Vaksin Mr Belum Halal, Mui Minta Kemenkes Sampaikan Bahwasanya

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Vaksin Mr Belum Halal, Mui Minta Kemenkes Sampaikan Bahwasanya

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Vaksin Mr Belum Halal, Mui Minta Kemenkes Sampaikan Bahwasanya, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel bimbel masuk ptn, Artikel FGI, Artikel Guru, Artikel Kisi Kisi, Artikel soal ujian nasional, Artikel ujian sbmptn, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Vaksin Mr Belum Halal, Mui Minta Kemenkes Sampaikan Bahwasanya
link : Vaksin Mr Belum Halal, Mui Minta Kemenkes Sampaikan Bahwasanya

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Vaksin Mr Belum Halal, Mui Minta Kemenkes Sampaikan Bahwasanya

KH Muhyiddin Junaidi


Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Internasional, KH Muhyiddin Junaidi menyampaikan bahwa secara konsisten MUI tetap mendorong semoga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera mengajukan sertifikasi halal utk vaksin measles rubella (MR). Karena, berdasarkan dia, hal ini utk menghindarkan bawah umur dari hal yg berbau najis.







"Jangan hingga kita mengasih obat utk anak cucu kita dgn hal yg berbau dgn najis. Harus dgn yg halal," ungkapnya dikala dihubungi Republika.co.id, Ahad (20/8). 

Kiai Muhyiddin menuturkan, MUI berharap semoga Kemenkes khususnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) utk segera mengajukan ke MUI semoga menghalalkan vaksin. Pasalnya, berdasarkan dia, dalam pedoman Islam memang diperintahkan utk berobat dgn yg halal kecuali dalam keadaan darurat. 

Menurut dia, MUI sudah semenjak usang meminta kepada Kemenkes utk memakai semua produk yg bersertifikasi halal. Misalnya, sebelumnya MUI juga telah bekerja sama dgn pemerintah utk menghalalkan vaksin polio. Begitu juga halnya dgn vaksin miningitis.

"Miningitis juga kita dulu dalam keadaan darurat kesudahannya juga mendapat vaksin miningitis yg halal. Juga begitu kepada vaksin-vaksin yg diproduksi oleh Indobssia," ucapnya.

Sementara, belum usang ini, pemerintah melakukan aktivitas imunisasi yg memakai vaksin MR. Namun, hingga dikala ini belum terang kehalalannya. "Nah, kalau memang vaksin MR belum ada yg halal ya sampaikan bekerjsama itu belum halal, masih dalam proses. Jangan terus ia meminta kepada MUI utk menyosialisasikan vaksin MR ternyata vaksin itu belum halal. Kaprikornus tidak boleh," katanya. 

Sebaiknya, tegas dia, jikalau memang aktivitas santunan vaksin MR tersebut dianggap darurat dan belum ada penggantinya, maka harus diberi batas waktu. Namun, kata dia, Kemenkes harus segera mengajukan sertifikasi halalnya sehingga masyarakat tidak ragu utk memakai vaksin MR.

"Maka dari MUI sangat konsisten bahwa seharusnya itu mendapat akta halal, sehingga ada ketenangan di kalangan masyarakat. Kalau belum ya sampaikan belum ada sertifikat," tandasnya. (republika)











= Baca Juga =





DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Vaksin Mr Belum Halal, Mui Minta Kemenkes Sampaikan Bahwasanya

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Vaksin Mr Belum Halal, Mui Minta Kemenkes Sampaikan Bahwasanya kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Vaksin Mr Belum Halal, Mui Minta Kemenkes Sampaikan Bahwasanya dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2008/01/vaksin-mr-belum-halal-mui-minta.html

0 Response to "Vaksin Mr Belum Halal, Mui Minta Kemenkes Sampaikan Bahwasanya"

Posting Komentar