Tentang Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Tentang Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Tentang Jumlah Rakaat Sholat Tarawih, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel bimbel masuk ptn, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, Artikel unbk, Artikel Wawasan-Islam, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Tentang Jumlah Rakaat Sholat Tarawih
link : Tentang Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Tentang Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Qiyam Ramadhan dan sholat tarawih hukumnya sangat dianjurkan oleh Rasulullah (sunnah muaqqadah), bahkan dia tidak pernah meninggalkannya. Oleh alasannya ialah itu pelaksanaan sholat tarawih jangan hingga mengganggu ukhuwwah Islamiyyah yg hukumnya ialah wajib hanya alasannya ialah ada perbedaan jumlah rakaat sholat tarawih.

Anjuran melaksanakan qiyam dan Tarawih di bulan ramadhan sesuai sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Dari Abu Hurairah menceritakan, bahwa Nabi SAW sangat menganjurkan qiyam ramadhan dgn tidak mewajibkannya. Kemudian Nabi SAW bersabda: ”Siapa saja yg mendirikan shalat di malam ramadhan penuh dgn keimanan dan impian maka ia diampuni dosa-dosa yg telah lampau “(Muttafaq ‘alaihi, lafazh imam Muslim dalam shahihnya: 6/40)

Tentang Shalat Tarawih Berjamaah
Pada awalnya shalat Tarawih dilaksanakan Nabi  SAW dgn sebagian sahabat secara berjamaah di masjidnya, namun sehabis berjalan tiga malam, Nabi SAW membiarkan para sahabat melaksanakan Tarawih secara sendiri-sendiri. Hingga suatu kemudian dikala Umar bin Khattab menyaksikan adanya fenomena shalat Tarawih yg terpencar-pencar, terbesit dalam diri Umar utk menyatukannya sehingga terbentuklah shalat Tarawih berjamaah yg dipimpin Ubay bin Kaab. Hal itu sebagaimana terekam dalam hadits muttafaq alaihi riwayat ‘Aisyah ( al-Lu’lu’ wal Marjan: 436) Dari sini secara umum dikuasai ulama menetapkan sunnahnya pemberlakukan shalat Tarawih secara berjamaah ( lihat syarh Muslim oleh Nawawi : 6/39)

Tentang Jumlah Rakaat Tarawih
a. Dalam riwayat Bukhari tidak menyebutkan berapa rakaat Ubay bin Kaab melaksanakan Tarawih. Demikian juga riwayat ‘Aisyah- yg menjelaskan ihwal tiga malam Nabi SAW mendirikan tarawih bersama para sahabat- tidak menyebutka n  jumlah rakaatnya, sekalipun dalam riwayat ‘Aisyah lainnya ditegaskan tidak adanya pembedaan oleh Nabi SAW ihwal jumlah rakaat shalat malam baik di dalam maupun di luar Ramadhan. Namun riwayat ini nampak pada konteks yg lebih umum yaitu shalat malam. Hal itu terlihat pada kecenderungan para ulama yg meletakkan riwayat ini pada kepingan shalat malam secara umum, contohnya imam Bukhari meletakkannya pada kepingan shalat tahajud, imam Malik dalam Muwatha’ pada kepingan shalat Witir Nabi  shalallahu ‘alaihi wa sallam  ( lihat Fathul Bari 4/250; Muwatha’ dalam Tanwir Hawalaik: 141).Hal tersebut memunculkan perbedaan dalam jumlah rakaat Tarawih yg berkisar dari 11, 13, 21, 23, 36, bahkan 39 rakaat. 

Namun dalam Hadits Aisyah yg lain terdapat keterangan bahwa: “Nabi tidak pernah melaksanakan shalat malam lebih dari 11 rakaat baik di dalam maupun di luar Ramadhan” ( al-Fath : ibid).

b. Imam Malik dalam Muwatha’-nya meriwayatkan bahwa Umar bin Khattab menyuruh Ubay bin Kaab dan Tamim ad-Dari utk  melaksanakan shalat Tarawih  11 rakaat dgn rakaat-rakaat yg sangat panjang. Namun dalam riwayat Yazid bin ar-Rumman bahwa jumlah rakaat yg didirikan di masa Umar bin Khattab 23 rakaat ( al-Muwatha’ dalam Tanwirul Hawalaik; 138)

c. Imam at-Tirmidzi menyatakan bahwa Umar dan Ali serta sahabat lainnya menjalankan shalat Tarawih sejumlah 20 rakaat (selain witir). Pendap at ini didukung oleh ats-Tsauri, Ibnu Mubarak dan asy-Syafi’i (Lihat Fiqhu Sunnah:1/195)

d. Bahkan di masa Umar bin Abdul Aziz kaum muslimin shalat Tarawih hingga 36 rakaat ditambah Witir tiga rakaat. Hal ini dikomentari imam Malik bahwa problem tersebut sudah usang menurutnya (al-Fath: ibid ).

e. Imam asy-Syafi’i dari riwayat az-Za’farani menyampaikan bahwa ia sempat menyaksikan umat Islam melaksanakan Tarawih di Madinah dgn 39 rakaat, dan di Makkah 33 rakaat, dan menurutnya  hal tersebut memang mempunyai kelonggaran (al-Fath : ibid) 

Dari riwayat di atas terang persoallan dalam jumlah rakaat Tarawih bukanlah persoallan jumlah melainkan kualitas rakaat yg hendak didirikan. Ibnu Hajar berpendapat: “Bahwa perbedaan yg terjadi dalam jumlah rakaat Tarawih muncul dikarenakan panjang dan pendeknya rakaat yg didirikan. Jika dalam mendirikannya dgn rakaat-rakaat yg panjang maka berakibat pada sedikitnya jumlah rakaat dan demikian sebaliknya”. 

Hal  senada juga diungkapkan oleh Imam Asy-Syafi’i: “Jika shalatnya panjang dan jumlah  rakaatnya sedikit itu baik menurutku. Dan kalau shalatnya pendek dan jumlah rakaatnya banyak itu juga baik menurutku, sekalipun saya lebih bahagia pada yg pertama”. Selanjutnya dia juga menyatakan bahwa orang yg menjalankan tarawih 8 rakaat dgn Witir 3 rakaat dia telah menconto Nabi SAW dan yg melaksanakan dgn shalat 23 mereka telah menconto Umar ra, sedang yg menjalankan 39 rakaat atau 41 mereka telah menconto salafu saleh dari generasi sahabat dan tabiin. Bahkan berdasarkan imam Malik ra hal itu telah berjalan lebih dari ratusan tahun.  

Hal yg sama juga diungkapkan imam Ahmad ra bahwa tidak ada pembatasan yg signifikan dalam jumlah rakaat Tarawih melainkan tergantung panjang dan pendeknya rakaat yg didirikan (Lihat Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 4/250 dst ) 

Jika kita perhatikan dgn cermat maka yg menjadi konsen dalam shalat Tarawih ialah kualitas dalam menjalankannya dan bagaimana shalat tersebut benar-benar menjadi media yg komunikatif antara hamba dan Rabb-Nya lahir dan batin sehingga berimplikasi dalam kehidupan berupa ketenangan dan merasa selalu bersama-Nya dimanapun berada. 

Cara Melaksanakan Shalat Tarawih
1. Dalam hadits Bukhari riwayat ‘Aisyah menjelaskan bahwa cara Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam  dalam menjalankan shalat malam ialah dgn melaksanakan tiga kali salam masing-masing terdiri empat rakaat yg sangat panjang ditambah 4 rakaat yg panjang pula ditambah 3 rakaat sebagai epilog (Lihat Fathul Bari : Ibid)

2. Bentuk lain yg merupakan penegasan secara qauli dan fi’li juga menawarkan bahwa shalat malam sanggup pula dilakukan dua rakaat-dua rakaat dan ditutup satu rakaat. Ibnu Umar ra menceritakan bahwa seorang sahabat bertanya ke pada Rasulullah SAW ihwal cara Rasulullah SAW mendirikan shalat malam dia menjawab:”  shalat malam didirikan dua rakaat dua rakaat kalau ia khawatir akan tibanya waktu Shubuh maka hendaknya menutup dgn satu rakaat (Mutaffaq alaihi al-Lu’lu’ wal Marjan : 432).  Hal ini ditegaskan fi’liyah Nabi SAW dalam hadits Muslim dan Malik ra (lihat Syarh Shaih  Muslim 6/ 46-47; Muwatha’ dalam Tanwir: 143-144) 
3. Dari sini Ibnu Hajar menegaskan bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam terkadang melaksanakan Witir / menutup shalatnya dgn satu rakaat dan terkadang menutupnya dgn tiga rakaat.

Demikian klarifikasi seputar shalat Tarawih dalam perspektif Islam  semoga Allah SAW memberkahi dan selalu mengkaruniakan kesatuan dan persatuan umat melalui ibadah yg mulia ini.  Saling memahami dan menghormati dalam melaksanakan qiyam ramadhan dgn tetap menjaga rasa ukhuwwah Islamiyyah.

Sumber: Panduan Ibadah Ramadhan, Iman Santoso, Lc.


= Baca Juga =








DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Tentang Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Tentang Jumlah Rakaat Sholat Tarawih kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Tentang Jumlah Rakaat Sholat Tarawih dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2008/12/tentang-jumlah-rakaat-sholat-tarawih.html

0 Response to "Tentang Jumlah Rakaat Sholat Tarawih"

Posting Komentar