Pengertian Huruf Dan Pendidikan Karakter

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Pengertian Huruf Dan Pendidikan Karakter

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Pengertian Huruf Dan Pendidikan Karakter, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel bimbel masuk ptn, Artikel Pembelajaran, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, Artikel unbk, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Pengertian Huruf Dan Pendidikan Karakter
link : Pengertian Huruf Dan Pendidikan Karakter

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Pengertian Huruf Dan Pendidikan Karakter

PENGERTIAN KARAKTER DAN PENDIDIKAN KARAKTER PENGERTIAN KARAKTER DAN PENDIDIKAN KARAKTER
Pengertian Karakter
Pengertian huruf sanggup ditelusuri secara etimologi yakni berasal dari bahasa latin Character, yg berarti watak, tabiat, sifat-sifat, kejiwaan, kecerdikan pekerti, kepribadian dan akhlak. Watak yaitu sifat seseorang yg sanggup dibuat dan berubah walaupun mengandung unsur bawaan yg setiap orang berbeda-beda. Tabiat yaitu sifat dalam diri insan yg ada tanpa dikehendaki dan diupayakan.

Menurut kamus  umum  bahasa  Indonesia,  pengertian karakter  dapat diartikan sebagai tabiat; watak; sifat-sifat kejiwaan, etika atau kecerdikan pekerti yg membedakan seseorang  dgn  yg  lain.

Budi pekerti yaitu nilai-nilai sikap insan yg diukur berdasarkan kebaikan dan keburukannya melalui norma agama, norma hukum, tata krama dan sopan santun, norma budaya dan adat istiadat masyarakat. Akhlak yaitu aturan yg mengajarkan bagaimana seharusnya seseorang bekerjasama dgn Tuhanya, sekaligus bagaimana seseorang harus bekerjasama dgn manusia.

Sedangkan berdasarkan terminology, pengertian karakter diartikan sebagai sifat insan pada umumnya yg bergantung pada faktor kehidupanya sendiri. Karakter adalah sifat kejiwaan, akhlak, atau kecerdikan pekerti yg menjadi ciri khas seseorang kelompok orang. Karakter merupakan nilai-nilai yg bekerjasama dgn Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yg terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat. Maka karakter adalah etika atau kecerdikan pekerti seseorang yg merupakan kepribadian khusus, serta yg membedakannya dgn orang lain.

Menurut Soerjono Soekanto. (1993), pengertian karakter yaitu   sebagai  ciri  khusus  dari  struktur  dasar  kepribadian  seseorang (karakter; watak). Sedangkan berdasarkan Masnur  Muslich (2011) yg milihat dari dimensi Pendidikan  Karakter  menyatakan  bahwa  pengertian karakter  yaitu  cara berfikir  dan  berperilaku  seseorang  yg  menjadi  ciri  khas  dari  tiap  individu utk hidup dan bekerjasama, baik dalam keluarga, masyarakat dan negara

Pengertian  karakter  sering  kali  dihubungkan  dgn  pengertian  moral dan  budi  pekerti. Moral berasal dari bahasa latin “mores” yg berarti adat kebiasaan. Kata “mores”  bersinonim  dgn mos,  moris,  manner  mores, manners,  morals.  Dalam  bahasa  Indonesia  kata  moral  berarti  akhlak  atau kasusilaan yg mengandung makna tata tertib batin  atau tata tertib hati atau tata  tertib  hati  nurani  yg  menjadi  bimbingan  tingkah  laku  batin  dalam hidup. Lebih lanjut Ya’kub dalam Abdul Majid & Dian Andayani (2012) menjelaskan  bahwa  yg  dimaksud  dgn moral  ialah  sesuai  dgn  ide-ide  yg  umum  diterima  tentang  tindakan manusia  mana  yg  baik  dan  wajar.  Jadi  sesuai  dgn  ukuran  tindakan- tindakan  yg  oleh  umum  diterima,  yg  meliputi  kesatuan  sosial  atau lingkungan tertentu.


PENGERTIAN KARAKTER DAN PENDIDIKAN KARAKTER PENGERTIAN KARAKTER DAN PENDIDIKAN KARAKTERPengertian Pendidikan Karakter

Raharjo (2010) memaknai pendidkan karakter sebagai suatu proses pendidikan secara holistik yg menghubungkan dimensi moral dgn ranak sosial dalam kehidupan penerima didik sebagai fondasi bagi terbentuknya generasi yg berkualitas yg bisa hidup berdikari dan mempunyai suatu kebenaran yg sanggup dipertanggung jawabkan.

Dalam Rencana Aksi Nasional Pendidikan Karakter (2010): pendidikan huruf disebutkan sebagai pendidikan nilai, pendidikan kecerdikan pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yg bertujuan membuatkan kemampuan penerima didik utk menawarkan keputusan baik-buruk, memelihara apa yg baik & mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dgn sepenuh hati.

Pendidikan huruf bukan sekedar mengajarkan mana yg benar dan mana yg salah, lebih dari itu, pendidikan huruf menanamkan kebiasaan (habituation) perihal hal mana yg baik sehingga penerima didik menjadi paham (kognitif) perihal mana yg benar dan salah, bisa mencicipi (afektif) nilai yg baik dan biasa melakukannya (psikomotor). Dengan kata lain, pendidikan huruf yg baik harus melibatkan bukan saja aspek “pengetahuan yg baik (moral knowing), akan tetapi juga “merasakan dgn baik  atau loving good  (moral feeling), dan sikap yg baik (moral action).  Pendidikan huruf menekankan pada habit atau kebiasaan yg terus-menerus dipraktikkan dan dilakukan.

Pendidikan karakter dipahami sebagai upaya utk penanaman kecerdasan dalam berpikir, penghayatan dalam bentuk sikap, dan pengamalan dalam bentuk sikap yg sesuai dgn nilai-nilai yg luhur yg menyebabkan utk jati dirinya, diwujudkan dgn interaksi kepada TuhanNya , diri sendiri, antar sesama, dan lingkunganya. Nilai-nilai yg luhur itu antara lain, kejujuran, kemandirian, sopan santun, kemuliaan sosial, kecerdasan berfikir termasuk ingin tau akan intelektual, dan berfikir secara logis. Oleh karenanya, penanaman pendidikan karakter tidak hanya diberikan secara teori memelalui sekedar menstransfer ilmu saja, melainkan harus dilakukan secara praktek dgn menawarkan conto contoh yg baik serta penyesuaian atau pembudayaan dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Proses terbentuknya karakter melalui pendidikan, pengalaman, cobaan hidup, pengorbanan, dan imbas lingkungan kemudian terinternalisasilah nilai-nilai dalam diri seseorang sehingga menjadi nilai intrisik yg melandasi sikap dan perilaku. Sikap dan sikap yg berulang-ulang akan menjadi kebiasaan dan sanggup disebut karakter.

Pendidikan huruf pada pada dasarnya bertujuan membentuk bangsa yg tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yg semuanya dijiwai oleh doktrin dan takwa kepada Tuhan yg Maha Esa berdasarkan Pancasila.

Pendidikan huruf berfungsi (1) membuatkan potensi dasar semoga berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik; (2) memperkuat  dan membangun sikap bangsa yg multikultur;  (3) meningkatkan peradaban bangsa yg kompetitif dalam pergaulan dunia.

Pendidikan huruf dilakukan melalui banyak sekali media yg meliputi keluarga, satuan pendidikan, masyarakat sipil, masyarakat politik, pemerintah, dunia usaha, dan media massa.


Strategi Penerpan Pendidikan Karakter Strategi di Tingkat Satuan Pendidikan

Strategi implementasi Pendidikan Karakter di Tingkat Satuan Pendidikan sanggup dilakukan dgn  berbagai cara antara lain: 1) secara terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran; 2) Melalui Pengembangan Budaya Sekolah dan Pusat Kegiatan Belajar; 3)

1) Integrasi dalam Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dalam kerangka pengembangan huruf penerima didik sanggup memakai pendekatan kontekstual sebagai konsep mencar ilmu dan mengajar yg membantu guru dan penerima didik mengaitkan antara materi yg diajarkan dgn situasi dunia nyata, sehingga penerima didik bisa utk menciptakan relasi antara pengetahuan yg dimilikinya dgn penerapannya dalam kehidupan mereka. Dengan begitu, melalui pembelajaran kontekstual penerima didik lebih mempunyai hasil yg komprehensif tidak hanya pada tataran kognitif (olah pikir), tetapi pada tataran afektif (olah hati, rasa, dan karsa), serta psikomotor (olah raga).

Pembelajaran  kontekstual meliputi beberapa strategi,  yaitu: (a) pembelajaran berbasis masalah, (b) pembelajaran kooperatif, (c) pembelajaran berbasis proyek, (d) pembelajaran pelayanan, dan (e) pembelajaran berbasis kerja. Kelima taktik tersebut sanggup menawarkan nurturant effect pengembangan huruf penerima didik, seperti: huruf cerdas, berpikir terbuka, tanggung jawab, rasa ingin tahu.

2) Pengembangan Budaya Sekolah dan Pusat Kegiatan Belajar
Pengembangan budaya sekolah dan sentra kegiatan mencar ilmu dilakukan melalui kegiatan pengembangan diri, yaitu:

a) Kegiatan rutin
Kegiatan rutin yaitu kegiatan yg dilakukan penerima didik secara terus menerus dan konsisten setiap saat. Misalnya kegiatan upacara hari Senin, upacara besar kenegaraan, pemeriksanaan kebersihan badan, piket kelas, shalat berjamaah, berbaris ketika masuk kelas, berdo’a sebelum fatwa dimulai dan diakhiri, dan mengucapkan salam apabila bertemu guru, tenaga pendidik, dan teman.

b) Kegiatan spontan
Kegiatan yg dilakukan penerima didik secara impulsif pada ketika itu juga, misalnya, mengumpulkan tunjangan ketika ada sahabat yg terkena petaka atau tunjangan utk masyarakat ketika terjadi bencana.

c) Keteladanan
Merupakan sikap dan sikap guru dan tenaga kependidikan dan penerima didik dalam menawarkan conto melalui tindakan-tindakan yg baik sehingga dibutuhkan menjadi panutan bagi penerima didik lain. Misalnya nilai disiplin, kebersihan dan kerapihan, kasih sayg, kesopanan, perhatian, jujur, dan kerjakeras.

d) Pengkondisian
Pengkondisian yaitu penciptaan kondisi yg mendukung keterlaksanaan pendidikan karakter, contohnya kondisi toilet yg bersih, kawasan sampah, halaman yg hijau dgn pepohonan, poster kata-kata bijak yg dipajang di lorong sekolah dan di dalam kelas.

3) Kegiatan ko-kurikuler dan atau kegiatan ekstrakurikuler
Demi terlaksananya kegiatan ko-kurikuler dan ekstrakurikuler yg mendukung pendidikan karakter, perlu didukung dgn dgn perangkat pedoman pelaksanaan, pengembangan kapasitas sumber daya insan dalam rangka mendukung pelaksanaan pendidikan karakter, dan revitalisasi kegiatan ko dan ekstrakurikuler yg sudah ada ke arah pengembangan karakter.

4) Kegiatan keseharian di rumah dan di masyarakat
Dalam kegiatan ini sekolah sanggup mengupayakan terciptanya keselarasan antara huruf yg dikembangkan di sekolah dgn penyesuaian di rumah dan masyarakat.  Agar pendidikan huruf sanggup dilaksanakan secara optimal, pendidikan huruf sanggup diimplementasikan sebagaimana yg terdapat dalam table di bawah ini.


5) Penambahan Alokasi Waktu Pembelajaran
Apabila pendidikan huruf diintegrasikan dalam ko-kurikuler dan ekstrakurikuler  akan memerlukan waktu sesuai dgn kebutuhan dan karakteristiknya. Untuk itu, penambahan alokasi pembelajaran sanggup dilakukan, sebagai berikut:
·          Sebelum pembelajaran di mulai atau setiap hari seluruh siswa diminta membaca surat-surat pendek, melaksanakan refleksi (masa hening) selama 15 sd 20 menit.
·          Dihari-hari tertentu sebelum pembelajaran dimulai dilakukan kegiatan muhadarah (berkumpul dihalaman sekolah) selama 35 menit. Kegiatan nya berupa baca al Alquran dan terjemahan, siswa berceramah dgn tema keagamaan maupun yg lain dalam tiga bahasa (bahasa indonesia, inggris, dan bahasa minang), ajang kreatifitas ibarat menari, musik dan baca puisi. Selain itu juga dilakukan kegiatan membersihkan lingkungan dihari jumat atau sabtu (jumat/ sabtu bersih)
·          Pelaksanaan ibadah bahu-membahu disiang hari selama antara 30 sd 60 menit.
·          Kegiatan-kegiatan lain diluar pengembangan diri, yg dilakukan setelah jam fatwa selesai
·          Kegiatan utk membersihkan lingkungan sekolah setelah jam fatwa berahir berlangsung selama antara 10 sd 15 menit.


Referensi

Abdul Majid & Dian Andayani, (2012). Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung: PT Remaja Rosda Karya

Kemdikbud, 2010. Buku “Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa 2010 - 2025”

Masnur  Muslich, (2011). Pendidikan  Karakter  Menjawab  Tantangan  Krisis  Multidimensional, Jakarta: Bumi Aksara,

Raharjo, “Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Menciptakan Akhlak Mulia”, Dalam Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, (Jakarta: Balitbang Kementrian Pendidikan Nasional, Vol. 16 No. 3 Mei 2010). 

Soerjono Soekanto. (1993) Kamus Sosiologi, Jakarta: Rajawali Pers.





= Baca Juga =



DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Pengertian Huruf Dan Pendidikan Karakter

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Pengertian Huruf Dan Pendidikan Karakter kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Pengertian Huruf Dan Pendidikan Karakter dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2008/12/pengertian-huruf-dan-pendidikan-karakter.html

0 Response to "Pengertian Huruf Dan Pendidikan Karakter"

Posting Komentar