Cuti Ibadah Haji, Cuti Alasannya Yakni Sakit, Cuti Melahirkan Tetap Sanggup Proteksi Profesi Guru (Tpg) ?

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Cuti Ibadah Haji, Cuti Alasannya Yakni Sakit, Cuti Melahirkan Tetap Sanggup Proteksi Profesi Guru (Tpg) ?

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Cuti Ibadah Haji, Cuti Alasannya Yakni Sakit, Cuti Melahirkan Tetap Sanggup Proteksi Profesi Guru (Tpg) ?, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel -, Artikel Berita, Artikel bimbel masuk ptn, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, Artikel unbk, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Cuti Ibadah Haji, Cuti Alasannya Yakni Sakit, Cuti Melahirkan Tetap Sanggup Proteksi Profesi Guru (Tpg) ?
link : Cuti Ibadah Haji, Cuti Alasannya Yakni Sakit, Cuti Melahirkan Tetap Sanggup Proteksi Profesi Guru (Tpg) ?

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Cuti Ibadah Haji, Cuti Alasannya Yakni Sakit, Cuti Melahirkan Tetap Sanggup Proteksi Profesi Guru (Tpg) ?

 CUTI MELAHIRKAN TETAP DAPAT TUNJANGAN PROFESI GURU  CUTI IBADAH HAJI, CUTI KARENA SAKIT, CUTI MELAHIRKAN TETAP DAPAT TUNJANGAN PROFESI GURU (TPG) ?

Mengacu Pada Bagian  C Poin 5 Lampiran I Permendikbud Nomor 10 Tahun 2018 Tentang  Petunjuk  Teknis  Penyaluran  Tunjangan Profesi,  Tunjangan  Khusus,  dan  Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah, dinyatakan bahwa  Cuti Guru PNSD dalam rangka penyaluran derma profesi.
a.  Guru PNSD yg sakit lebih dari 1 (satu) hari hingga dgn 14 (empat  belas)  hari  berhak  atas  cuti  sakit,  dgn  ketentuan bahwa  PNS  yg  bersangkutan  harus  mengajukan  permintaan secara tertulis  kepada pejabat  yg  berwenang  memberikan  cuti dgn  melampirkan  surat  keterangan  dokter  sesuai  dgn ketentuan Peraturan Kepala BKN Nomor 24 Tahun 2017 perihal Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil.
b.  Guru PNSD yg memakai cuti alasan penting paling usang 1 (satu)  bulan  berhak  mendapatkan  cuti  alasan  penting  dgn ketentuan  bahwa  Guru  PNSD  yg  bersangkutan  harus mengajukan  permintaan  secara  tertulis  kepada  pejabat  yg berwenang  memberikan  cuti  sesuai  dgn  ketentuan  Peraturan Kepala BKN Nomor 24 Tahun 2017 perihal Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil.
c.  Guru  PNSD  yg  melaksanakan  ibadah  haji,  berhak  utk mendapatkan  Tunjangan  Profesi  apabila  yg  bersangkutan melakukan ibadah haji utk pertama kalinya.

Apabila Guru PNSD yg bersangkutan tidak mengajar lebih dari 14 (empat  belas) hari karena  cuti  sakit  atau lebih  dari 1  (satu) bulan karena  cuti  alasan  penting berdasarkan  isian  catatan  kehadiran dalam  aplikasi  Hadir  GTK, maka kepada Guru  PNSD bersangkutan tidak sanggup dibayarkan derma profesinya.

Simpulan:
·          Guru yg Cuti Karena Sakit paling usang 14 hari tetap mendapat Tunjangan Profesi Guru.
·          Guru yg Cuti Karena Alasan Penting paling usang 1 bulan tetap mendapat Tunjangan Profesi Guru.
·          Guru  PNSD  yg  melaksanakan  ibadah  haji utk pertama kali  berhak  utk mendapatkan  Tunjangan  Profesi

Lalu bagaimana Untuk Cuti Melahirkan? Di dalam Permendikbud Nomor 10 Tahun 2018 memang tidak dinyatakan secara tegas, namun kita sanggup menyandingkannya dgn Permendikbud Nomor 23 Tahun 2018 perihal Petunjuk Teknis  Penyaluran  Tunjangan Profesi Bagi Guru yg Bertugas Pada  Sekolah Indonesia Di Luar Negeri.   Dengan perkiraan bahwa Guru di dalam negeri juga mempunyai kedudukan yg sama dgn guru SILN, Guru yg Cuti Melahirkan juga tetap mendapat TPG.

Berikut ini Kutipan bab G poin 4 Lampiran Permendikbud Nomor  23 Tahun 2018:   Cuti Guru SILN terkait Penerimaan Tunjangan Profesi Guru  SILN  yg  sedang  cuti  sesuai  dgn  ketentuan  dalam Peraturan  Kepala  (Perka) BKN  Nomor  24 Tahun  2017  tentang  Tata  Cara Pemberian  Cuti  Pegawai  Negeri  Sipil  berhak  utk  mendapatkan Tunjangan Profesi dgn ketentuan sebagai berikut: 
a.   Cuti Tahunan 
Pegawai  yg  menduduki  jabatan  guru  SILN  pada  sekolah  yg mendapat  liburan  menurut  peraturan perundang-undangan, disamakan  dgn  pegawai  yg  telah  menggunakan hak cuti tahunan dan tetap mendapat Tunjangan Profesi.
b.   Cuti Haji
Guru  SILN   yg  melaksanakan  ibadah  haji  berhak  utk mendapatkan  cuti  haji  apabila  yg  bersangkutan  melaksanakan ibadah  haji  utk  pertama  kalinya  dgn  melampirkan  jadwal keberangkatan/kelompok  terbang  (kloter)  yg  dikeluarkan  oleh instansi  yg  bertanggung  jawab  dalam  penyelenggaraan  haji.  Guru  PNSD  yg  bersangkutan  harus  mengajukan  permintaan secara  tertulis  dan  mendapat  persetujuan  dari  pejabat  yg berwenang memperlihatkan cuti.

c.   Cuti sakit
Guru SILN yg sakit 1 (satu) hari hingga dgn 14 (empat belas) hari dalam 1 (satu) bulan berhak ata s cuti sakit, dgn ketentuan bahwa  yg  bersangkutan  harus  mengajukan  permintaan  secara tertulis  dan  mendapat  persetujuan  dari  pejabat  yg  berwenang memberikan  cuti  dgn  melampirkan  surat  keterangan  dari dokter.
d.   Cuti Ibadah Keagamaan: 
Guru SILN sanggup melakukan ibadah keagamaan ibarat umrah pada ketika liburan akademik, namun apabila tidak memungkinkan melaksanakan  ibadah  umrah  pada  saat  liburan  akademik,  maka Guru SILN sanggup mengajukan cuti ibadah umrah paling banyak 14 (empat belas)  hari dalam 1  (satu)  tahun dgn ketentuan  bahwa Guru  SILN  yg  bersangkutan  harus  mengajukan  permintaan secara  tertulis  dan  mendapat  persetujuan  dari  pejabat  yg berwenang  memberikan  cuti.    Pejabat  yg  berwenang  wajib memperhatikan keberlangsungan proses aktivitas mencar ilmu mengajar dalam memperlihatkan cuti keagamaan. 
e.   Cuti Melahirkan 
1)   Guru  SILN  dapat  mengajukan  permintaan  secara tertulis  dan  mendapat  persetujuan  cuti  melahirkan anak  pertama  sampai  dgn  kelahiran  anak  ketiga pada  saat  menjadi  Guru  SILN,  dari  pejabat  yg berwenang memperlihatkan cuti. 
2)   Lamanya cuti melahirkan sebagaimana dimaksud pada angka 1) ialah 3 (tiga) bulan. 
f.   Cuti Alasan Penting  
Guru  SILN  dapat  menggunakan  cuti  alasan  penting  sesuai dgn  ketentuan  dalam  Peraturan  Kepala  BKN  Nomor  24 Tahun  2017  tentang  Tata  Cara  Pemberian  Cuti  Pegawai Negeri  Sipil  paling  lama  1  (satu)  bulan  dgn  ketentuan bahwa  Guru  SILN  yg  bersangkutan  harus  mengajukan permintaan  secara  tertulis  dan  mendapat  persetujuan  dari pejabat yg berwenang memperlihatkan cuti.

Simpulan dari Lampiran Permendikbud Nomor  23 Tahun 2018 tersebut:
·          Liburan  menurut  peraturan perundang-undangan, disamakan  dgn  pegawai  yg  telah  menggunakan hak cuti tahunan dan tetap mendapat Tunjangan Profesi. Kaprikornus Libur semester atau Akhir Semester tetap mendapat TPG
·          Guru  PNSD  yg  melaksanakan  ibadah  haji utk pertama kali  berhak  utk mendapatkan  Tunjangan  Profesi
·          Guru yg Cuti Karena Sakit paling usang 14 hari tetap mendapat Tunjangan Profesi Guru.
·          Guru yg Cuti Melahirkan paling Lama 3 bulan tetap mendapat Tunjangan Profesi Guru.
·          Guru yg Cuti Karena Alasan Penting paling usang 1 bulan tetap mendapat Tunjangan Profesi Guru.

Bagaimana realisasinya? Wallahu A'lam Bish-Shawabi.


Demikian informasi apakah Cuti Ibadah Haji, Cuti Karena Saketi, Cuti Melahirkan Tetap Dapat Tunjangan Profesi Guru (TPG) ?. Semoga jadi materi kajian bersama.




= Baca Juga =



DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Cuti Ibadah Haji, Cuti Alasannya Yakni Sakit, Cuti Melahirkan Tetap Sanggup Proteksi Profesi Guru (Tpg) ?

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Cuti Ibadah Haji, Cuti Alasannya Yakni Sakit, Cuti Melahirkan Tetap Sanggup Proteksi Profesi Guru (Tpg) ? kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Cuti Ibadah Haji, Cuti Alasannya Yakni Sakit, Cuti Melahirkan Tetap Sanggup Proteksi Profesi Guru (Tpg) ? dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2008/12/cuti-ibadah-haji-cuti-alasannya-yakni.html

0 Response to "Cuti Ibadah Haji, Cuti Alasannya Yakni Sakit, Cuti Melahirkan Tetap Sanggup Proteksi Profesi Guru (Tpg) ?"

Posting Komentar