Teori Mencar Ilmu Sibernetik

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Teori Mencar Ilmu Sibernetik

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Teori Mencar Ilmu Sibernetik, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel bimbel masuk ptn, Artikel Pembelajaran, Artikel Pembelajaran2, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, Artikel unbk, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Teori Mencar Ilmu Sibernetik
link : Teori Mencar Ilmu Sibernetik

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Teori Mencar Ilmu Sibernetik

TEORI BELAJAR SIBERNETIK

Teori mencar ilmu sibernetik merupakan teori mencar ilmu yg relatif gres dibandingkan dgn teori-teori mencar ilmu yg sudah dibahas sebelumnya. Teori ini berkembang sejalan dgn perkembangan teknologi dan ilmu informasi. Menurut teori sibernetik, mencar ilmu yaitu pengolahan informasi. Seolah-olah teori ini mempunyai kesamaan dgn teori kognitif yaitu mementingkan proses mencar ilmu daripada hasil belajar. Proses mencar ilmu memang penting dalam teori sibernetik, namun yg lebih penting lagi yaitu sistem informasi yg diproses yg akan dipelajari siswa .

Asumsi lain dari teori sibernetik yaitu bahwa tidak ada satu proses belajarpun yg ideal utk segala situasi, dan yg cocok utk semua siswa. Sebab cara mencar ilmu sangat ditentukan oleh sistem informasi. Sebuah informasi mungkin akan dipelajari oleh seorang siswa dgn satu macam proses belajar, dan informasi yg sama mungkin akan dipelajari siswa lain melalui proses mencar ilmu yg berbeda.

Hakekat administrasi pembelajaran berdasarkan teori mencar ilmu sibernetik yaitu perjuangan guru utk membantu siswa mencapai tujuan belajarnya secara efektif dgn cara memfungsikan unsur-unsur kognisi siswa, terutama unsur pikiran utk memahami stimulus dari luar melalui proses pengolahan informasi. Proses pengolahan informasi yaitu sebuah pendekatan dalam mencar ilmu yg mengutamakan berfungsinya memory. Model proses pengolahan informasi memandang memori insan ibarat komputer yg mengambil atau mendapat informasi, mengelola dan mengubahnya dalam bentuk dan isi, kemudian menyimpannya dan menampilkan kembali informasi pada ketika dibutuhkan.

 merupakan teori mencar ilmu yg relatif gres dibandingkan dgn teori TEORI BELAJAR SIBERNETIK

Dalam upaya menjelaskan bagaimana suatu informasi (pesan pengajaran) diterima, disandi, disimpan, dan dimunculkan kembali dari ingatan serta dimanfaatkan bila diperlukan, telah dikembangkan sejumlah teori dan model pemrosesan informasi oleh Snowman (1986); Baine (1986); dan Tennyson (1989). Teori-teori tersebut umumnya berpijak pada asumsi:
a.       Bahwa antara stimulus dan respon terdapat suatu seri tahapan pemrosesan informasi dimana pada masing-masing tahapan dibutuhkan waktu tertentu.
b.      Stimulus yg diproses melalui tahapan-tahapan tadi akan mengalami perubahan bentuk ataupun isinya.
c.       Salah satu dari tahapan mempunyai kapasitas yg terbatas (Budiningsih, 2005: 82)

Berdasarkan ketiga perkiraan tersebut, dikembangkan teori wacana komponen struktural dan pengatur alur pemrosesan informasi (proses kontrol) antara lain:
a)      Sensory Receptor (SR)
Sensory Receptor (SR) merupakan sel daerah pertama kali informasi diterima dari luar. Didalam SR informasi ditangkap dalam bentuk asli, informasi hanya sanggup bertahan dalam waktu yg sangat singkat, dan informasi tadi gampang terganggu atau berganti.
b)      Working Memory (WM)
Working Memory(WM) diasumsikan bisa menangkap informasi yg diberikan perhatian (attention) oleh individu. Pemberian perhatian ini dipengaruhi oleh tugas persepsi. Karakter WM yaitu bahwa:
1) Ia mempunyai kapasitas yg terbatas, lebih kurang 7 slots. Informasi didalamnya hanya bisa bertahan kurang lebih 15 detik apabila tanpa pengulangan.
2) Informasi sanggup disandi dalam bentuk yg berbeda dari stimulus aslinya.
c)      Long Term Memory (LTM)
Long Term Memory (LTM) diasumsikan: 1) berisi semua pengetahuan yg telah dimiliki oleh individu, 2) mempunyai kapasitas tidak terbatas, dan 3) bahwa sekali informasi disimpan dalam LTM ia tidak akan pernah terhapus atau hilang. Persoallan “lupa” pada tahapan ini disebabkan oleh kesulitan atau kegagalan memunculkan kembali informasi yg diperlukan. Ini berarti, bila informasi ditata dgn baik maka akan memudahkan proses penelusuran dan pemunculan kembali informasi bila diperlukan. Dikemukakan oleh Howard (1983) bahwa informasi disimpan didalam LTM dalam dalam bentuk prototipe, yaitu suatu struktur representasi pengetahuan yg telah dimiliki yg berfungsi sebagai kerangka utk mengkaitkan  pengetahuan baru. Dengan ungkapan lain, Tennyson (1989) mengemukakan bahwa proses penyimpanan informasi merupakan proses mengasimilasikan pengetahuan gres pada pengetahuan yg dimiliki, yg selanjutnya berfungsi sebagai dasar pengetahuan (Budiningsih, 2005: 84).


Teori mencar ilmu sibernetik merupakan teori mencar ilmu yg relatif gres dibandingkan dgn teori-teori yg sudah dibahas sebelumnya. Menurut teori ini, mencar ilmu yaitu pengolahan informasi. Proses mencar ilmu memang penting dalam teori ini, namun yg lebih penting yaitu system informasi yg diproses yg akan dipelajari siswa. Asumsi lain yaitu bahwa tidak ada satu proses belajarpun yg ideal utk segala situasi, dan yg cocok utk semua siswa. Sebab cara mencar ilmu sangat ditentukan oleh sistem informasi.

Implementasi teori sibernetik dalam aktivitas pembelajaran telah dikembangkan oleh beberapa tokoh dgn beberapa teori, diantaranya:
1. Teori pemrosesan informasi
Pada teori ini, komponen pemrosesan informasi dibagi menjadi tiga berdasarkan perbedaan fungsi, kapasitas, bentuk informasi, serta proses terjadinya. Ketiga komponen itu adalah:
a. Sensory Receptor (SR)
SR merupakan sel daerah pertama kali informasi diterima dari luar.

b. Working Memory (WM)
WM diasumsikan bisa menangkap informasi yg diberi perhatian oleh individu. Karakteristik WM yaitu :
1) Memiliki kapasitas yg terbatas, kurang dari 7 slot. Informasi yg didapat hanya bisa bertahan kurang lebih 15 detik apabila tanpa adanya upaya pengulangan (rehearsal).
2) Informasi sanggup disandi dalam bentuk yg berbeda dari stimulus aslinya baik dalam bentuk verbal, visua, ataupun semantic, yg dipengaruhi oleh tugas proses kontrol dan seseorang sanggup dgn sadar mengendalikannya.

c. Long Term Memory (LTM)
LTM diasumsikan :
1) Berisi semua pengetahuan yg telah dimilki oleh individu
2) Mempunyai kapasitas tidak terbatas
3) Sekali informasi disimpan di dalam LTM ia tidak akan pernah terhapus atau hilang. Persoallan “lupa” hanya disebabkan oleh kesulitan atau kegagalan memunculkan kembali informasi yg diperlukan.

Asumsi yg mendasari teori pemrosesan informasi ini yaitu bahwa pembelajaran merupakan faktor yg sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, utk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yg diharapkan utk mencapai hasil mencar ilmu dan proses kognitif yg terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal yaitu rangsangan dari lingkungan yg mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.
Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran mencakup delapan fase yaitu, (1) motivasi; (2) pemahaman; (3) pemerolehan; (4) penyimpanan; (5) ingatan kembali; (6) generalisasi; (7) perlakuan dan (8) umpan balik.

2. Teori mencar ilmu berdasarkan Landa
Dalam teori ini Landa membedakan ada dua macam proses berpikir, yaitu:
a. Proses berpikir algoritmik
Yaitu proses berpikir yg sistematis, tahap demi tahap, linier, konvergen, lurus, menuju ke satu sasaran tujuan tertentu.
b. Proses berpikir heuristik
Yaitu cara berpikir devergen yg menuju ke beberapa sasaran tujuan sekaligus.
Menurut Landa proses mencar ilmu akan berjalan dgn baik bila materi pedoman yg hendak dipelajari atau problem yg hendak dipecahkan diketahui cirri-cirinya. Materi pedoman tertentu akan lebih sempurna disajikan dalam urutan yg teratur, sedangkan materi pedoman lainnya akanlebih sempurna bila disajikan dalam bentuk “terbuka” dan memberi kebebasan kepada siswa utk berimajinasi dan berpikir.
3. Teori mencar ilmu berdasarkan Pask dan Scott
Menurut Pask dan Scott ada dua macam cara berpikir, yaitu:
a. Cara berpikir serialis
Cara berpikir ini hampir sama dgn cara berpikir algoritmik. Yaitu berpikir memakai cara setahap demi setahap atau linier.
b. Cara berpikir menyeluruh atau wholist
Cara berpikir yg cenderung melompat ke depan, eksklusif ke citra lengkap sebuah sistem informasi atau mempelajari sesuatu dari yg paling umum menuju ke hal yg lebih khusus.
Teori mencar ilmu pengolahan informasi termasuk teori kognitif yg mengemukakan bahwa mencar ilmu yaitu proses internal yg tidak sanggup diamati secara eksklusif dan merupakan perubahan kemampuan yg terikat pada situasi tertentu. Namun memori kerja insan mempunyai kapasitas yg terbatas. Menurut Gagne, utk mengurangi muatan memori kerja tersebut sanggup diatur sesuai dgn:
a. Kapabilitas belajar
b. Peristiwa pembelajaran
c. Pengorganisasian atau urutan pembelajaran

Tahap sebernetik sebagai teori mencar ilmu sering kali dikritik lantaran lebih menekankan pada sistem informasi yg akan dipelajari, sementara itu bagaimana proses mencar ilmu berlangsung dalam diri individu sangat ditentukan oleh sistem informasi yg dipelajari. Teori ini memandang insan sebagai pengolah informasi, pemikir, dan pencipta. Berdasarkan itu, maka diasumsikan bahwa insan merupakan makhluk yg bisa mengolah, menyimpan, dan mengorganisasikan informasi.




= Baca Juga =



DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Teori Mencar Ilmu Sibernetik

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Teori Mencar Ilmu Sibernetik kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Teori Mencar Ilmu Sibernetik dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2008/12/teori-mencar-ilmu-sibernetik.html

0 Response to "Teori Mencar Ilmu Sibernetik"

Posting Komentar