Beberapa Metode (Model) Pembelajaran Quantum Learning

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Beberapa Metode (Model) Pembelajaran Quantum Learning

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Beberapa Metode (Model) Pembelajaran Quantum Learning, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel bimbel masuk ptn, Artikel Pembelajaran, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, Artikel unbk, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Beberapa Metode (Model) Pembelajaran Quantum Learning
link : Beberapa Metode (Model) Pembelajaran Quantum Learning

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Beberapa Metode (Model) Pembelajaran Quantum Learning

 dipinjam dari dunia ilmu fisika yg berarti interaksi yg mengubah energi menjadi cahay BEBERAPA METODE (MODEL) PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING
Istilah “quantum” dipinjam dari dunia ilmu fisika yg berarti interaksi yg mengubah energi menjadi cahaya. Maksudnya dalam pembelajaran quantum, pengubahan bermacam- macam interaksi yg terjadi dalam acara belajar. Interaksi- interaksi ini mengubah kemampuan dan talenta alamiah guru dan siswa menjadi hal yg bermanfaat bagi kemajuan mereka dalam berguru secara efektif dan efisien.

Quantum learning merupakan kiat, petunjuk, taktik dan seluruh proses berguru yg sanggup mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat berguru sebagai suatu proses yg menyenangkan dan bermanfaat. Quantum learning ini berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria. Ia melaksanakan eksperimen yg disebutnya suggestology. Prinsipnya yakni bahwa sugesti sanggup dan niscaya mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detil apapun memperlihatkan sugesti nyata atau negatif.

Tokoh utama di balik Quantum Learning yakni Bobbi DePorter. Dia perintis, penggagas dan pengembang utama Quantum Learning. Sejak tahun 1982 DePorter mematangkan dan berbagi gagasan Quantum Learning di SuperCamp. Dengan dibantu oleh teman-temannya, terutama Eric Jansen, Greg Simmons, Mike Hernacki, Mark Reardon dan Sarah Singer Nouric, DePorter secara terprogram dan terpola mengujicoba gagasan-gagasan Quantum Learning kepada para sampaumur di SuperCamp salama tahuan awal 1980-an.  DePorter menjelaskan bahwa metode ini dibangun berdasarkan pengalaman dan penelitian terhadap 2.500 siswa dan sinergi pendapat ratusan guru di SupeCamp. Prinsip-prinsip dan metode-metode Quantum Learning ini dibuat di SuperCamp.


Hal yg penting dicatat dalam quantum learning yakni bahwa siswa mempunyai “kekuatan pikiran” yg tak terbatas. Ditegaskan bahwa otak insan mempunyai potensi yg sama dgn yg dimilliki oleh Albert Einstein. Selain itu, dipaparkan wacana bukti fisik dan ilmiah yg memerikan bagaimana proses otak itu bekerja. Melalui hasil penelitian Global Learning, dikenalkan bahwa proses berguru itu menyerupai bekerjanya otak seorang anak 6-7 tahun yg menyerupai spons menyerap aneka macam fakta, sifat-sifat fisik, dan kerumitan bahasa yg kacau dgn “cara yg menyenangkan dan bebas stres”. Bagaimana faktor-faktor umpan balik dan rangsangan dari lingkungan telah membuat kondisi yg tepat utk berguru apa saja. Hal ini menegaskan bahwa kegagalan, dalam belajar, bukan merupakan rintangan. Keyakinan utk terus berusaha merupakan alat pendamping dan pendorong bagi keberhasilan dalam proses belajar. Setiap keberhasilan perlu diakhiri dgn “kegembiraan dan tepukan.”

Berikut ini beberapa Metode (Model) Pembelajaran Quantum Learning yg sanggup diterapkan dalam pembelajaran di sekolah.

1.  Peta konsep
Peta konsep sebagai teknik berguru efektif. Peta konsep disini lebih memperlihatkan pada keuangan ide-ide pikiran sebagai catatan dalam grafis sebagai salah satu teknik berguru efektif. Peta konsep berupa pandangan gres pemikiran yg di tuangkan dalam bentuk citra atau grafik.
Menurut Nacy Murgilulier yg dikutip Rose dan Nicholl sebelum berguru kita memvisualisasikan  gambar dgn pikiran kita dan mengkaitkannya dgn konsep-konsep.
Langkah-langkah tehnik penggunaan peta berdasarkan Rose dan Nicholl:
a. Mulai degan topik di tengah halaman: Tulislah gagasan uatama di tengah-tengah halaman kerertas dan lingkupilah dgn segitiga atau bentuk-bentuk lain ,sehingga kita  terdorong utk mendefinisikan gagasan inti subjek yg dipelajari sebagai titik awal yg efektif.
b, Buat cabang-cabangnya: Tambahkan cabang keluar utk setiap poin atas gagasan utama antrara lima atau tuju cabang jangan terlalu banyak.
c. Gunakan kata-kata kunci: Kata kunci yakni kata yg memberikan isi sebuah gagasan dan memudahkan memicu ingatan kita. MIsal:
·            Tambahkan symbol-simbol dan ilustrasi mendapat ingatan yg lebih baik
·            Gunakan abjad kapital
·            Tulis gagasan penting dgn abjad yg lebih besar
·            Hidupkanlah peta pikiran anda dgn hal-hal yg menarik
·            Garis bawahi kata-kata itu / gunakan abjad miring  atau tebal
·            Siaplah kreatif dan berani
d. Lakukan sendiri dan jangan takut salah atau buruk , gunakan sebanyak mungkin ganbar yg memang membantu pemahaman anda sendiri
·            Gunakan bentuk-bentuki acak utk gagasan sendiri
·            Buatlah peta konsep secara horizontal,agar sanggup ruang bagi gagasan anda
·            Cara membelajarkan peta konsep dan secara klasikal:
·            Cara pembelajaran degan konsep ini  perlu di sajikan dgn metode kiprah kerja  kelompok . Adapun conto langkah –langkahnya  yakni sebagai berikut:
1)      Guru melaksanakan apresiasi dgn pertanyaan pada materi model-model pembelajaran
2)      Gunakan pertanyaan wacana dimensi-dimensi atau cakupan materi dari model-model pembelajaran
3)      Sambil bertanya guru mencoba mentranfer balasan siswa dalam bentuk peta konsep
4)      Perbaiki peta konsep yg belum terstuktur
5)      Setelah gambar peta jadi da papan tulis , guru meminta siswa utk membuat peta konsep secara berkelompok berdasarkan sub-sub materi yg ada
6)      Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok,ke mudian siwa kerja kelompok utk menbuat peta konsep  . utk itu di berikan batas waktu contohnya 10-15 menit.Jika siswa sudah terbiasa mambuat peta konsep  siswa sudah sanggup ditugaskan ecara individu atau kompok kecil per dua orang
7)      Selama siswa menyusun peta konsep guru keliling utk memperlihatkan klarifikasi kjika ada kelompok yg bertanya
8)      Guru meminta siswa utk membuat matrik konsep pengelompoan dan atributnya
9)      Setelah selesai wakil-wakil kelompok disuruh maju utk mempresentasikan .Sementara kelompok lain diberikan kesempatan utk menanggapi dan masukan
10)  Jika dibutuhkan guru memperlihatkan klarifikasi kepada materi yg belum sanggup dipahami siswa
11)  Berikan masikan terhadap hasil pekerjakan siswa
12)  Lakuklan postest wacana konsep yg diluasai
13)  Berikan siswa utk memperlihatkan masukan terhadap cara pembelajaran guru sebagai penilaian utk pembelajaran pada pertemuan selanjutnya    

2. Teknik Memori
a. Teknik memori yakni teknik memasukkan informasi ke dalam otak sesuai dgn cara kerja otak (brain-based technique). Dalam teknik ini perlu meningkatkan efektifitas dan efisiensi otak dalam menyerap dan menyimpan informasi. Daya ingat kita sanggup ditingkatkan dan berdasarkan Gunawan (2004) otak suka dgn hal yg bersifat:
·            Ekstem berlebihan/tidak masuk akal
·            Penuh warna
·            Multi sensor
·            Lucu
·            Melibatkan emosi
·            Melibatkan irama atau musik
·            Tindakan aktif
·            Gambar tiga domensi dan hidup/aktif
·            Menggunakan asosiasi
·            Imajinasi
·            Humor
·            Simbol
·            Nomor dan urutan

b. Teknik memori mempunyai kendala yaitu orang renta atau guru menganggap konyol bila kita berfikir tidak masuk akal. Namun cara ini sangat efektif alasannya yakni otak kita menyimpan gambar dan makna.
1)  Melatih Imajinasi
Sekarang coba anda melaksanakan satu hal. Sambil menutup mata, coba baygkan dalam pikiran anda hal-hal berikut ini:
a)      Baygkan sebuah baju kaos tanpa kerah, herwarna merah, mempunyai satu saku di bab tengah.
b)      Sekarang baygkan baju kaos ini membesar hingga 5 kali dari ukuran semula.
c)      Baygkan baju kaos ini mempunyai kepala, kaki dan tangan.
d)      Baygkan baju kaos ini mengajak anda berbicara, berkenalan dgn anda.
e)      Baygkan anda mendengar baju kaos itu berkata, “Hi… Bu guru apa kabar hari ini? Senang berkenalan dgn anda. Siapa nama anda?” apa anda hari ini bahagia mengikuti PLPG? Seriuskah anda? Mengapa anda ngantuk menyerupai muridmu? Apa anda ndak aib dgn pengajarnya kalau ngantuk? Kalau ngantuk makan dulu saja.
Jika kita sanggup melatih imajinasi berarti otak kanan kita aktif dgn baik. Untuk mencapai hasil maksimal kita perlu memberdayakan dan menyeimbangkan penggunaan otak kiri dan kanan.

2)  Teknik Rantai Kata
Teknik ini memakai cara menyambung atau merantai kata menjadi dongeng yg gampang kita hafalkan. Syarat yg harus dilakukan dalam membuat ceita pendek ada pada 14 poin yg tersebut sebelumnya dan ada pula syarat pelengkap yaitu:
a)   Buatlah dongeng yg berisi agresi atau tindakan
b)    Hindari perubahan bentuk alasannya yakni akan mengacaukan urutan kata yg dihafal dan kurang menarik bagi otak.
c)   Jangan menambah objek lain.
d)   Buat dongeng yg sependek mungkin alasannya yakni akan semakin baik dan efektif.
e)   Baygkan gambar dari objek cerita
Teknik ini  yakni melatih merangkai membuat kalimat/cerita dari kata-kata yg sudah ada.
Contoh :
a)   Semesta
b)   Variabel
c)   Konstanta
d)   Fungsi
e)   Persamaan

3. Teknik Plesetan Kata
Teknik plesetan kata yaitu menggantikan kata sulit yg ingin kita hafal dgn kata lain yg bunyinya menyerupai atau lucu.

4.   Sistem Pasak Lokasi
Sistem pasak lokasi yaitu teknik mengakses dan mengaktifkan memori semantik dan episodik. Saat kita berusaha menghafal, kita mengaktifkan memori semantik. Informasi yg kita sanggup kemudian dicantolkan pada lokasi yg berarti mengaktifkan memori episodik. Dalam menentukan lokasi seharusnya lokasinya sudah kita kenal supaya kita tidak salah mengingat apa yg masuk dalam memasukkan memori. Jumlah lokasi tergantung pada kata yg ingin dihafal. Untuk menentukan kekuatan informasi pada memori tergantung pada dua hal yaitu:
a)  Seberapa baik kita menentukan alur lokasi (harus urut)
b)  Seberapa baik visualisasi yg dilakukan
Misalnya anda diminta utk menghapal cerita  nama binatang yg dilindungi di Indonesia menyerupai di bawah ini
a)  Bangau Hitam
b)  Biawak Pohon
c)  Burung Udang
d)  Harimau Sumatra
e)  Monyet Hitam
f)   Kakak Tua Raja
g)  Orang Hutan Kalimatan
h)  Jalak putih
Karena ada delapan data, maka kita membutuhkan delapan lokasi, Kita ambil rumah anda sebagai conto. Sekarang kita tentukan lokasinya.
a)      Jalan di depan rumah anda
b)      Pintu pagar rumah anda
c)      Halaman depan rumah
d)      Pintu masuk utama
e)      Ruang tamu
f)      Tembok di ruang tamu
g)      Ruang keluarga
h)      Lemari es (yg ada di ruang makan)
Untuk itu anda harus melaksanakan atau membaygkan hal berikut ini sewaktu anda pulang ke rumah. Dalam proses anda masuk ke rumah, anda melihat hal berikut ini :
a)   Baygkan ada seekor bangau hitam yg berdiri di jalan di depan rumah anda.
b)    Pada pintu pagar rumah anda ada seekor biawak yg menggigit sebatang pohon (biawak pohon).
c)    Dihalaman didepan rumah anda hinggap seekor burung yg membawa udang diparuhnya (burung udang)
d)   Saat mau mau masuk ke rumah, pintu dijaga  oleh seekor harimau Sumatra yg sedang mengaum

5.   Teknik Akrostik (Jembatan Keledai)
Teknik akrostik yakni teknik menghafal dgn mengambil abjad depan dari materi yg ingin diingat dan kemudian digabungkan hingga menjadi kependekan atau kata/kalimat lucu.
Contoh:
Mejikuhibiniu (Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu),
Hari libur naik kuda, rabu kamis free (singkatan dari unsur kimia golongan IA: H, Li, Natrium, K, Cs, Fr)
Cewek sinting genit bahagia plembungan (singkatan dari unsur kimia golongan IV A: C, Si, Gn, Sn, Pb)

Demikian beberapa Metode (Model) Pembelajaran Quantum Learning. Semoga bermanfaat.






= Baca Juga =



DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Beberapa Metode (Model) Pembelajaran Quantum Learning

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Beberapa Metode (Model) Pembelajaran Quantum Learning kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Beberapa Metode (Model) Pembelajaran Quantum Learning dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2008/12/beberapa-metode-model-pembelajaran.html

0 Response to "Beberapa Metode (Model) Pembelajaran Quantum Learning"

Posting Komentar