswa.

Faktor pendukung keberhasilan penerapan Quipper School yaitu tersedianya perangkat teknologi komunikasi yg menunjang proses pembelajaran, efisien, membuat siswa merasa senang, penyajian bahan yg menarik, komunikatif, penguasaan teknologi gosip yg baik, serta penemuan mengajar guru. Faktor penghambat keberhasilan penerapan Quipper School yaitu biaya internet seluler yg masih mahal, dan kualitas jaringan internet yg tidak stabil di beberapa daerah.

Saran dari peneliti yaitu sebagai berikut: guru senantiasa berinovasi dalam pembelajaran melalui Quipper School demi peningkatan kualitas pembelajaran, serta siswa senantiasa mengelola dan meningkatkan cara, motif, dan kemandirian belajarnya.

04. HUBUNGAN ANTARA PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DENGAN SIKAP SOLIDARITAS SOSIAL PADA SISWA MTs NEGERI 02 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Download | Ratih Purwanti

SARI
Purwanti, Ratih. 2015. Hubungan Antara Prestasi Belajar Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Dengan Sikap Solidaritas Sosial Pada Siswa MTs Negeri 02 Semarang Tahun Pelajaran 2014/2015.Skripsi, Jurusan Politik dan Kewarganegaraan.FakultasIlmuSosial, UniversitasNegeri Semarang, DosenPembimbing I, Drs. Sumarno, M.A. DosenPembimbing II, Drs. Sunarto, S.H, M.Si.

Kata Kunci : Prestasi Belajar, PPKn,Solidaritas Sosial

Pembelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan merupakan mata pemikiran yg dirancang utk mengakibatkan siswa sebagai warga negara yg peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Sikap solidaritas sosial merupakan salah satu perilaku yg ada dalam pembelajaran PPKn. Hal ini akan bekerjasama dgn prestasi berguru PPKn sebab didalam prestasi berguru sanggup melihat bagaimana penguasaan siswa terhadap pengetahuan, perilaku dan ketrampilan mata pemikiran PPKn.

Berdasarkan latar belakang diatas, permasalahan yg diambil yaitu 1) bagaimana Prestasi berguru PPKn siswa MTs Negeri 02 Semarang, 2) bagaimana perilaku solidaritas sosial siswa MTs Negeri 02 Semarang, dan 3) adakah hubungan antara prestasi berguru PPKn dgn perilaku solidaritas pada sosial siswa MTs Negeri 02 Semarang.Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) utk mengetahui Prestasi berguru PPKn siswa MTs Negeri 02 Semarang, 2) utk mengetahui perilaku solidaritas sosial siswa MTs Negeri 02 Semarang, dan 3) utk mengetahui Adakah hubungan antara prestasi berguru PPKn dgn perilaku solidaritas sosial pada siswa MTs Negeri 02 Semarang.

Populasidalampenelitianini yaitu siswa kelas VII dan VIII MTs Negeri 02 Semarang Tahun Pelajaran 2014/2015 berjumlah 428 siswa. Sampel penelitian diambil dgn teknik sampling acak berstrata, sehingga responden berjumlah 191 siswa. Variabel dalam penelitian ini yaitu prestasi berguru siswa pada mata pemikiran PPKn dan perilaku solidaritas sosial yg dimiliki siswa.Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan kuesioner. Data penelitian dianalisis dgn teknik deskriptif dan teknik korelasi.

Hasil penelitian menunjukkanrata-rata prestasi berguru PPKn siswa MTs Negeri 02 Semarang yaitu 76,53 yg termasuk dalam kategori baik. Rata-rata perilaku solidaritas sosial siswa yaitu 110,86 yg termasuk dalam kategori cukup baik. Hasil uji hubungan memperlihatkan nilai nilai r sebesar 0,226 dgn taraf kepercayaan 95% r tabel 0,148, maka r hitung (0,226) > r tabel (0,148)jadi Ha diterima artinya terdapat hubungan antara prestasi berguru PPKn dgn perilaku solidaritas sosial pada siswa.

Simpulan dalam penelitian ini yaitu 1) Hasil analisis dekriptif mengenai Prestasi berguru siswa pada mata pemikiran PPKn di MTs Negeri 02 Semarang memperlihatkan bahwa rata-rata siswa mempunyai prestasi berguru dalam kategori baik. 2)Hasil analisis dekriptif mengenai perilaku solidaritas sosial siswa di MTs Negeri 02 Semarang memperlihatkan bahwa rata-rata siswa mempunyai perilaku solidaritas sosial yg cukup baik. 3) Hasil analisis hubungan antara prestasi berguru PPKn dgn perilaku solidaritas sosial siswa MTs Negeri 02 Semarang memperlihatkan bahwa adanya hubungan antara prestasi berguru PPKn dgn perilaku solidaritas sosial siswa MTs Negeri 02 Semarang tahun pemikiran 2014/2015. Angka hubungan yg positif menujukkan bahwa hubungan antara prestasi berguru PPKn dgn perilaku solidaritas siswa searah, artinya kalau prestasi berguru PPKn baik maka perilaku solidaritas sosial siswa juga baik.

Saran yg diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1) Kepada guru diharapkan sanggup meningkatkan cara mengajar nya dgn menyeimbangkan pembelajaran kognitif dan afektif sehingga prestasi berguru siswa baik dan perilaku solidaritas sosial siswa juga baik, 2) Kepada siswa utk sanggup meningkatkan prestasi berguru PPKn sebab secara tidak eksklusif dgn meningkatnya prestasi berguru PPKn sanggup menumbuhkan perilaku solidaritas sosial siswa.

05. PENANAMAN KARAKTER PERCAYA DIRI MELALUI EKSTRAKURIKULER ANGKLUNG DI Sekolah Menengah Pertama NEGERI 7 PEMALANG KABUPATEN PEMALANG
Download | Anggun Irmawati

SARI
Anggun Irmawati. 2016. Penanaman Karakter Percaya Diri melalui Ekstrakurikuler Angkkung di Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Pemalang. Skripsi, Politik Dan Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang. Dr Eko Handoyo M.Si. Puji Lestari S.Pd., M.Si. 133 halaman.

Kata kunci : karakter, percaya diri, Angklung

Menanamkan kepercayaan diri yaitu sangat penting hal ini dikarenakan kepercayaan diri merupakan aspek yg sangat besar lengan berkuasa terhadap kepribadian siswa. Siswa yg cerdas dalam bidang akademik namun kurang percaya diri juga akan berdampak pada prestasi belajarnya di kelas. Rasa percaya diri siswa di sekolah bisa dibangun melalui aneka macam macam bentuk kegiatan, yg salah satunya yaitu melalui kegiatan ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler angklung mempunyai manfaat pada penanaman abjad siswa. Nilai-nilai yg ada pada permainan angklung berupa nilai percaya diri, kolaborasi tim, toleransi, tanggung jawa, dan disiplin. Permainan Angklung merupakan permainan yg dimainkan secara bahu-membahu sehingga dibutuhkan tim yg solid. Pemain angklung (siswa) harus bekerja sesuai kiprahnya dan dalam menjalankan kiprahnya masingmasing siswa harus percaya diri dalam memainkan Angklung sebab apabila ada siswa yg kurang percaya diri maka siswa tersebut tidak bisa melaksanakan kiprahnya dgn baik sehingga sanggup merusak permainan angklung. Kaprikornus dalam memainkan angklung tidak sebatas dalam memainkan musik saja tapi juga diharapkan kepercayaan diri yg kuat dari setiap pemainnya, sehingga Angklung sanggup dipakai utk membentuk abjad siswa menyerupai membentuk individuindividu yg lebih percaya diri, menguatkan kerja sama, bertanggung jawab, disiplin, dan toleransi.

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah cara yg dipakai utk menanamkan abjad percaya diri melalui ekstrakurikuler Angklung di Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Pemalang?, (2) Apakah faktor-faktor penghambat yg dihadapi dalam penanaman abjad percaya diri melalui ekstrakurikuler Angklung di Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Pemalang?. Tujuan penelitian yaitu (1) Untuk mengetahui cara penanaman abjad percaya diri melalui ekstrakurikuler Angklung di Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Pemalang, (2) Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat yg dihadapi dalam penanaman abjad percaya diri melalui ekstrakurikuler Angklung di Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Pemalang.

Metode penelitian yg dipakai yaitu metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dgn cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menjamin kebenaran dan keabsahan data yg dikumpulkan dalam penelitan ini maka diharapkan adanya validitas data yaitu memakai teknik triangulasi dan triangulasi sumber. Sumber dan teknik analisis datanya yaitu dgn teknik analisis interaktif yg mencakup empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan data.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa cara yg dipakai utk menanamkan percaya diri yaitu dgn cara mengasah talenta siswa (demonstrasi, latihan (drill), dan pemberian tugas), memperlihatkan motivasi (pemberian pengetahuan, puji, dan hadiah), membuat siswa aktif, pemberian tugas, dan menyertakan siswa dalam pementasan. Faktor penghambat yaitu kurangnya kehadiran siswa dalam kegiatan Angklung sehingga menghambat penanaman kepercayaan diri siswa, guru pembina kurang memperhatikan siswa yg percaya dirinya kurang. Saran yg sanggup diajukan peneliti yaitu Bagi siswa, perlunya mempunyai kesadaran dan keikhlasan dalam diri sehingga sanggup hadir mengikuti kegiatan tanpa adanya rasa terpaksa. Bagi pembina, melaksanakan kontrol dan pendekatan kepada siswa yg kurang percaya diri utk diarahkan biar siswa menjadi lebih aktif, meningkatkan perhatian kepada siswa dgn pengembangan kegiatan yg lebih menarik sehingga menarik minat siswa utk hadir mengikuti Angklung.

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Contoh Judul Dan Laporan Ptk Pkn Tingkat Smp/Mts Kelas 9/Ix

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Contoh Judul Dan Laporan Ptk Pkn Tingkat Smp/Mts Kelas 9/Ix kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Contoh Judul Dan Laporan Ptk Pkn Tingkat Smp/Mts Kelas 9/Ix dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2007/03/contoh-judul-dan-laporan-ptk-pkn.html

0 Response to "Contoh Judul Dan Laporan Ptk Pkn Tingkat Smp/Mts Kelas 9/Ix"

Posting Komentar