Kewajiban Pendaftaran Ulang Kartu Prabayar Jangan Tergoda Isu Hoax, Baca Permenkeminfo No 12 Tahun 2019 Dan No 14 Tahun 2017

DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Kewajiban Pendaftaran Ulang Kartu Prabayar Jangan Tergoda Isu Hoax, Baca Permenkeminfo No 12 Tahun 2019 Dan No 14 Tahun 2017

- Hallo sahabat BIMBEL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI - Bimbel Masuk PTN, SBMPTN, Karantina Simak UI, Supercamp, Pada Artikel kali ini mudah-mudahan membantu anda, artikel ini berjudul Kewajiban Pendaftaran Ulang Kartu Prabayar Jangan Tergoda Isu Hoax, Baca Permenkeminfo No 12 Tahun 2019 Dan No 14 Tahun 2017, kami telah membuat artikel ini dengan baik dan mudah di pahami untuk anda baca sebagai informasi didalamnya juga yang terpenting semoga bermanfaat. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel bimbel masuk ptn, Artikel SBMPTN, Artikel ujian nasional, Artikel unbk, yang kami tulis ini dapat dengan anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Kewajiban Pendaftaran Ulang Kartu Prabayar Jangan Tergoda Isu Hoax, Baca Permenkeminfo No 12 Tahun 2019 Dan No 14 Tahun 2017
link : Kewajiban Pendaftaran Ulang Kartu Prabayar Jangan Tergoda Isu Hoax, Baca Permenkeminfo No 12 Tahun 2019 Dan No 14 Tahun 2017

Klik Iklan dibawah ini dan Link Download akan terbuka

Baca juga


Kewajiban Pendaftaran Ulang Kartu Prabayar Jangan Tergoda Isu Hoax, Baca Permenkeminfo No 12 Tahun 2019 Dan No 14 Tahun 2017

Registrasi Ulang Kartu Prabayar

Terdapat banyak gosip / SMS / Pesan WA yg menambahkan Unsur hoax pada pemberitahuan kewajiban Registrasi Ulang Kartu Prabayar. Beberapa info hoax yg beredar adalah:
1. Registrasi ulang berlangsung hingga dgn tanggal 31 Oktober 2017. Padahal yg bahwasanya Registasi ulang paling lambat 28 Februari 2018
2. Tidak diharapkan Registasi Ulang lantaran hanya akan dipakai utk kepentingan politik. Padahal yg bahwasanya perlu pendaftaran ulang bagi para pelanggan Prabayar yg datanya belum divalidasi.
3. Registrasi ulang menyertakan nama Ibu Kandung, padahal bahwasanya hanya NIK dan KK (info hoax yg ini bahwasanya memang berasal dari penafsiran pasal 6 Permenkeminfo No 12 Tahun 2016)


Agar kita paham wacana Kewajiban Registrasi Ulang Kartu Prabayar ayo kita baca atau cermati dasar hukumnya yakni Permenkeminfo No 12 Tahun 2016 dan No 14 Tahun 2017.

Secara terang dalam pasal 15 ayat 1 Permenkeminfo No 14 Tahun 2017 dinyatakan sebagai berikut Penyelenggara  Jasa  Telekomunikasi  wajib menyelesaikan  Registrasi  ulang  Pelanggan  Prabayar yg datanya belum divalidasi paling lambat tanggal 28 Februari 2018.

Selanjutnya dalam pasal 16 ayat 1 Permenkeminfo No 14 Tahun 2017  dinyatakan Penyelenggara Jasa Telekomunikasi wajib melaksanakan pemblokiran  layanan  bagi  Pelanggan  Prabayar  yg datanya belum  tervalidasi  dan  tidak  melaksanakan Registrasi  ulang  sesuai  dgn  tahapan  waktu.

Terkait dgn Registrasi Ulang Kartu Prabayar, Kominfo menyatakan bahwa Registrasi SIM Murni utk Keamanan, berikut ini beritanya yg saya kutip dari laman kompas.com.

Per 31 Oktober 2017, para pengguna kartu SIM prabayar operator seluler di Indonesia, baik pelanggan usang maupun gres diwajibkan utk mendaftar ulang dgn menggunakan nomor NIK dan Kartu Keluarga (KK).

Seluruh pelanggan kartu SIM prabayar diwajibkan mendaftar, paling lambat pada 28 Februari 2018. Jika tidak melaksanakan registrasi, akan ada hukuman menyerupai pemblokiran nomor secara bertahap.

Masyarakat pun bertanya-tanya, apa tujuan dari penerapan kebijakan tersebut?

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen PPI Kemkominfo) Ahmad Ramli menjelaskan, registrasi ulang kartu SIM prabayar bertujuan utk mendukung perkembangan ekonomi digital. Dengan begitu, transaksi keuangan di dunia online menjadi lebih aman.

"Tidak ada maksud lain dan kami mendukung transaksi online. Kalau menggunakan transaksi online, toko online, pendaftaran dgn identitas yg benar, itu akan mendukung ekonomi digital," ujar Ahmad dalam konferensi pers Forum Merdeka Barat 9 di gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017).

Selain itu, lanjut Ahmad, registrasi ulang kartu SIM dimaksudkan utk melindungi masyarakat dari penipuan, tindak kejahatan dan pelanggaran aturan melalui sarana telepon seluler dan media elektronik lainnya.

Oleh lantaran itu, Ahmad mengimbau supaya masyarakat tidak memercayai gosip bohong yg menyarankan utk tidak melaksanakan registrasi.

"Registrasi kartu prabayar ini juga dimaksudkan utk memperlihatkan kepastian, kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat," kata Ahmad.

Baik pelanggan usang maupun pelanggan gres dari semua operator seluler diwajibkan melaksanakan pendaftaran kartu SIM prabayar, namun caranya sedikit berbeda.

Untuk pelanggan usang semua operator (Telkomsel, XL Axiata, Indosat, Tri, dan Smartfren) pelanggan cukup mengikrimkan pesan SMS ke nomor 4444 dgn format: ULANG# (16 digit NIK)#(16 digit nomor KK), 

Bagi pelanggan gres Telkomsel, pendaftaran dilakukan dgn mengirim SMS ke nomor 4444 dgn format: REG#(16 digit NIK)#(16 digit nomor KK).

Pelanggan gres XL Axiata sanggup melaksanakan pendaftaran dgn mengirim SMS ke nomor 4444 dgn format: DAFTAR#(16 digit NIK)#(16 digit nomor KK).

Terakhir, utk pelanggan gres Indosat, Tri, dan Smartfren, format SMS yg dikirim ke 4444 utk pendaftaran adalah: (16 digit NIK)#(16 digit nomor KK).

Selain di KTP, NIK alias Nomor Induk Kependudukan juga tercantum di KK, di samping kolom nama anggota keluarga. Sementara nomor KK tertulis dgn ukuran besar di bawah goresan pena "Kartu Penduduk" di bab atas KK. Pelanggan juga tidak perlu menyebutkan nama ibu kandung dikala registrasi. 

KTP atau KK palsu tidak sanggup dipakai utk registrasi, lantaran database operator seluler tersambung ke Dinas Kependudukan dan Kantor Catatan Sipil (Dukcapil), sehingga keaslian dokumen sanggup pribadi diverifikasi. 

Seluruh pelanggan kartu SIM prabayar diwajibkan mendaftar, paling lambat pada 28 Februari 2018. Jika tidak melaksanakan registrasi, akan ada hukuman menyerupai pemblokiran nomor secara bertahap. 



= Baca Juga =



DOWNLOAD FILE DIBAWAH INI

Klik Iklan dan Link Download akan terbuka



Demikianlah Artikel Kewajiban Pendaftaran Ulang Kartu Prabayar Jangan Tergoda Isu Hoax, Baca Permenkeminfo No 12 Tahun 2019 Dan No 14 Tahun 2017

Jangan lupa juga untuk klik iklan berikut untuk terus mendukung keberlangsungan blog ini, Sekian artikel Kewajiban Pendaftaran Ulang Kartu Prabayar Jangan Tergoda Isu Hoax, Baca Permenkeminfo No 12 Tahun 2019 Dan No 14 Tahun 2017 kali ini, mudah-mudahan bisa memberi informasi dan manfaat untuk anda semua. baiklah, jangan lupa komentar dibawah, beri masukan untuk kami supaya kami tetap semangat dan terus berkarya, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Kewajiban Pendaftaran Ulang Kartu Prabayar Jangan Tergoda Isu Hoax, Baca Permenkeminfo No 12 Tahun 2019 Dan No 14 Tahun 2017 dengan alamat link https://www.bimbelmasukptn.co.id/2009/01/kewajiban-pendaftaran-ulang-kartu.html

0 Response to "Kewajiban Pendaftaran Ulang Kartu Prabayar Jangan Tergoda Isu Hoax, Baca Permenkeminfo No 12 Tahun 2019 Dan No 14 Tahun 2017"

Posting Komentar