Pengertian Literasi

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Pengertian Literasi

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Pengertian Literasi, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel bimbel masuk ptn, Artikel Pembelajaran, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, Artikel unbk, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Pengertian Literasi
link : Pengertian Literasi

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Pengertian Literasi

Pengertian literasi secara umum sanggup diartikan sebagai kemampuan individu mengolah dan memahami informasi ketika membaca atau menulis. Literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis, oleh lantaran itu, literasi tidak terlepas dari ketrampilan bahasa yaitu pengetahuan bahasa tulis dan ekspresi yg memerlukan serangkaian kemampuan kognitif, pengetahuan wacana genre dan kultural.

Literasi tidak terpisahkan dari dunia pendidikan. Literasi menjadi sarana siswa dalam mengenal, memahami, dan  menerapkan  ilmu  yg didapatkannya  di  bangku  sekolah. Literasi  juga  terkait dgn kehidupan siswa, baik di rumah maupun di lingkungan sekitarnya utk menumbuhkan budi  pekerti mulia. Literasi pada awalnya dimaknai  'keberaksaraan'  dan  selanjutnya  dimaknai 'melek' atau 'keterpahaman'. Pada langkah awal, “melek baca dan tulis" ditekankan lantaran kedua keterampilan berbahasa ini merupakan dasar bagi pengembangan melek dalam banyak sekali hal.

Terkait pengeritian Literasi, National Institut for Literacy menjelaskan bahwa yg dimaksud dgn literasi (pengertian literasi) yaitu kemampuan seseorang utk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan duduk perkara pada tingkat keahlian yg diharapkan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat. Education Development Center (EDC) juga turut mengeluarkan pengertian dari literasi, yaitu kemampuan individu utk memakai potensi serta skill yg dimilikinya, jadi bukan hanya kemampuan baca tulis saja. Lebih lanjut lagi, UNESCO juga menjelaskan bahwa pengertian literasi yaitu seperangkat keterampilan yg nyata, khususnya keterampilan kognitif dalam membaca dan menulis yg terlepas dari konteks dimana keterampilan yg dimaksud diperoleh, dari siapa keterampilan tersebut diperoleh dan bagaimana cara memperolehnya. Menurut UNESCO, pemahaman seseorang mengenai literasi ini akan dipengaruhi oleh kompetensi bidang akademik, konteks nasional, institusi, nila-nilai budaya serta pengalaman. Kemudian, di dalam kamus online Merriam – Webster, dijelaskan bahwa literasi yaitu kemampuan atau kualitas melek karakter dimana di dalamnya terdapat kemampuan membaca, menulis dan juga mengenali serta memahami ide-ide secara visual.

Pada masa pertengahan, sebutan literatus ditujukan kepada orang yg sanggup membaca, menulis dan bercakap-cakap dalam bahasa Latin. Sejarawan Itali Carlo M. Cipolla istilah “semi-iliterate” utk mereka yg sanggup membaca tetapi tidak sanggup menulis. Dengan kata lain, pengertian literasi hanya berkaitan dgn keaksaraan atau bahasa. Dalam perkembangan waktu, pengertian literasi menjelma konsep fungsional. Pada tahun 1960-an istilah literasi dikaitkan dgn banyak sekali fungsi dan keterampilan hidup individu. Konsep Literasi merupakan seperangkat kemampuan mengolah, menganalisa dan memahami informasi dari materi bacaan. Literasi bukan wacana membaca dan menulis saja, melainkan sanggup meliputi bidang lain, menyerupai ekonomi, matematika, sains, sosial, lingkungan, keuangan, bahkan moral (moral literacy). Saat ini, penggunaan istilah Literasi mulai dipakai dalam arti yg lebih luas, namun tetap merujuk kepada kompetensi atau kemampuan dasar literasi yaitu kemampuan membaca dan menulis. Beberapa istilah yg ada menyerupai Literasi Informasi, literasi komputer, literasi sains dan lain sebagainya.

Pemahaman literasi pada alhasil tidak hanya merambah pada duduk perkara baca tulis saja. Menurut Word Economic Forum (2016), penerima didik memerlukan 16 keterampilan semoga bisa bertahan di masa XXI,  yakni literasi dasar (bagaimana penerima didik menerapkan keterampilan berliterasi utk kehidupan  sehari-hari),  kompetensi  (bagaimana peserta  didik menyikapi tantangan  yg kompleks),  dan  karakter  (bagaimana peserta  didik menyikapi  perubahan  lingkungan  mereka).

a) Literasi Dasar
Ada 6 literasi dasar penting yg diidentifikasi dan perlu dikuasai anak-anak, yaitu:
1. Literacy (keterampilan berbahasa)
2. Numeracy
3. Scientific literacy
4. ICT literacy
5. Financial literacy
6. Cultural and civic literacy

b) Kompetensi
Ada 4 keterampilan yg dinilai krusial utk membantu bawah umur menuntaskan duduk perkara yg kompleks, yaitu:
7. Critical thinking/problem-solving
8. Kreativitas
9. Komunikasi
10. Kolaborasi

c) Kualitas karakter
Ada kualitas karakter dan penyikapan yg sempurna terhadap perubahan lingkungan dibangun melalui pengembangan keterampilan-keterampilan berikut ini:
11. Keingintahuan
12. Inisiatif
13. Persistence/grit
14. Adaptability
15. Leadership
16. Social and cultural awareness

Selain  itu,  ada  juga  tiga  literasi  lainnya  yg  perlu  dikuasai oleh  penerima didik,  yakni literasi kesehatan, keselamatan (jalan, mitigasi bencana), dan kriminal (bagi siswa SD disebut ―sekolah aman‖)  (Wiedarti,  Mei  2016). Literasi gesture  pun  perlu  dipelajari  utk  mendukung keterpahaman makna teks dan konteks dalam masyarakat multikultural dan konteks khusus para difabel. Semua ini merambah pada pemahaman multiliterasi. Dalam lingkup karakter, penguatan pendidikan  karakter  (PPK)  di  Indonesia mengacu  pada  lima  nilai  utama,  yakni  (1)  religius,  (2) nasionalis, (3) mandiri,(4) gotong royong, (5) integritas (Depdikbud, 2016).

Menurut Cope  dan  Kalantzis  (2000),  pedagogi multiliterasi yg dikembangkan  oleh  New London  Group  merupakan  pandangan  yg melihat  semakin  berkembangnya  dimensi  literasi yg  multibahasa  dan multimodal.    Dengan  demikian,  sekolah  dan  masyarakat  perlu mengembangkan  praktik  dan keterampilan  memakai beragam  cara utk  menyatakan  dan memahami  ide-ide  dan  informasi  dgn menggunakan  bentuk-bentuk  teks  konvensional maupun bentuk-bentuk teks inovatif, simbol, dan multimedia (Abidin, 2015). Beragam teks yg dipakai dalam  satu  konteks  ini  disebut  teks  multimodal  (multimodal  text).  Adapun pembelajaran  yg  bersifat  multiliterasi--menggunakan  strategi  literasi dalam  pembelajaran dgn memadukan keterampilan masa ke-21 (keterampilan berpikir tingkat tinggi)--diharapkan sanggup menjadi bekal kecakapan hidup  sepanjang hayat.

Hal ini sesuai dgn apa yg tersaji dalam peta jalan gerakan literasi nasional (GLN). Dalam buku  tersebut,    makna  dan  cakupan  literasi meliputi: :(a)  literasi  sebagai  rangkaian  kecakapan membaca,  menulis, berbicara,  kecakapan  berhitung,  dan  kecakapan  dalam  mengakses  dan memakai informasi; (b) literasi sebagai praktik sosial  yg penerapannya dipengaruhi oleh konteks; (c) literasi sebagai proses pembelajaran dgn aktivitas membaca dan menulis sebagai medium utk merenungkan, menyelidik, menanyakan, dan mengkritisi ilmu dan gagasan yg dipelajari, (d)  literasi  sebagai  teks  yg  bervariasi  menurut  subjek,  genre,  dan tingkat kompleksitas bahasa.

Prinsip pengembangan literasi Sekolah. Menurut Beers (2009), Prinsip pengembangan literasi Sekolah harus menekankan hal berikut ini :
• Program Literasi Yang Baik Bersifat Berimbang.
Sekolah yg menerapkan prinsip ini maka akan menyadari bahwa siswa mempunyai kebutuhan yg berbeda-beda satu sama lain maka dari itu, diharapkan banyak sekali taktik membaca dan variasi teks.
• Diskusi dan Strategi Bahasa Lisan Sangat Penting
Dalam prinsip literasi ini, siswa dituntut utk sanggup berdiskusi mengenai suatu informasi tertentu dan dalam diskusi membuka kemungkinan perbedaan pendapat dan diharapkan sanggup mengungkapkan perasaan dan pendapatnya utk melatih kemampuan berfikir lebih kritis.
• Program Literasi Berlangsung di Semua Kurikulum
Program literasi di tunjukan oleh seluruh siswa jadi tidak bergantung pada kurikulum dan membiasakan aktivitas literasi yaitu kewajiban guru semua mata ajaran.
• Keberagaman Perlu dirayakan di Kelas dan di Sekolah
Para siswa disediakan buku-buku yg bertemakan kekayaan budaya negara indonesia semoga lebih mengenal budaya yg ada dan ikut melestarikannya.


Berdasarkan uraian tersebut, istilah literasi merupakan sesuatu yg terus berkembang atau terus berproses,  yg  pada  intinya  adalah  pemahaman terhadap  teks  dan  konteksnya  sebab  insan berurusan  dgn  teks sejak  dilahirkan,  masa  kehidupan,  hingga  kematian,  Keterpahaman terhadap  beragam  teks  akan  membantu  keterpahaman  kehidupan  dan berbagai  aspeknya  lantaran teks itu representasi dari kehidupan individu dan masyarakat dalam budaya masing-masing.





= Baca Juga =



DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Pengertian Literasi

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Pengertian Literasi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Pengertian Literasi dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2008/12/pengertian-literasi.html

0 Response to "Pengertian Literasi"

Posting Komentar