Teori Mencar Ilmu Gestalt

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Teori Mencar Ilmu Gestalt

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Teori Mencar Ilmu Gestalt, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel bimbel masuk ptn, Artikel Pembelajaran, Artikel Pembelajaran2, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, Artikel unbk, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Teori Mencar Ilmu Gestalt
link : Teori Mencar Ilmu Gestalt

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Teori Mencar Ilmu Gestalt

TEORI BELAJAR GESTALT


Gestalt yakni sebuah teori yg menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komponen-komponen sensasi yg mempunyai hubungan, pola, ataupun kemiripan menjadi kesatuan. Teori gestalt beroposisi terhadap teori strukturalisme. Teori gestalt cenderung berupaya mengurangi pembagian sensasi menjadi bagian-bagian kecil. Teori Belajar gestalt ini dibangun oleh tiga orang, Kurt Koffka, Max Wertheimer, and Wolfgang K√∂hler. Mereka menyimpulkan bahwa seseorang cenderung mempersepsikan apa yg terlihat dari lingkungannya sebagai kesatuan yg utuh.

Gestalt berasal dari bahasa Jerman yg mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. Pokok pandangan Gestalt yakni bahwa obyek atau insiden tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yg terorganisasikan. Menurut Koffka dan Kohler, ada tujuh prinsip organisasi yg terpenting yaitu :
1.     Hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship); yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan sanggup dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang. Penampilan suatu obyek ibarat ukuran, potongan, warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. Bila figure dan latar bersifat samar-samar, maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure.
2.     Kedekatan (proxmity); bahwa unsur-unsur yg saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu.
3.     Kesamaan (similarity); bahwa sesuatu yg mempunyai kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yg saling memiliki.
4.     Arah bersama (common direction); bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yg berada dalam arah yg sama cenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu.
5.     Kesederhanaan (simplicity); bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yg sederhana, penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yg baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan; dan
6.     Ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu teladan obyek atau pengamatan yg tidak lengkap.


Gestalt yakni sebuah teori yg menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komp TEORI BELAJAR GESTALT

Terdapat empat perkiraan yg mendasari pandangan Gestalt, yaitu:
1.     Perilaku “Molar“ hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dgn sikap “Molecular”. Perilaku “Molecular” yakni sikap dalam bentuk kontraksi otot atau keluarnya kelenjar, sedangkan sikap “Molar” yakni sikap dalam keterkaitan dgn lingkungan luar. Berlari, berjalan, mengikuti kuliah, bermain sepakbola yakni beberapa sikap “Molar”. Perilaku “Molar” lebih mempunyai makna dibanding dgn sikap “Molecular”.
2.     Hal yg penting dalam mempelajari sikap ialah membedakan antara lingkungan geografis dgn lingkungan behavioral. Lingkungan geografis yakni lingkungan yg bergotong-royong ada, sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yg nampak. Misalnya, gunung yg nampak dari jauh seperti sesuatu yg indah. (lingkungan behavioral), padahal kenyataannya merupakan suatu lingkungan yg penuh dgn hutan yg lebat (lingkungan geografis).
3.     Organisme tidak mereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bab peristiwa, akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa. Misalnya, adanya penamaan kumpulan bintang, ibarat : sagitarius, virgo, pisces, gemini dan sebagainya yakni conto dari prinsip ini. Contoh lain, gumpalan awan tampak ibarat gunung atau binatang tertentu.
4.     Pemberian makna terhadap suatu rangsangan sensoris yakni merupakan suatu proses yg dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yg statis. Proses pengamatan merupakan suatu proses yg dinamis dalam memperlihatkan tafsiran terhadap rangsangan yg diterima.


Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain :
1.     Pengalaman tilikan (insight); bahwa tilikan memegang peranan yg penting dalam perilaku. Dalam proses pembelajaran, hendaknya penerima didik mempunyai kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa.
2.     Pembelajaran yg bermakna (meaningful learning); kebermaknaan unsur-unsur yg terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. Makin terang makna kekerabatan suatu unsur akan makin efektif sesuatu yg dipelajari. Hal ini sangat penting dalam kegiatan pemecahan masalah, khususnya dalam identifikasi problem dan pengembangan alternatif pemecahannya. Hal-hal yg dipelajari penerima didik hendaknya mempunyai makna yg terang dan logis dgn proses kehidupannya.
3.     Perilaku bertujuan (pusposive behavior); bahwa sikap terarah pada tujuan. Perilaku bukan hanya terjadi akhir kekerabatan stimulus-respons, tetapi ada keterkaitannya dgn dgn tujuan yg ingin dicapai. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jikalau penerima didik mengenal tujuan yg ingin dicapainya. Oleh alasannya itu, guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah acara pengajaran dan membantu penerima didik dalam memahami tujuannya.
4.     Prinsip ruang hidup (life space); bahwa sikap individu mempunyai keterkaitan dgn lingkungan dimana ia berada. Oleh alasannya itu, materi yg diajarkan hendaknya mempunyai keterkaitan dgn situasi dan kondisi lingkungan kehidupan penerima didik.

5.     Transfer dalam Belajar; yaitu pemindahan pola-pola sikap dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. Menurut pandangan Gestalt, transfer mencar ilmu terjadi dgn jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu utk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yg tepat. Judd menekankan pentingnya penangkapan prinsip-prinsip pokok yg luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun ketentuan-ketentuan umum (generalisasi). Transfer mencar ilmu akan terjadi apabila penerima didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoallan dan menemukan generalisasi utk kemudian dipakai dalam memecahkan problem dalam situasi lain. Oleh alasannya itu, guru hendaknya sanggup membantu penerima didik utk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yg diajarkannya.

Para jago dan issu yg menyebarkan teori gestalt
1. Max Wertheimer (1880-1943)
Max Wertheimer yakni tokoh tertua dari tiga serangkai pendiri aliran psikologi Gestalt. Wertheimer dilahirkan di Praha pada tanggal 15 April 1880. Ia mendapat gelar Ph.D nya di bawah bimbingan Oswald Kulpe. Konsep pentingnya : Phi phenomenon, yaitu bergeraknya objek statis menjadi rangkaian gerakan yg dinamis sesudah dimunculkan dalam waktu singkat dan dgn demikian memungkinkan insan melaksanakan interpretasi. Weirthmeir menunjuk pada proses interpretasi dari sensasi obyektif yg kita terima. Proses ini terjadi di otak dan sama sekali bukan proses fisik tetapi proses mental sehingga diambil kesimpulan ia menentang pendapat Wundt.

Wertheimer dianggap sebagai pendiri teori Gestalt sesudah beliau melaksanakan eksperimen dgn memakai alat yg berjulukan stroboskop, yaitu alat yg berbentuk kotak dan diberi suatu alat utk sanggup melihat ke dalam kotak itu. Di dalam kotak terdapat dua buah garis yg satu melintang dan yg satu tegak. Kedua gambar tersebut diperlihatkan secara bergantian, dimulai dari garis yg melintang kemudiangaris yg tegak, dan diperlihatkan secara terus menerus. Kesan yg muncul yakni garis tersebut bergerak dari tegak ke melintang. Gerakan ini merupakan gerakan yg semu alasannya sesungguhnya garis tersebut tidak bergerak melainkan dimunculkan secara bergantian. Pada tahun 1923, Wertheimer mengemukakan hukum-hukum Gestalt dalam bukunya yg berjudul “Investigation of Gestalt Theory”. Hukum-hukum itu antara lain :
·          Hukum Kedekatan (Law of Proximity)
·          Hukum Ketertutupan ( Law of Closure)
·          Hukum Kesamaan (Law of Equivalence)

2. Kurt Koffka (1886-1941)
Koffka lahir di Berlin tanggal 18 Maret 1886. Kariernya dalam psikologi dimulai semenjak beliau diberi gelar doktor oleh Universitas Berlin pada tahun 1908. Sumbangan Koffka kepada psikologi yakni penyajian yg sistematis dan pengamalan dari prinsip-prinsip Gestalt dalam rangkaian tanda-tanda psikologi, mulai persepsi, belajar, mengingat, hingga kepada psikologi mencar ilmu dan psikologi sosial. Teori Koffka wacana mencar ilmu didasarkan pada anggapan bahwa mencar ilmu sanggup diterangkan dgn prinsip-prinsip psikologi Gestalt. Teori Koffka wacana mencar ilmu antara lain:
·          Jejak ingatan (memory traces), yakni suatu pengalaman yg membekas di otak. Jejak-jejak ingatan ini diorganisasikan secara sistematis mengikuti prinsip-prinsip Gestalt dan akan muncul kembali kalau kita mempersepsikan sesuatu yg serupa dgn jejak-jejak ingatan tadi.
·          Perjalanan waktu kuat terhadap jejak ingatan. Perjalanan waktu itu tidak sanggup melemahkan, melainkan menjadikan terjadinya perubahan jejak, alasannya jejak tersebut cenderung diperhalus dan disempurnakan utk mendapat Gestalt yg lebih baik dalam ingatan.
·          Latihan yg terus menerus akan memperkuat jejak ingatan.

3. Wolfgang Kohler (1887-1967)
Kohler lahir di Reval, Estonia pada tanggal 21 Januari 1887. Kohler memperoleh gelar Ph.D pada tahun 1908 di bawah bimbingan C. Stumpf di Berlin. Eksperimennya yakni : seekor kera diletakkan di dalam sangkar. Pisang digantung di atas sangkar. Di dalam kandang terdapat beberapa kotak berlainan jenis. Mula-mula binatang itu melompat-lompat utk mendapat pisang itu tetapi tidak berhasil. Karena usaha-usaha itu tidak membawa hasil, kera itu berhenti sejenak, seperti memikir cara utk mendapat pisang itu. Tiba-tiba binatang itu sanggup sesuatu pandangan gres dan kemudian menyusun kotak-kotak yg tersedia utk dijadikan tangga dan memanjatnya utk mencapai pisang itu.

Menurut Kohler apabila organisme dihadapkan pada suatu problem atau problem, maka akan terjadi ketidakseimbangan kogntitif, dan ini akan berlangsung hingga problem tersebut terpecahkan. Karena itu, berdasarkan Gestalt apabila terdapat ketidakseimbangan kognitif, hal ini akan mendorong organisme menuju ke arah keseimbangan. Dalam eksperimennya Kohler hingga pada kesimpulan bahwa organisme –dalam hal ini simpanse– dalam memperoleh pemecahan masalahnya diperoleh dgn pengertian atau dgn insight.








= Baca Juga =



DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Teori Mencar Ilmu Gestalt

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Teori Mencar Ilmu Gestalt kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Teori Mencar Ilmu Gestalt dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2008/12/teori-mencar-ilmu-gestalt.html

0 Response to "Teori Mencar Ilmu Gestalt"

Posting Komentar