Selamat Jalan Biar Husnul Khatimah Untuk Bapak Ahmad Akal Cahyono (Guru Korban Penganiayaan Siswa Di Sampang)

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Selamat Jalan Biar Husnul Khatimah Untuk Bapak Ahmad Akal Cahyono (Guru Korban Penganiayaan Siswa Di Sampang)

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Selamat Jalan Biar Husnul Khatimah Untuk Bapak Ahmad Akal Cahyono (Guru Korban Penganiayaan Siswa Di Sampang), kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel bimbel masuk ptn, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, Artikel unbk, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Selamat Jalan Biar Husnul Khatimah Untuk Bapak Ahmad Akal Cahyono (Guru Korban Penganiayaan Siswa Di Sampang)
link : Selamat Jalan Biar Husnul Khatimah Untuk Bapak Ahmad Akal Cahyono (Guru Korban Penganiayaan Siswa Di Sampang)

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Selamat Jalan Biar Husnul Khatimah Untuk Bapak Ahmad Akal Cahyono (Guru Korban Penganiayaan Siswa Di Sampang)

Kamis kemarin, ia mengajar di kelas XI. Pelajaran menggambar tengah dilakukan. HI,  siswa itu tak peduli, ia terus mengganggu teman-temannya,  bahkan kemudian dapat tidur seenaknya dalam kelas. Guru tak lagi dihargai.


Guru Budi menegur, pipi si siswa dicoret cat air, bukannya sadar.  HI merangsek Guru Budi, memukuli kepala gurunya sendiri. Pengganti orang tuanya itu tak lagi dihormati. Terus ia pukuli kalau teman-temannya tak melerai.

Tak hingga di situ, pulang sekolah murid bandit itu menunggu Guru Budi dan kembali menganiaya.

Setiba di rumah,  Guru Budi mencicipi sakit kepalanya, makin menjadi.  Tak sadarkan diri kemudian. Keluarga membawanya ke RS Dr Sutomo, Surabaya. Semalam, sekitar pukul 21.40, Guru Budi berpulang. Diagnosis dokter mati batang otak.

Guru Budi berpulang dipukuli muridnya sendiri. Tragedi yg tak seharusnya terjadi. Hormat murid kepada guru tak menyerupai dulu. Sungkan siswa kepada guru tak lagi banyak ditiru. Negeri nanti menyerupai tak berjiwa lagi. Guru Budi meninggal lantaran matinya budi pekerti generasi.

Shinta, istri Guru Budi berduka tak terkira. Anak yg gres empat bulan dikandungnya, lahir nanti tak ditunggui ayahnya. Yatim si anak pada kelahirannya.

Shinta akan mengisahkan perihal Guru Budi,  guru honorer di tempat terpencil yg meninggal dianiaya muridnya sendiri, kepada anaknya.

Kabar yg tak muncul sebanyak informasi lainnya di media massa. Padahal inilah nilai dasar,  saat murid mulai tak menghargai gurunya,  saat siswa dapat memukuli guru semaunya.

"Guru Budi itu ayahmu,  Nak," kata Shinta bertahun kemudian di hadapan pusara bertuliskan Ahmad Budi Cahyono. Tangis terpendam. Masa meredam. Luka mendalam. Terdiam.

Jenazah Guru Korban Penganiayaan Siswa di Sampang Diantar Ribuan Orang ke TPU
Jenazah Ahmad Budi Cahyono, guru honorer SMAN 1 Sampang, yg meninggal lantaran dianiaya siswanya berinisial HI, diantar ribuan warga ke tempat pemakaman umum di Jalan Raya Piliang, Desa Tanggumung, Kecamatan Kota Pamekasan, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, Jumat (2/2/2018).

Secara bergantian, warga dan guru mengusung keranda mayat Ahmad Budi Cahyono. Orang yg mengantar ke lokasi pemakaman di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Syaiful Rahman dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Moh Jupri Riyadi.

Syaiful Rahman mengatakan, kejadian pembunuhan guru oleh siswa di Sampang ini merupakan yg pertama di Indonesia dan di Jawa Timur. Kejadian ini dibutuhkan tidak terulang kembali di semua tempat.

“Saya sangat prihatin atas kejadian ini. Semoga ini yg terakhir kalinya,” ujar Syaiful Rahman.

Syaiful menambahkan, ke depan semua kepala sekolah harus mengawasi dan memantau setiap kelas. Dengan demikian, kepala sekolah dapat tahu kejadian di sekolahnya.

Selain itu, Dinas Pendidikan Jawa Timur juga akan menciptakan jadwal pengadaan kamera pemantau (CCTV) di setiap sekolah. Tujuan pengadaan jadwal tersebut utk memantau semua aktivitas di sekolah dan dibutuhkan dapat disetujui Gubernur Jawa Timur.

“Kepala sekolah dapat memantau apa saja yg terjadi di sekolahnya. Jangan ada lagi siswa menganiaya gurunya, juga dilarang lagi ada guru menganiaya siswanya,” ungkap Syaiful.

Sementara itu, di SMAN 1 Torjun, semua siswa dan guru pulang lebih awal dari jam biasanya. Mereka semua pergi ke rumah korban utk ikut mengantarkan mayat korban ke tempat pemakaman.


Tak pernah siapapun menerka Kamis kemarin, 1 Februari 2018, hari terakhir guru muda Ahmad Budi Cahyono terakhir mengajar. Berhenti utk mengajar selama-lamanya. Berpulang ia meninggalkan duka. Pagi ini air mata masih lembap di Sampang,  Madura.

Guru honorer mata pemikiran seni rupa di Sekolah Menengan Atas Negeri 1 Torjun,  Sampang,  Madura itu masih sangatlah muda. Masih harum berbunga pula kehidupannya, belum usang usia pernikahannya. Empat bulan buah cinta dalam kandungan istrinya.

Guru Budi mengajar menyerupai biasa. Meski honor pas-pasan saja,  ia terus mengabdikan dirinya. Bakti dan imbalan kadang tak sejalan,  tapi nrimo ia lakukan berharap suatu hari ia tak lagi jadi guru honorer, semua impian utk menafkahi keluarga barunya.


Kemendikbud Akan Kirim Tim Selidiki Kasus Siswa Aniaya Guru
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bakal menerjunkan tim utk menilik kasus pemukulan guru oleh siswa Sekolah Menengan Atas Sampang, Jawa Timur, hingga meninggal dunia.  "Kemendikbud menerjunkan tim utk hadir ke Sampang," tutur Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud, Ari Santoso kepada CNN Indonesia.com melalui pesan singkat, Jumat (2/2).

Ari menjelaskan, penanganan kasus penganiayaan itu akan dilakukan sesuai dgn peraturan yg berlaku, yakni Pasal 10 Permendikbud Nomor 82 tahun 2015 perihal Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Kemudian, penanganan masalah tersebut juga wajib melibatkan forum lain di luar sekolah yg bersangkutan dan Kemendikbud alasannya yakni sudah menyebabkan kematian. Lembaga lain yg dimaksud yaitu Pemerintah tempat dan kepolisian tempat setempat. Hal itu tercantum pada pasal 10. "Di peraturan sudah lengkap utk menanggulangi atau pun mencegah terjadinya tindak kekerasan," kata Ari.

HI, murid kelas XII, Sekolah Menengan Atas Negeri 1 Torjun, Sampang, memukul guru kesenian berjulukan Budi Cahyono yg kemudian meninggal dunia pada Kamis (1/2).  HI memukul Budi Cahyono sesudah mencoret pipi HI dgn tinta sebagai bentuk teguran lantaran tertidur di kelas.  HI pun mendadak kalap. Dia sontak bangkit dan memukul pelipis Budi. 

Setelah itu, HI juga mencegat Budi di waktu pulang sekolah kemudian kembali memukul Budi. Berdasarkan olah data Tim Intelijen Polsek Torjun, pemukulan sepulang sekolah dilakukan oleh HI di Jalan Raya Jrengik, Sampang. Budi pingsan sesampainya di rumah. Dia kemudian dirujuk ke RS Dr Soetomo di Surabaya. Akan tetapi, nyawa sang guru tak dapat diselamatkan.

Diagnosa dokter yg bersangkutan menyatakan Budi mengalami mati batang otak (MBO) hingga semua organ dalam tubuhnya sudah tak berfungsi. HI kemudian ditangkap oleh kepolisian dan ditetapkan sebagai tersangka. "Dia meninggal dunia di RS Dr Soetomo Surabaya sekitar pukul 22.00 WIB dan dua jam dari meninggalnya guru Budi itu, tersangka kami tangkap di rumahnya," ujar Kasat Reskrim Polres Sampang AKP, Hery Susanto.


Sebagai upaya semoga kejadian serupa tidak terulang kembali, Kemendikbud juga bakal mendorong sekolah yg bersangkutan utk lebih meningkatkan penanaman sikap budi pekerti dan tata krama kepada siswa. Tentu semoga masalah serupa tidak kembali terjadi. "Yang perlu dimaksimalkan yakni implementasi di satuan pendidikan," ucap Ari.

Mendikbud: saya terpukul atas kejadian ini
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Muhadjir Effendi mengaku terkejut sekaligus terpukul atas kejadian penganiayaan terhadap seorang guru Sekolah Menengan Atas Negeri 1 Torjun, Sampang, yg dilakukan siswanya hingga tewas. 

"Saya niscaya sangat prihatin, terkejut dan ikut terpukul atas kejadian ini. Pelaku memang harus menanggung jawaban dari perbuatannya, tetapi juga harus ada ikhtiar semoga pelaku tidak hingga kehilangan masa depannya," kata Mendikbud yg dihubungi Antara di Malang, Jawa Timur, Jumat.

Ia menyampaikan dari segi hukum, sepenuhnya menjadi wewenang pegawapemerintah penegak aturan dan pengadilan. Sedangkan dari segi pendidikan, bagaimanapun juga pendekatan edukatif tetap harus dilakukan. 

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengemukakan dalam banyak sekali kesempatan dirinya selalu mengingatkan kalau ada kejadian negatif yg luar biasa menyerupai yg terjadi di Sampang itu, sekolah harus betul-betul memfungsikan keberadaan Bimbingan Konseling (BK) di sekolah.


Setiap sekolah, lanjutnya, harus mempunyai data yg akurat dan analisis yg cermat terhadap sifat dan sikap masing-masing siswa. Selanjutnya, menunjukkan perhatian dan penanganan khusus terhadap siswa yg mempunyai sifat dan kecenderungan berperilaku menyimpang. "Kecenderungan ini tidak banyak, namun harus tetap menjadi perhatian kita bersama," ujarnya.







= Baca Juga =



DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Selamat Jalan Biar Husnul Khatimah Untuk Bapak Ahmad Akal Cahyono (Guru Korban Penganiayaan Siswa Di Sampang)

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Selamat Jalan Biar Husnul Khatimah Untuk Bapak Ahmad Akal Cahyono (Guru Korban Penganiayaan Siswa Di Sampang) kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Selamat Jalan Biar Husnul Khatimah Untuk Bapak Ahmad Akal Cahyono (Guru Korban Penganiayaan Siswa Di Sampang) dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2008/12/selamat-jalan-biar-husnul-khatimah.html

0 Response to "Selamat Jalan Biar Husnul Khatimah Untuk Bapak Ahmad Akal Cahyono (Guru Korban Penganiayaan Siswa Di Sampang)"

Posting Komentar