Contoh Judul Ptk Seni Budaya Kelas 7/Vii Mapel Seni Budaya

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Contoh Judul Ptk Seni Budaya Kelas 7/Vii Mapel Seni Budaya

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Contoh Judul Ptk Seni Budaya Kelas 7/Vii Mapel Seni Budaya, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel PTK Seni Budaya, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Contoh Judul Ptk Seni Budaya Kelas 7/Vii Mapel Seni Budaya
link : Contoh Judul Ptk Seni Budaya Kelas 7/Vii Mapel Seni Budaya

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Contoh Judul Ptk Seni Budaya Kelas 7/Vii Mapel Seni Budaya

Ilmuguru.org - Dalam kesempatan kali ini IG (lmuguru) akan mencoba memperlihatkan sedikit sebaran materi perihal Contoh Judul dan Laporan Penelitian Tingkat SMP/MTs Kelas 7/VII.

Besar impian kami dgn adanya sebaran Contoh File PTK Seni Budaya Tingkat SMP/MTs Kelas 7/VII bisa memberi manfaat utk anda yg ingin segera menyusun laporan PTK tersebut.

 akan mencoba memperlihatkan sedikit sebaran materi perihal Contoh Judul dan Laporan Penelitia Contoh Judul PTK Seni Budaya Kelas 7/VII Mapel Seni Budaya


Download Contoh Judul dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Tingkat SMP/MTs Kelas 7 Mapel Seni Budaya





Berikut ini kami sajikan utk anda semoga bisa mengunduh conto Judul dan Laporan PTK Seni Budaya Tingkat SMP/MTs Kelas 7 secara lengkap dan Utuh.




01 UPAYA GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SENI TARI SISWA KELAS VII A Sekolah Menengah Pertama N 2 DORO KABUPATEN PEKALONGAN



Download | NYUWITO BAGUS PRAMUDYO

Sari
Pramudyo, Nyuwito Bagus, 2013 Upaya Guru dalam Proses Pembelajaran utk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Seni Tari Siswa Kelas VII A Sekolah Menengah Pertama Negeri 02 Doro Kabupaten Pekalongan, PTK, Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Seni Budaya di Sekolah Menengah Pertama Negeri 02 Doro memberlakukan aliran Seni Budaya Terpadu meliputi ; Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari, dan Seni Teater yg telah dikembangkan menurut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dgn mempertimbangkan ; Kompleksitas, daya dukung (guru, sarana dan prasarana), inteks siswa. Selain hal tersebut di atas, keanekaragaman talenta dan minat siswa juga merupakan salah satu alasan dalam pemberlakuan aliran Seni Budaya terpadu. Namun dgn banyaknya materi dan terbatasnya waktu jam tatap muka, timbul beberapa hambatan yg berafiliasi dgn akseptor didik. Siswa merasa kesulitan terutama pada mata aliran Seni Tari yg jarang dipelajari pada jenjang sekolah sebelumnya sehingga menimbulkan kurangnya minat dan tugas serta siswa pada proses pembelajaran. Kendala-kendala itulah yg perlu diperhatikan dan dicarikan jalan keluar oleh guru sebagai motivator, fasilitator dan evaluator dalam proses pembelajaran.

Kata Kunci: Upaya guru, minat, pembelajaran, hasil belajar, dan kinerja guru.

Berdasarkan latar belakang persoalan yg telah diuraikan di atas maka sanggup dikaji permasalahan sebagai berikut : 1) Bagaimana upaya guru dalam proses pembelajaran utk meningkatkan minat siswa Kelas VII A Sekolah Menengah Pertama Negeri 02 Doro dalam berguru seni tari ? dan 2) Bagaimana upaya guru dalam meningkatkan hasil berguru siswa Kelas VII A Sekolah Menengah Pertama Negeri 02 Doro pada aliran seni tari ?

Bertolak dari rumusan persoalan di atas, maka tujuan yg ingin dicapai sehubungan dgn tindakan yg akan diberikan yaitu sebagai berikut: 1) Untuk mengetahui upaya guru dalam proses pembelajaran utk meningkatkan minat siswa Kelas VII A Sekolah Menengah Pertama Negeri 02 Doro dalam berguru seni tari. 2) Untuk mengetahui upaya guru dalam meningkatkan hasil berguru siswa Kelas VII A Sekolah Menengah Pertama Negeri 02 Doro pada aliran seni tari.

Penelitian ini akan menerapkan pendekatan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) yg terbagi dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan antara lain : (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) Observasi/Evaluasi dan (4) Refleksi.

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas, maka upaya guru dgn penerapan pendekatan PAKEM yg dipadu dgn teknik Demonstrasi sanggup meningkatkan minat dan prestasi berguru siswa dalam mata aliran seni budaya cabang seni tari dgn standar kompetensi mengekspresikan diri melalui karya seni tari khususnya pada kompetensi dasar mengeksplorasi contoh lantai gerak tari berpasangan/kelompok tempat setempat.

Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis menyarankan: 1) Guru seni budaya hendaknya melaksanakan kegiatan penelitian tindakan kelas utk sanggup memecahkan masalah-masalah pembelajaran yg dihadapi di sekolah masing-masing secara aktif, kreatif efektif dan penuh inovatif sehingga akan lebih menyenangkan dgn melalui penerapan pendekatan PAKEM yg dipadu dgn teknik Demonstrasi. 2) Kepada pengelola sekolah, hasil penelitian ini hendaknya sanggup dipakai sebagai dasar penentuan kebijakan yg berkaitan dgn pengembangan profesi guru dan peningkatan kualitas pembelajaran.


02.PENINGKATAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERMAIN ALAT MUSIK PIANIKA DENGAN METODE TUTOR SEBAYA PADA SISWA KELAS VIIC DI Sekolah Menengah Pertama 2 TIRTO KABUPATEN PEKALONGAN



Download | Yunianto

SARI
Yunianto. 2013. Peningkatan Hasil Belajar Keterampilan Bermain Alat Musik Pianika dgn Metode Tutor Sebaya pada Siswa Kelas VII C di Sekolah Menengah Pertama 2 Tirto Kabupaten Pekalongan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang, Pembimbing I: Drs. Wagiman Joseph, M.Pd., Pembimbing II: Drs. Eko Raharjo, M.Hum

Pembelajaran seni musik di sekolah gotong royong menimbulkan kegiatan pembelajaran yg mengasyikkan bagi siswa. Tetapi sebagian besar siswa merasa kesulitan ketika harus mempelajari praktek bermain musik. Oleh lantaran itu dalam proses pembelajaran guru harus memakai taktik yg sempurna utk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam penelitian ini permasalahan yg timbul yaitu apakah metode tutor sebaya sanggup meningkatkan acara dan hasil berguru keterampilan bermain alat musik pianika pada kelas VII C di Sekolah Menengah Pertama 2 Tirto Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini memakai metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Dalam penelitian tindakan kelas pengambilan data melalui beberapa tahap yaitu: tahap pra siklus, siklus 1 dan siklus 2. Proses pemecahan permasalahan dimulai dari perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), menganalisa data dan info utk mengetahui kelemahan dan kelebihan hasil tindakan (reflection). Teknik pengambilan data dgn cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data kwantitatif dan kwalitatif meliputi tiga komponen: reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan Berdasarkan analisa data penelitian, sanggup disimpulkan bahwa metode tutor sebaya sanggup meningkatkan acara dan hasil berguru keterampilan bermain alat musik pianika khususnya kelas VII C di Sekolah Menengah Pertama 2 Tirto Kabupaten Pekalongan. Hal ini sanggup dilihat dari tingkat ketuntasan berguru siswa yg terjadi peningkatan dari 24 siswa pada pra siklus 6 siswa (25%) memperoleh nilai = 70, pada siklus 1 terjadi peningkatan 14 siswa (58%) memperoleh nilai = 70, dan meningkat cukup pesat pada siklus 2 yaitu: 22 siswa (92%) berhasil memperoleh nilai = 70. Sedangkan siswa yg belum berhasil memperoleh nilai = 70 hanya 2 siswa (8%).

Berdasarkan hasil penelitian tersebut para guru disarankan utk memakai metode yg sempurna dalam upaya meningkatkan acara dan berguru siswa dalam pembelajaran seni budaya, salah satu metode tersebut yaitu metode tutor sebaya.


03.PEMANFAATAN GYPSUM SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF DALAM PEMBELAJARAN UKIR MOTIF GEOMETRIS SISWA KELAS VII Sekolah Menengah Pertama AL MADINA WONOSOBO



Download | Agustina Fita Arumsari

ABSTRAK
Arumsari, Agustina Fita. 2015. “Pemanfaatan Gypsum dalam Pembelajaran Ukir Motif Geometris Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Al Madina Wonosobo”.Skripsi, Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing : Drs. Triyanto, M.A. 1-178,i-xvii

Kata kunci: Gypsum, Pembelajaran, Ukir, Motif Geometris

Pembelajaran seni rupa di Sekolah Menengah Pertama Al Madina Wonosobo masih berupa kegiatan pembelajaran yg monoton atau tidak menarik.Oleh lantaran itu perlu adanya pembelajaran yg menarik semoga bisa membuatkan kreativitas siswa dalam berkarya seni.Salah satu pembelajaran yg sanggup diterapkan yaitu pembelajaran mengukir pada gypsum dgn motif geometris. Rumusan persoalan yg dikaji yaitu bagaimana pemanfaatan gypsum dalam pembelajaran ukir motif geometris siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Al Madina Wonosobo?, bagaimana hasil dari pemanfaatan gypsum dalam pembelajaran ukir motif geometrissiswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Al Madina Wonosobo? dan apa faktor penghambat dan pendukung dalampemanfaatan gypsum dalam pembelajaran ukir motif geometris siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Al Madina Wonosobo?.

Penelitian ini memakai desain penelitian eksploratif dgn pendekatan yg dipakai yaitu kualitatif.Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Al Madina Wonosobo. Teknik pengumpulan data yg dipakai yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan.

Hasil penelitian yg diperoleh yaitu sebagai berikut: (1) pemanfaatan gypsum dalam pembelajaran ukir motif geometris melalui 3 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap penilaian meliputi penyusunan RPP yg berisi mengenai tujuan dari pembelajaran, materi, metode, strategi, dan penilaian pembelajaran. tahap kedua yaitu pelaksanaan pembelajaran yg sesuai dgn rancangan pembelajaran. Setelah pelaksanaan pembelajaran, tahap tamat yaitu penilaian pembelajaran. Evaluasi meliputi 3 aspek yaitu inspirasi atau gagasan, bentuk karya, dan proses pembuatan. selain aspek penilaian tahap penilaian memakai 3 penilai yg terdiri dari guru seni budaya Sekolah Menengah Pertama Al Madina Wonosobo, Guru Seni Budaya Sekolah Menengan Atas Muhammadiyah Wonosobo, dan peneliti, (2) hasil yg diperoleh siswa dalam mengukir pada gypsum motif geometris memperlihatkan kriteria baik pada pengamatan proses I dgn nilai ratarata kelas 76,8 dan pada pengamatan proses II dgn nilai rata-rata kelas 81,3, (3) faktor yg mendukung dari pembelajaran mengukir pada gypsum motif geometris yaitu antusias siswa dalam berkarya seni dan kemampuan siswa dalam berkarya seni yaitu mengukir pada gypsum. Faktor yg menghambat pembelajaran mengukir pada gypsum yaitu kurang rasa percaya diri pada siswa ketika berkarya dan alokasi waktu dalam berkarya yg masih terbatas.Saran yg direkomendasikan yaitu sebagai berikut. Pertama guru sebaiknya memperlihatkan motivasi kepada siswa ketika berkarya, kedua guru lebih banyak dalam menampilkan conto dari karya seni rupa kepada siswa, ketiga mengatur alokasi waktu pada ketika merencanakan pembelajaran.


04.Meningkatan Hasil Belajar Bermain Musik Ansambel Melalui Metode Tutor Sebaya Kelas VIID Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013



Download | SUNARDI

ABSTRAK
Sunardi, 2013. “Meningkatan Hasil Belajar Bermain Musik Ansambel Melalui Metode Tutor Sebaya Kelas VIID Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013”, Skripsi, Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing 1 Dr. Udi Utomo, M.Si, dan pembimbing 2 Dra. Siti Aesiyah, M.Pd.

Dalam pembelajaran praktik ansambel musik, pengelolaan kelas secara sempurna sangat diperlukan. Berdasarkan pengalaman peneliti, pembelajaran secara klasikal belum membuahkan hasil yg maksimal. Oleh lantaran itu, sebagai upaya utk meningkatkan hasil berguru siswa dalam bermain musik ansambel melalui penelitian ini peneliti akan mencoba menerapkan metode Tutor sebaya. Penelitian dilakukan dgn memakai pendekatan Penelitian Tindakan Kelas, yg dilakukan dgn memakai metode kualitatif dan kuantitatif. Proses pelaksanaan, penelitian ini dibagi menjadi 3 siklus, setiap siklus meliputi 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini memakai teknik observasi, unjuk kerja, angket dan dokumentasi.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa (1) Metode tutor sebaya bisa meningkatkan hasil berguru bermain recorder. (2) Metode tutor sebaya bisa meningkatkan hasil berguru bermain pianika.(3) Metode tutor sebaya bisa mengefektifkan waktu pertemuan di dalam kelas dibandingkan dgn metode klasikal.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan semoga (1) para guru seni budaya me nerapkan metode tutor sebaya dalam pembelajaran ansambel musik di sekolah.(2) Mencoba menerapkan metode tutor sebaya dalam mencapai tujuan aliran pada kompetensi dasar yg lain.


05.UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERNYANYI DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PADUAN SUARA MELALUI PELATIHAN SOLFEGIO PADA SISWA KELAS VII Sekolah Menengah Pertama NEGERI 2 PANGKAH KABUPATEN TEGAL



Download | Rizki Mei Dwi Putri

SARI
Putri, Rizki Mei Dwi. 2013. Upaya Meningkatkan Kemampuan Bernyanyi dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Paduan Suara Melalui Pelatihan Solfegio pada Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pangkah Kabupaten Tegal. Skripsi, Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan bernyanyi siswa yg mengikuti kegiatan ekstrakurikuler paduan suara. Oleh lantaran itu, dgn diterapkan pembinaan solfegio sebagai metode pembelajaran diharapkan sanggup meningkatkan kemampuan bernyanyi siswa dalam paduan suara.Berdasarkan hal tersebut, rumusan persoalan dalam penelitian ini yaitu apakah dgn diterapkan pembinaan solfegio sanggup meningkatkan kemampuan bernyanyi dalam kegiatan ekstrakurikuler paduan bunyi pada siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pangkah. Penelitian ini bertujuan utk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis peningkatan kemampuan bernyanyi dalam kegiatan ekstrakurikuler paduan bunyi dgn menerapkan pembinaan solfegio pada siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pangkah.

Penelitian ini memakai jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yg terbagi ke dalam dua siklus. Masing-masing siklus dilakukan dgn tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Variabel penelitian yg dipakai yaitu variabel proses dan variabel output. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik penilaian. Teknik analisis data yg dipakai pada penelitian ini yaitu analisis secara kualitatif dan kuantitatif.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pembinaan solfegio sanggup meningkatkan kemampuan bernyanyi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler paduan suara. Berdasarkan hasil penilaian siklus 1 hanya 55% siswa yg mencapai kategori nilai baik dan sangat baik (>70) kemudian meningkat pada hasil penilaian siklus 2dapat mencapai indikator keberhasilan yakni sebanyak 80% siswa sudah mencapai nilai dgn kategori baik dan sangat baik (>70). Perilaku siswa juga mengalami perubahan yg positif. Siswa yg sebelumnya kurang bersemangat, kurang antusias, dan kurang aktif dalam mengikuti ekstrakurikuler paduan bunyi menjadi lebih antusias, tertarik, bersemangat, dan lebih aktif selama proses pembelajaran melalui pembinaan solfegio.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan semoga pembinaan solfegio sanggup diterapkan dalam pembelajaran paduan bunyi oleh guru/pelatih ekstrakurikuler paduan bunyi baik di sekolah ini maupun di sekolah lain, rutinitas latihan paduan bunyi harus dilakukan secara teratur, dan sekolah hendaknya menyediakan ruangan khusus (ruang musik) utk menunjang segala kegiatan yg berafiliasi dgn kegiatan bermusik.

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Contoh Judul Ptk Seni Budaya Kelas 7/Vii Mapel Seni Budaya

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Contoh Judul Ptk Seni Budaya Kelas 7/Vii Mapel Seni Budaya kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Contoh Judul Ptk Seni Budaya Kelas 7/Vii Mapel Seni Budaya dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2007/03/contoh-judul-ptk-seni-budaya-kelas-7vii.html

0 Response to "Contoh Judul Ptk Seni Budaya Kelas 7/Vii Mapel Seni Budaya"

Posting Komentar