Ini Ijtima Ulama Perihal Penghasilan Yang Wajib Dizakati

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Ini Ijtima Ulama Perihal Penghasilan Yang Wajib Dizakati

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Ini Ijtima Ulama Perihal Penghasilan Yang Wajib Dizakati, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel bimbel masuk ptn, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, Artikel unbk, Artikel Wawasan-Islam, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Ini Ijtima Ulama Perihal Penghasilan Yang Wajib Dizakati
link : Ini Ijtima Ulama Perihal Penghasilan Yang Wajib Dizakati

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Ini Ijtima Ulama Perihal Penghasilan Yang Wajib Dizakati

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyepakati sejumlah komponen penghasilan yg wajib dizakati. Kesepakatan itu diambil melalui Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VI di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

"Komponen penghasilan yg dikenakan zakat mencakup setiap pendapatan menyerupai gaji, honorarium, upah, jasa, dan lainnya yg diperoleh secara halal," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh melalu keterangan pers yg diterima Antara di Jakarta, Minggu malam (10/6), dikutip Antara.

Penetapan tersebut juga berlaku pada penghasilan yg diperoleh secara rutin menyerupai pejabat negara, pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin menyerupai dokter, pengacara, konsultan dan sejenisnya, serta pendapatan yg diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Dengan demikian, objek zakat bagi pejabat dan aparatur negara termasuk honor pokok, pinjaman yg menempel pada honor pokok, pinjaman kinerja, dan penghasilan bulanan lainnya yg bersifat tetap.

"Penghasilan yg wajib dizakati dalam zakat penghasilan yaitu penghasilan bersih, sebagaimana yg diatur dalam ajaran MUI Nomor 3 Tahun 2003," tutur Niam.

Sedangkan utk penghasilan higienis yg dimaksud ialah penghasilan sesudah dikeluarkan kebutuhan pokok atau "al-haajah al-ashliyah".

Niam mengatakan, kebutuhan tersebut antara lain kebutuhan diri menyerupai sandang, pangan, papan, kebutuhan orang yg jadi tanggungannya menyerupai kesehatan dan pendidikan.

Kebutuhan pokok pun diatur dgn menurut pada standar Kebutuhan Hidup Minimum (KHM). Sedangkan kebutuhan pokok sebagaimana yg tercantum pada petikan di atas ialah Penghasilan Tidak Kena Zakat (PTKZ).

"Pemerintah sudah menetapkan besaran kebutuhan pokok sebagaimana dimaksud di atas, yg jadi dasar dalam menetapkan apakah seseorang itu wajib zakat atau tidak," kata Niam. (antara)





= Baca Juga =



DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Ini Ijtima Ulama Perihal Penghasilan Yang Wajib Dizakati

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Ini Ijtima Ulama Perihal Penghasilan Yang Wajib Dizakati kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Ini Ijtima Ulama Perihal Penghasilan Yang Wajib Dizakati dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2008/12/ini-ijtima-ulama-perihal-penghasilan.html

0 Response to "Ini Ijtima Ulama Perihal Penghasilan Yang Wajib Dizakati"

Posting Komentar