Contoh Judul Ptk Seni Budaya Smp/Mts Kelas 8/Viii

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Contoh Judul Ptk Seni Budaya Smp/Mts Kelas 8/Viii

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Contoh Judul Ptk Seni Budaya Smp/Mts Kelas 8/Viii, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel PTK Seni Budaya, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Contoh Judul Ptk Seni Budaya Smp/Mts Kelas 8/Viii
link : Contoh Judul Ptk Seni Budaya Smp/Mts Kelas 8/Viii

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Contoh Judul Ptk Seni Budaya Smp/Mts Kelas 8/Viii

Ilmuguru.org - Dalam kesempatan kali ini IG (lmuguru) akan mencoba memperlihatkan sedikit sebaran materi perihal Contoh Judul dan Laporan Penelitian Tingkat SMP/MTs Kelas 7/VII.

Besar cita-cita kami dgn adanya sebaran Contoh File PTK Seni Budaya Tingkat SMP/MTs Kelas 8/VII bisa memberi manfaat utk anda yg ingin segera menyusun laporan PTK tersebut.I

 akan mencoba memperlihatkan sedikit sebaran materi perihal Contoh Judul dan Laporan Penelitia Contoh Judul PTK Seni Budaya SMP/MTs Kelas 8/VIII


Download Contoh Judul dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Tingkat SMP/MTs Kelas 8 Mapel Seni Budaya





Berikut ini kami sajikan utk anda biar bisa mengunduh conto Judul dan Laporan PTK Seni Budaya Tingkat SMP/MTs Kelas 7 secara lengkap dan Utuh.





01.PEMANFAATAN FILM ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN MENGGAMBAR ILUSTRASI DI KELAS VIII Sekolah Menengah Pertama NEGERI 02 TERSONO BATANG



Download | Lukman Abdurrahman

SARI
Abdurrahman, Lukman. 2014. Pemanfaatan Film Animasi dalam Pembelajaran Menggambar Ilustrasi di Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Tersono-Batang. Skripsi. Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing : Mujiyono, S.Pd., M.Sn. i-xxi, 180 halaman.

Kata kunci: Film Animasi, Menggambar Ilustrasi, Pembelajaran Seni Rupa.

Kemampuan menggambar gambaran siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Tersono masih rendah. Diperlukan media yg tepat dalam kegiatan pembelajaran menggambar ilustrasi. Peneliti merumuskan pembelajaran menggambar gambaran dgn pemanfaatan film animasi sebagai cara utk meningkatkan kemampuan siswa dalam menggambar ilustrasi. Permasalahan yg dikaji dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut: (1) Bagaimana proses pembelajaran menggambar gambaran melalui pemanfaatan film animasi pada siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 02 Tersono Batang? (2) Apakah pembelajaran menggambar gambaran melalui pemanfaatan film animasi sanggup meningkatkan kemampuan hasil berguru pada siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 02 Tersono Batang?

Desain penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tindakan yg dilakukan dua siklus. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Tersono. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes praktik dan dokumentasi. Teknik analisis data memakai pendekatan kualitatif.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan dalam menggambar gambaran melalui pemanfaatan film animasi. Film animasi yg diaplikasikan dalam proses pembelajaran menggambar gambaran yaitu film animasi dgn judul Up. Peningkatan tersebut diperoleh menurut tiga aspek evaluasi menggambar ilustrasi, yaitu aspek: (1) proses terdiri dari Pembuatan sket dan pewarnaan, (2) Teknik terdiri dari penggunaan alat dan materi serta pendekatan, (3) hasil terdiri dari Kelancaran dan keluwesan garis, menyebarkan imajinasi, kualitas visual karya serta keaslian dan kebaruan ide. Hasilnya sanggup diketahui bahwa rata-rata nilai siswa pada kondisi awal/prasiklus sebesar 68 meningkat menjadi 69 pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 78 pada siklus II. Adapun besarnya selisih peningkatan dari kondisi awal ke siklus I sebesar 1, dari siklus I ke siklus II sebesar 9, dan dari kondisi awal ke siklus II sebesar 10.

Saran yg sanggup diajukan yaitu sebagai berikut: pertama guru seni rupa hendaknya sanggup memanfaatkan dan memakai media menyerupai film animasi dalam pembelajaran, yg dikembangkan sesuai dgn karakteristik dan kemampuan siswa dalam belajar. Kedua pakar atau praktisi pendidikan seni perlu melaksanakan penelitian serupa dgn menyebarkan pemanfaatan media lain yg lebih menarik, utk memperkaya penemuan dalam pembelajaran.


02.PENGGUNAAN PENDEKATAN SAVI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR APRESIASI MUSIK NUSANTARA PADA SISWA KELAS VIII B Sekolah Menengah Pertama NEGERI 7 PEMALANG



Download | Anggoro Hamdan Saputro

SARI
Anggoro Hamdan Saputro. 2013Penggunaan Pendekatan SAVI Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Apresiasi Musik Nusantara Pada Siswa Kelas VIII B Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Pemalang.. Skripsi Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing I Ds. Eko Raharjo, M.Hum dan Pembimbing II Abdul Rachman, S.Pd, M.pd.

SAVI yaitu sebuah metode pendekatan yg terdiri dari 4 aspek yaitu: Somatis dgn bergerak, Auditori dgn mendengarkan, Visual dgn melihat dan Intelektual dgn memecahkan masalah. Minat siswa terhadap pembelajaran dgn SAVI sangat tinggi. Hal itu dikarenakan pendekatan SAVI dirasa menarik, gampang dimengerti dan menyenangkan bagi siswa. Permasalahan yg dikaji yaitu: (1) apakah penggunaan pendekatan SAVI sanggup meningkatkan acara berguru apresiasi musik nusantara pada siswa kelas VIII B Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Pemalang dan (2) apakah penggunaan pendekatan SAVI sanggup meningkatkan hasil berguru apresiasi musik nusantara pada siswa kelas VIII B Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Pemalang. Manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai materi kajian terhadap guru utk menambah pengetahuan dalam upaya pemanfaatan pendekatan SAVI dalam proses berguru mengajar.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yg menguraikan perihal langkah pembelajaran dan hasil proses pembelajaran dgn pendekatan SAVI. Teknik pengumpulan data yg dipakai yaitu tes tertulis, observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data yg dipakai mencakup analisis data primer (hasil belajar) dan data sekunder (pengamatan langsung).

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hasil pengamatan acara memperlihatkan pada pra siklus aspek perhatian 13 anak skor tinggi, interaksi 14 anak skor tinggi, penugasan 13 anak skor tinggi dan kerjasama 12 anak skor tinggi. Pada siklus 1 aspek perhatian 22 anak skor tinggi, interaksi 21 anak skor tinggi, penugasan 22 anak skor tinggi dan kerjasama 21 anak skor tinggi. Pada siklus 2.1 aspek perhatian 29 anak skor tinggi, interaksi 29 anak skor tinggi, penugasan 29 anak skor tinggi dan kerjasama 28 anak skor tinggi. Pada siklus 2.2 aspek perhatian 34 anak skor tinggi, interaksi 34 anak skor tinggi, penugasan 34 anak skor tinggi dan kerjasama 33 anak skor tinggi. Sedangkan, nilai hasil berguru siswa pada pra siklus, siswa yg mengalami ketuntasan hanya 25%. Pada siklus 1 ketuntasan siswa mengalami kenaikan sebesar 47%. Pada siklus 2 pertemuan 1 ketuntasan siswa meningkat sebesar 65%. Pada Siklus 2 pertemuan 2 ketuntasan siswa mengalami peningkatan sebesar 90%.

Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa pendekatan SAVI sanggup meningkatkan acara dan hasil berguru apresiasi musik nusantara pada siswa serta penulis menyarankan biar pendekatan SAVI ini sanggup terus diterapkan guru dalam proses pembelajaran di sekolah biar aktifitas dan hasil berguru siswa sanggup lebih baik lagi.


03.PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR ANSAMBEL MUSIK MELALUI MEDIA MIDI PADA SISWA KELAS VIII H DI Sekolah Menengah Pertama NEGERI 3 UNGARAN



Download | Kris Hari Septianto

SARI
Kris Hari Septianto. 2013. Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Ansambel Musik Melalui Media Midi pada Siswa Kelas VIII H di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Ungaran. Skripsi. Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dr. Udi Utomo, M.Si. Pembimbing II Drs. Wagiman Joseph, M.Pd.

Kata kunci: peningkatan, motivasi belajar, hasil belajar, ansambel musik, media midi.

Motivasi dan hasil berguru ansambel musik di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Ungaran masih terdapat permasalahan yg disebabkan banyaknya siswa belum mencapai nilai standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yg ditentukan yaitu nilai 70, sehingga masih tergolong rendah. Guna meningkatkan motivasi dan hasil berguru ansambel musik siswa, maka dilakukan penelitian dgn menerapkan media midi sebagai alat bantu pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yg akan mengkaji berapa besar peningkatan motivasi dan hasil berguru siswa dalam memainkan ansambel musik dgn dibantu media midi.

Subjek yg diteliti yaitu semua siswa kelas VIII H Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Ungaran sebanyak 33 siswa. Fokus penelitian ini yaitu peningkatan motivasi dan hasil berguru siswa. Penelitian dilakukan melalui dua siklus. Data yg diperoleh berupa prosentase motivasi berguru siswa menurut hasil angket dan nilai hasil berguru ansambel musik dari evaluasi unjuk kerja. Data yg diperoleh dianalisis secara kuantitaif dan kualitatif.

Hasil penelitian menerangkan bahwa dari hasil angket motivasi berguru siklus I pada aspek hadiah 78,79%, interaksi dgn guru 67,05%, dan kondisi ketika pembelajaran berlangsung 76,26%. Sedangkan hasil angket motivasi berguru siklus II pada aspek hadiah 81,81%, interaksi dgn guru 71,21%, dan kondisi ketika pembelajaran berlangsung 80,43%. Sementara hasil dari nilai rata-rata pada prasiklus sebesar 66,9 dan evaluasi unjuk kerja pada siklus I mengalami peningkatan menjadi 71,18, serta pada siklus II yg meningkat menjadi 79,33.

Berdasarkan hasil penelitian, sanggup disimpulkan bahwa dgn media midi bisa meningkatkan motivasi dan hasil berguru ansambel musik. Saran yg diberikan dgn hasil penelitian ini khususnya kepada guru yaitu utk meningkatkan hasil pembelajaran dan motivasi berguru seni musik perlu adanya variasi media pembelajaran lantaran terbukti dalam penelitian ini dgn penggunaan media midi sebagai alat bantu dalam mengajarkan ansambel musik, bisa meningkatkan hasil berguru siswa dan juga meningkatkan motivasi berguru siswa. Selain itu juga ketika ini telah dikembangkan banyak sekali acara musik yg sanggup dioperasikan dgn perangkat komputer sehingga guru hendaknya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan aplikasi acara musik yg ada utk meningkatkan kuailitas pembelajaran. Keterbatasan peneliti diharapkan sanggup disempurnakan oleh guru utk melanjutkan penelitian ini sehingga diharapkan seluruh siswa bisa mencapai nilai lebih dari cukup.


04.UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN KETERAMPILAN BERMAIN GITAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE JIGSAW PADA SISWA KELAS VIII H DI Sekolah Menengah Pertama NEGERI 3 PATEBON KENDAL TAHUN AJARAN 2014/2015



Download | Fadhli Dzil Ikram

SARI
Dzil Ikram, Fadhli. 2014. Upaya Meningkatkan Minat dan Keterampilan Bermain Gitar Dengan Menggunakan Metode Jigsaw Pada Siswa Kelas VIII H di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Patebon Kendal Tahun Ajaran 2014/2015. JurusanPendidikan Seni Drama, Tari, dan MusikFakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang,Pembimbing: Drs. MohMuttaqin, M.Hum.

Kata Kunci : Model Pembelajaran Jigsaw, Minat dan Keterampilan Bermain Gitar, Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Patebon Kendal.

Rendahnya minat dan keterampilan bermain gitar yg diperoleh siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Patebon Kendal pada materi bermain gitar dipengaruhi oleh model pembelajarandan metode yg dipakai guru ketika meyampaikan materi.Oleh alasannya yaitu itu, diharapkan sebuah model pembelajaran yg bisa meningkatkan minat dan keterampilan siswa dalam pembelajaran bermain gitar. Model pembelajaran kooperatif Jigsaw, dipilih utk memperbaiki minat dan keterampilan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Patebon Kendal. Tujuan dari penelitian ini yaitu utk mendeskripsikan dan menganalisis peningkatan minat dan keterampilan bermain gitar melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif Jigsawpada akseptor didik kelas VIII H Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Patebon Kendal.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Pengambilan data dilaksanakan melaluitahap pra siklus,siklus 1, dan siklus 2. Teknik pengambilan datadgn teknik angket, observasi, wawancara, pengamatan, tes dan nontes. Teknik analisis data yaitu deskriptif kuantitatif. Selain itu, peneliti juga memakai analisis refleksi dan pembahasan evaluatif dalam menyajikan bahasan dari hasil penelitian.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa model pembelajaran Jigsaw sanggup meningkatkan minat berguru bermain gitar siswa kelas VIII H Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Patebon Kendal. Hal ini sanggup dilihat dari minat berguru bermain gitar siswa dari 31 orang siswa, diperoleh data prosentase awal minat bermain gitar sebanyak 14 (45,16%) siswa kategori minat rendah, 8 (25,80%) siswa kategori minat sedang, 9 (20,03%) siswa kategori minat tinggi pada kegiatan pra siklus, sebanyak 0 (0%) siswa kategori minat rendah, 20 (64,51%) siswa kategori minat sedang, 11 (35,48%) siswa kategori minat tinggi pada siklus I, dan sebanyak 0 (0%) siswa kategori minat rendah, 10 (32,25%) siswa kategori minat sedang,21 (67,74%) siswa kategori minat tinggi pada siklus II. Setelah semua siklus final dilakukan, minat berguru siswa meningkat sebanyak 13 (41,93%) dari kegiatan pra siklus. Selain itu, model pembelajaran Jigsaw juga sanggup meningkatkan keterampilan bermain gitar siswa kelas VIII H Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Patebon Kendal. Hal ini sanggup dilihat dari nilai tes bermain gitar pada masing-masing aspek yg diteliti. Dari 31 orang siswa, diperoleh data prosentase awal tes bermain gitar sebanyak 60% siswa menerima nilai kurang, 30% siswa menerima nilai sedang dan 10% siswa menerima nilai baik pada kegiatan pra siklus, sebanyak 21% siswa nilai kurang, 60% siswa nilai sedang, dan 18% siswa nilai baik pada siklus I, dan sebanyak 7,5% siswa nilai kurang, 39% siswa nilai sedang, dan 52% siswa nilai baik pada siklus II. Setelah semua siklus final dilakukan, nilai tes bermain gitar siswa meningkat sebanyak 49% dari kegiatan prasiklus.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, guru disarankan utk menerapkan model pembelajaran tersebut dalam materi-materi praktek lainnya baik utk mata pedoman seni musik maupun mata pedoman yg lainnya. Meskipun begitu, masih banyak model pembelajaran lain yg sekiranya sanggup diterapkan dalam pembelajaran seni musik.


05.PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NASKAH DRAMA SATUnBABAK MELALUI MEDIA GAMBAR BERSERI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PENGANDAIAN DIRI PADA SISWA KELAS VIII Sekolah Menengah Pertama N 2 KRAMAT KAB. TEGAL



Download | Siska Novya Shinta Devi

SARI
Devi, Siska NovyaShinta. 2013 Peningkatan Ketrampilan Menulis Naskah Drama Melalui Media Gambar Beseri Dengan Menggunakan Teknik Pengandaian Diri Pada Siswa Kelas VIII A Sekolah Menengah Pertama N 2 Kramat Kab.Tegal

Kata kunci: ketrampilan menulis, naskah drama, media gambar berseri, teknik pengandalian diri.

Pembelajaran menulis naskah drama kelas VIII A Sekolah Menengah Pertama N 2 Kramat memperlihatkan hasil yg cukup memuaskan Hal ini disebabkan oleh tiga faktor yg besar lengan berkuasa yaitu faktor pendekatan yg dipakai guru dalam pembelajaran, faktor siswa, dan faktor lingkungan sekolah. Salah satu faktor yg paling besar lengan berkuasa dan harus segera dicari jalan keluarnya yaitu faktor pendekatan yg dipakai dalam pembelajaran. Selama ini, pendekatan yg dipakai guru masih tradisional dan kurang bervariasi. Ceramah menjadi pilihan utama dalam pembelajaran sehingga terkesan monoton. Hal ini, mengakibatkan siswa merasa jenuh dan bosan dgn pembelajaran tersebut. Oleh lantaran itu, sebagai upaya utk mengatasi persoalan tersebut, yaitu dgn mengubah pendekatan yg dipakai guru dalam pembelajaran.Salah satu pendekatan yg sanggup dipakai sebagai alternatif yaitu dgn pendekatan kontekstual komponen pemodelan. Dalam pendekatan ini, guru diposisikan sebagai fasilitator dan motivator. Jadi, siswa yg dituntut utk berperan aktif dalam pembelajaran.

Berdasarkan paparan di atas, penelitian ini membahas permasalahan yaitu (1) bagaimanakah peningkatan keterampilan menulis naskah drama siswa kelas VIII A Sekolah Menengah Pertama N 2 Kramat sesudah mengikuti pembelajaran menulis naskah drama melalui media gambar berseri dgnt eknik pengandalian diri, dan (2) bagaimana perubahan sikap siswa kelas VIII A Sekolah Menengah Pertama N 2 Kramat sesudah mengikuti pembelajaran menulis naskah drama melalui media gambar berseri dgn teknik pengandalian diri. Tujuan penelitian ini yaitu utk mendeskripsi peningkatan keterampilan menulis naskah drama dan perubahan sikap siswat ersebut sesudah mengikuti pembelajaran menulis naskah drama melalui media gambar berseri dgn teknik pengandaian diri. Adapun manfaat penelitian ini yaitu sanggup memberi pertolongan teori mengenai pembelajaran menulis naskah drama melalui media gambar berseri dgn teknik pengandaian diri pada khususnya dan teori pembelajaran menulis pada umumnya. Selain itu, penelitian ini pun diharapkan bermanfaat bagi guru, siswa, dan sekolah.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dgn dua siklus yg dilaksanakan pada siswa kelas VIII A SMPN 2 Kramat. Siklus I dan siklus II terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Adapun variabel penelitiannya yaitu keterampilan menulis naskah drama dan media gambar berseri dgn teknik pengandaian diri. Pengambilan data dilakukan dgn tes dan nontes. Alat pengambilan data tes yg dipakai yaitu berupa tes keterampilan menulis naskah drama, sedangkan alat pengambilan data nontes yg digunakanya itu berupa pedoman observasi, jurnal, wawancara, dan dokumen foto. Analisis data yg dipakai yaitu dgn pendekatan kuantitatif dan kualitatif.

Berdasarkan analisis data penelitian, sanggup disimpulkan bahwa pendekatan kontekstual komponen pemodelan sanggup meningkatkan keterampilan menulis naskah drama. Pada siklus I, diperoleh nilai rata-rata sebesar 55,2 sedangkan padasiklus II, diperoleh nilai rata-rata sebesar75,15, jadi mengalami peningkatan dari siklus I kesiklus II sebesar 19,95 poin atau sebesar 36,14% dari rata-rata siklus I. Selain itu, perubahan sikap dalam penelitian ini yaitu para siswa menjadi lebih semangat, aktif mengikuti pembelajaran, dan siswa menjadi lebih bahagia serta termotivasi utk mempraktekkannya.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti memberi saran yaitu (1) para guru bahasa dan sastra indonesia sanggup memakai media gambar berseri dgn teknik pengandaian diri utk membelajarkan menulis naskah drama, (2) pembelajaran melalui media gambar berseri dgn teknik pengandaian diri sanggup dijadikan sebagai alternatif bagi guru bidang studi lain dalam mengajar, (3) parapraktisi di bidang pendidikan atau peneliti lain sanggup melaksanakan penelitian serupa dgn teknik pembelajaran yg berbeda.

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Contoh Judul Ptk Seni Budaya Smp/Mts Kelas 8/Viii

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Contoh Judul Ptk Seni Budaya Smp/Mts Kelas 8/Viii kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Contoh Judul Ptk Seni Budaya Smp/Mts Kelas 8/Viii dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2007/03/contoh-judul-ptk-seni-budaya-smpmts.html

0 Response to "Contoh Judul Ptk Seni Budaya Smp/Mts Kelas 8/Viii"

Posting Komentar