Malam Lailatul Qadar

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Malam Lailatul Qadar

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Malam Lailatul Qadar, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel bimbel masuk ptn, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, Artikel unbk, Artikel Wawasan-Islam, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Malam Lailatul Qadar
link : Malam Lailatul Qadar

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Malam Lailatul Qadar

Allah Ta 'ala berfirman : "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) ketika Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kau apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dgn izin Tuhannya utk mengatur segala urusan. 

Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar." (Al-Qadr: 1-5), Allah memberitahukan bahwa Dia menurunkan Al-Qur'an pada malam Lailatul Qadar, yaitu malam yg penuh keberkahan. Allah Ta'ala berfirman : "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yg diberkahi." (Ad Dukhaan : 3) Dan malam itu berada di bulan Ramadhan, sebagaimana firman Allah Ta 'ala : "Bulan Ramadhan, bulan yg di dalamnya diturunkan Al-Qur'an. "(Al-Baqarah: 185).

Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu berkata : "Allah menurunkan Al-Qur'anul Karim keseluruhannya secara sekaligus dari Lauh Mahfudh ke Baitul'Izzah (langit pertama) pada malam Lailatul Qadar. Kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sesuai dgn konteks aneka macam bencana selama 23 tahun."

Malam itu dinamakan Lailatul Qadar alasannya keagungan nilainya dan keutamaannya di sisi Allah Ta 'ala. Juga, alasannya pada ketika itu ditentukan ajal, rizki, dan lainnya selama satu tahun, sebagaimana firman Allah : "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yg penuh hikmah." (Ad-Dukhaan: 4).

Kemudian, Allah berfirman mengagungkan kedudukan Lailatul Qadar yg Dia khususkan utk menurunkan Al-Qur'anul Karim : "Dan tahukah kau apakah Lailatul Qadar itu?" ( Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 4/429.)

Selanjutnya Allah menjelaskan nilai keutamaan Lailatul Qadar dgn firman-Nya : "Lailatul Qadar itu lebih baik dari pada seribu bulan." Maksudnya, beribadah di malam itu dgn ketaatan, shalat, membaca, dzikir dan do'a sama dgn beribadah selama seribu bulan, pada bulan-bulan yg di dalamnya tidak ada Lailatul Qadar. Dan seribu bulan sama dgn 83 tahun 4 bulan.

Lalu Allah memberitahukan keutamaannya yg lain, juga berkahnya yg melimpah dgn banyaknya malaikat yg turun di malam itu, termasuk Jibril 'alaihis salam. Mereka turun dgn membawa semua perkara, kebaikan maupun keburukan yg merupakan ketentuan dan takdir Allah. Mereka turun dgn perintah dari Allah. 

Selanjutnya, Allah menambahkan keutamaan malam tersebut dgn firman-Nya : "Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar" (Al-Qadar: 5) Maksudnya, malam itu ialah malam keselamatan dan kebaikan seluruhnya, tak sedikit pun ada kejelekan di  dalamnya,  sampai  terbit  fajar.  Di  malam  itu,  para malaikat -termasuk malaikat Jibril- mengucapkan salam kepada orang-orang beriman.

Dalam hadits shahih Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan keutamaan melaksanakan qiyamul lail di malam tersebut. Beliau bersabda: "Barangsiapa melaksanakan shalat malam pada ketika Lailatul Qadar alasannya kepercayaan dan mengharap pahala Allah, pasti diampuni dosa-dosanya yg telah lalu." (Hadits Muttafaq 'Alaih)

Tentang waktunya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Carilah Lailatul Qadar pada (bilangan) ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. " (HR. Al-Bukhari, Muslim dan lainnya). Yang dimaksud dgn malam-malam ganjil yaitu malam dua puluh satu, dua puluh tiga, dua puluh lima, dua puluh tujuh, dan malam dua puluh sembilan.


Malam Lailatul Qadar Pada (Bilangan) Ganjil
Dari Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan


Adapun qiyamul lail di dalamnya yaitu menghidupkan malam tersebut dgn tahajud, shalat, membaca Al-Qur'anul Karim, dzikir, do'a, istighfar dan taubat kepada Allah Ta 'ala.

Aisyah radhiallahu 'anha berkata, saya bertanya : "Wahai Rasulullah, apa pendapatmu bila saya mengetahui lailatul Qadar, apa yg harus saya ucapkan di dalamnya?" Beliau menjawab, katakanlah : "Ya Allah, gotong royong Engkau Maha Pengampun, Engkau menyayangi Pengampunan maka ampunilah aku." (HR. At-Tirmidzi, -- hadits hasan shahih).

Pelajaran dari surat Al-Qadr :
1.   Keutamaan Al-Qur'anul Karim serta ketinggian nilainya, dan bahwa ia diturunkan pada ketika Lailatul Qadar.
2.   Keutamaan dan keagungan Lailatul Qadar, dan bahwa ia menyamai seribu bulan yg tidak ada Lailatul Qadar di dalamnya.
3.  Anjuran utk mengisi kesempatan-kesempatan baik ibarat malam yg mulia ini dgn aneka macam amal shalih.

Jika Anda telah mengetahui keutamaan-keutamaan malam yg agung ini, dan ia terbatas pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan maka seyogyanya Anda bersemangat dan bersungguh-sungguh pada setiap malam dari malam-malam tersebut, dgn shalat, dzikir, do'a, taubat dan istighfar. Mudah-mudahan dgn demikian Anda mendapat Lailatul Qadar, sehingga Anda berbahagia dgn kebahagiaan yg awet yg tiada penderitaan lagi setelahnya Di malam-malam tersebut, hendaknya Anda berdo'a dgn do'a-do'a bagi kebaikan dunia-akhirat, di antaranya :

1.      "Ya Allah, perbaikilah utkku agamaku yg merupakan penjaga urusanku, dan perbaikilah utkku duniaku yg di dalamnya ialah kehidupanku, dan perbaikilah utkku akhiratku yg kepadanya saya kembali, dan jadikanlah kehidupan (ini) menambah utkku dalam setiap kebaikan, dan kematian menghentikanku dari setiap kejahatan. Ya Allah bebaskanlah saya dari (siksa) api Neraka, dan lapangkanlah utkku rizki yg halal, dan palingkanlah daripadaku kefasikan jin dan manusia, wahai Dzat Yang Hidup dan terus menerus mengurus (makhluk-Nya)"

2.      "Wahai Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di darul abadi dan jagalah kami dari siksa Neraka. Wahai Dzat Yang Hidup lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemulyaan."

3.      "Ya Allah, gotong royong saya memohon hal-hal yg mengakibatkan (turunnya) rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, keteguhan dalam kebenaran dan mendapat segala kebaiikan, selamat dari segala dosa, kemenangan dgn (mendapat) Surga serta selamat dari Neraka. Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurusi makhluk-Nya, Wahai Dzat yg mempunyai Keagungan dan Kemuliaan. "

4.      "Ya Allah, saya memohon kepada-Mu pintu-pintu kebajikan, kesudahan (hidup) dgnnya serta segala yg menghimpunnya, secara lahir-batin, di awal maupun di akhirnya, secara terang-terangan maupun rahasia. Ya Allah, kasihilah keterasinganku di dunia dan kasihilah kengerianku di dalam kubur serta kasihilah berdiriku di  hadapanmu kelak di akhirat. Wahai Dzat Yang Mahahidup, yg mempunyai Keagungan dan Kemuliaan. "

5.      "Ya Allah, gotong royong saya memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, 'afaaf (pemeliharaan dari segala yg tidak baik) serta kecukupan."

6.      "Ya Allah, gotong royong Engkau Maha Pengampun, menyayangi pengampunan maka ampunilah aku. "

7.      "Ya Allah, saya mengharap rahmat-Mu maka janganlah Engkau pikulkan (bebanku) kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata, dan perbaikilah keadaanku seluruhnya, tidak ada Tuhan (yg berhak disembah) selain Engkau. "

8.      "Ya Allah, jadikanlah kebaikan sebagai final dari semua urusan kami, dan selamatkanlah kami dari kehinaan dunia dan siksa akhirat."

9.      "Ya Tuhan kami, terimalah (permohonan) kami, gotong royong Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, wahai Dzat Yang Maha Hidup, yg mempunyai keagungan dan kemuliaan."

Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, segenap keluarga dan para sahabatnya. 


Keistimewaan Malam Lailatul Qadar 


Berikut ini Keistimewaan Malam Lailatul Qadar 

1. Lailatul Qadar ialah waktu diturunkannya Al Qur’an

Ibnu ‘Abbas dan selainnya mengatakan, “Allah menurunkan Al Qur’an secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah yg ada di langit dunia. Kemudian Allah menurunkan Al Qur’an kepada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- tersebut secara terpisah sesuai dgn kejadian-kejadian yg terjadi selama 23 tahun.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 403). Ini sudah menunjukkan keistimewaan Lailatul Qadar.

2. Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan
Allah Ta’ala berfirman,



لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadar: 3). An Nakho’i mengatakan, “Amalan di lailatul qadar lebih baik dari amalan di 1000 bulan.” (Lihat Latho-if Al Ma’arif, hal. 341). Mujahid, Qotadah dan ulama lainnya beropini bahwa yg dimaksud dgn lebih baik dari seribu bulan ialah shalat dan amalan pada lailatul qadar lebih baik dari shalat dan puasa di 1000 bulan yg tidak terdapat lailatul qadar. (Zaadul Masiir, 9: 191). Ini sungguh keutamaan Lailatul Qadar yg luar biasa.

3. Lailatul Qadar ialah malam yg penuh keberkahan.

Allah Ta’ala berfirman,



إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yg diberkahi dan gotong royong Kami-lah yg memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhon: 3). Malam penuh berkah ini ialah malam ‘lailatul qadar’ dan ini sudah menunjukkan keistimewaan malam tersebut, apalagi dirinci dgn point-point selanjutnya.

4. Malaikat dan juga Ar Ruuh -yaitu malaikat Jibril- turun pada Lailatul Qadar.

Keistimewaan Lailatul Qadar ditandai pula dgn turunnya malaikat. Allah Ta’ala berfirman,



تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril” (QS. Al Qadar: 4)

Banyak malaikat yg akan turun pada Lailatul Qadar alasannya banyaknya barokah (berkah) pada malam tersebut. Karena sekali lagi, turunnya malaikat mengambarkan turunnya berkah dan rahmat. Sebagaimana malaikat turun ketika ada yg membacakan Al Qur’an, mereka akan mengitari orang-orang yg berada dalam majelis dzikir -yaitu majelis ilmu-. Dan malaikat akan meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu alasannya malaikat sangat mengagungkan mereka. (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 407)

Malaikat Jibril disebut “Ar Ruuh” dan dispesialkan dalam ayat alasannya menunjukkan kemuliaan (keutamaan) malaikat tersebut.

5. Lailatul Qadar disifati dgn ‘salaam’

Yang dimaksud ‘salaam’ dalam ayat,


سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْر

“Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar” (QS. Al Qadr: 5) yaitu malam tersebut penuh keselamatan di mana setan tidak sanggup berbuat apa-apa di malam tersebut baik berbuat buruk atau mengganggu yg lain. Demikianlah kata Mujahid (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 407). Juga sanggup berarti bahwa malam tersebut, banyak yg selamat dari eksekusi dan siksa alasannya mereka melaksanakan ketaatan pada Allah (pada malam tersebut). Sungguh hal ini menunjukkan keutamaan luar biasa dari Lailatul Qadar.

6. Lailatul Qadar ialah malam dicatatnya takdir tahunan

Allah Ta’ala berfirman,



فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yg penuh hikmah” (QS. Ad Dukhan: 4). Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya (12: 334-335) menerangkan bahwa pada Lailatul Qadar akan dirinci di Lauhul Mahfuzh mengenai penulisan takdir dalam setahun, juga akan dicatat janjkematian dan rizki. Dan juga akan dicatat segala sesuatu hingga final dalam setahun. Demikian diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, Abu Malik, Mujahid, Adh Dhohak dan ulama salaf lainnya.

Namun perlu dicatat -sebagaimana keterangan dari Imam Nawawi rahimahullah­ dalam Syarh Muslim (8: 57)– bahwa catatan takdir tahunan tersebut tentu saja didahului oleh ilmu dan penulisan Allah. Takdir ini nantinya akan ditampakkan pada malikat dan ia akan mengetahui yg akan terjadi, kemudian ia akan melaksanakan kiprah yg diperintahkan utknya.

7. Dosa setiap orang yg menghidupkan malam ‘Lailatul Qadar’ akan diampuni oleh Allah

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia bersabda,




مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar alasannya kepercayaan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yg telah kemudian akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

Ibnu Hajar Al Asqolani menyampaikan bahwa yg dimaksud ‘iimaanan’ (karena iman) ialah membenarkan akad Allah yaitu pahala yg diberikan (bagi orang yg menghidupkan malam tersebut). Sedangkan ‘ihtisaaban’ bermakna mengharap pahala (dari sisi Allah), bukan alasannya mengharap lainnya yaitu contonya berbuat riya’. (Lihat Fathul Bari, 4: 251)


Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar 

Allah SWT merahasiakan kapan turunnya malam Lailatul Qadar itu. Biasanya, berdasarkan keterangan ulama Malam Lailatul Qadar turun pada malam ganjil di final Ramadhan. Namun, Ada keterangan ciri-ciri yg sanggup dirasakan ketika malam Lailatul Qadar turun. "Dari keterangan Imam Gazali, para ulama menyampaikan ketika itu (malam Lailatul Qadar) cuacanya sangat menenangkan dan menciptakan nyaman, anginnya sepoi tak besar tak kecil. Pada malam itu juga seseorang yg mencicipi malam Lailatul Qadar itu hatinya diberikan ketenangan, kenyamanan manakala mereka merasa bersahabat dgn Allah SWT," ujarnya. 

Terdapat lima tanda orang yg mendapat malam Lailatul Qadar. Apa saja itu? Berikut ulasannya. 

1. Melihat benda dan makhluk di bumi bersujud kepada Allah SWT 

Tanda pertama bagi orang yg mendapat Lailatul Qadar adalah ia akan melihat semua benda dan makhluk yg ada di muka bumi bersujud kepada Allah SWT.  Sehingga pada malam tersebut, tumbuh-tumbuhan, hewan, insan dan bangsa jin akan bersujud kepada Allah SWT.  Begitu pula benda-benda mati. 

2. Melihat semuanya terang benderang meskipun di tengah malam 

Tanda kedua bagi orang yg mendapat Lailatul Qadar adalah ia akan melihat semua dgn terang benderang meski dalam kegelapan malam.  Sehingga pada malam tersebut semua akan terlihat terang benderang seperti disinari oleh bulan purnama, berbeda dgn malam biasanya. 

3. Mendengar salam malaikat dan tutur katanya 

Bagi orang yg mendapat Lailatul Qadar, pada malam tersebut ia akan mendengar salam dari malaikat dan tutur katanya.  Ia akan mendengar bunyi tanpa rupa dan para malaikat tersebut sedang membicarakan orang-orang yg mendapat berkah dan pahala malam Lailatul Qadar atau membicarakan hal lainnya. 

4. Segala doanya dikabulkan Allah SWT 

Bagi orang yg mendapat Lailatul Qadar, segala doa yg diucapkannya akan dikabulkan oleh Allah SWT. Sebuah sumber menyampaikan bahwa doa orang yg mendapat Lailatul Qadar akan terkabul utk 11 bulan selanjutnya, atau cepat atau lambat doa yg diucapkan akan dikabulkan oleh Allah Ta'ala. 

5. Tidak diisyaratkan melihat apa-apa 

Selain gejala yg telah disebutkan sebelumnya, orang yg mendapat Lailatul Qadar juga ada yg tidak melihat sedikitpun arahan akan kedatangan malam Lailatul QadarSehingga ia akan melihat semuanya ibarat biasanya baik suasana alam ataupun hal lainnya. Dalam sebuah riwayat dari Aisyah RA disebutkan bahwa, Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, melebihi kesungguhan dia di waktu yg lainnya." (HR. Muslim). 

Kemudian Aisyah RA juga berkata bahwa, "Apabila Rasulullah SAW memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, dia mengencangkan sarungnya utk menjauhi para istri dari berjima', menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari & Muslim) . Sehingga sudah seharusnya bila kita mengikuti apa yg dilakukan oleh Rasulullah SAW di 10 malam terakhir Ramadan. Semoga kita sanggup menjadi lebih bersahabat dgn Allah SWT dan sanggup mendapat berkah malam Lailatul Qadar

Ada keterangan lain yg mengungkapkan bahwa tanda­tanda datangnya Lailatul Qadar. Bila kita mencicipi keempat hal dibawah ini, maka kemungkinan besar Lailatul Qadar telah kita jumpai. Keempat tanda dan ciri tersebut antara lain: 1. Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, teduh, ibarat tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg artinya,”Subuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah­olah ibarat baskom hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim) 2. Keesokan hari malam Lailatul Qadar, sinar matahari tampak cerah namun teduh. 3. Di malam Lailatul Qadar, udara tidaklah dingin, tidak berawan, tidak panas, dan tidak ada badai. 4. Malaikat akan menurunkan ketenangan sehingga insan sanggup mencicipi ketenangan tersebut dan mencicipi kelezatan dalam beribadah, yg tidak didapatkan pada hari­hari yg lain. Wallahu’alam



= Baca Juga =






DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Malam Lailatul Qadar

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Malam Lailatul Qadar kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Malam Lailatul Qadar dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2008/12/malam-lailatul-qadar.html

0 Response to "Malam Lailatul Qadar"

Posting Komentar